
Ken hanya bisa senyum-senyum mendengar perkataan gadis itu ditambah lagi melihat tingkahnya yang polos.
' Maafin gue Key tanpa gue sadar ternyata perkataan gue udah melukai hati lo dan bikin sedih perasaan lo ', batin Ken dengan rasa bersalah dan iba terhadap gadis yang duduk disampingnya.
' Ehem... Key ', panggil Ken memecah keheningan.
' Ya,kenapa kak? ', saut Key.
' Ehm .. gue boleh tau kelanjutan cerita lo kemaren? ', tanya Ken kini dengan hati-hati setelah akurnya mereka yang terjadi beberapa menit yang lalu.
' Ohh .. tentang orangtua Keyra ', saut Key menatap Ken yang mendapat anggukan dari lelaki itu.
' Oke jadi sebenarnya orangtua kandung Keyra itu udah meninggal dan yang dari kecil ngurus Keyra itu orangtua kandung bang Vidi ', jelas Keyra yang membuat Kenzie mengerutkan keningnya bingung.
' Maksudnya .. lo sama abang lo itu bukan saudara kandung? ', tanya Ken hati-hati.
' Yaps .. benar sekali 100 buat kak Ken ', jawab Keyra tanpa ada raut sedih diwajahnya yang membuat Ken semakin kagum dengan gadis kecil disampingnya.
' Trusss, masalah lo yang seko... ', ucap Ken terputus karna Dio yang tiba-tiba muncul dibalik jendela mobilnya.
' Beduaan aja lo ', tegur Dio.
' Ngagetin aja lo! ', protes Ken.
' Dek, lo diapain sama si kambing ini ', tanya Dio, tatapannya tajam kearah Kenzie.
' Lo kira gue mau ngapain dia, hah?!! Gue masih ingat dosa kali! ', ucap Ken tidak terima.
' Serius lo masih ingat dosa? Gak percaya gue, tiap ketemu Keyra bacot lo kan gak ada akhlaknya yang malah nambah dosa lo banyak, gak nyadar lo?! ', ucap Dio menyindir temannya itu.
' Tenang, gue udah akur sama adek angkat lo ini ', jawab Ken menatap sekilas Key.
Key hanya menyengir kearah Dio.
' Seriusan dek? ', kini Dinda yang bertanya mendapat anggukan dari Keyra.
' Ini kalian berdua gak ada niat buat keluar mobil? ', ucap Dio yang menyadari sedari tadi Ken dan Key tidak ada pergerakan untuk keluar mobil.
' Ohh iya ya ', saut Keyra dengan cengirannya dan segera keluar mobil bersamaan dengan Ken.
' Urusan lo belum selesai sama gue, lo jelasin mengenai "sahabatan" yang lo maksud tadi ', ucap Dio menegaskan jari telunjuknya kearah Ken, sedang Key dan Dinda sudah berjalan mendahului mereka.
' Iya, curiga amat lo sama gue ', jawab Ken malas.
...
' Assalamualaikum ', ucap Dinda dan Key bersamaan setelah sampai dikediaman Dio.
' Assalamualaikum ', kini Dio dan Ken yang mengucap salam.
' Waalaikumsalam ', ucap wanita paruh baya dengan ramahnya yang tak lain adalah Mamanya Dio, yaitu Arin.
' Ma, kenalin ini yang aku ceritain waktu itu adiknya teman aku ', ucap Dio memperkenalkan Keyra.
Sesaat Arin terdiam melihat sosok gadis dihadapannya entah apa yang wanita paruh baya itu rasakan. Sesaat ia tersadar dan langsung menyambut hangat gadis itu dan memeluknya dengan tulus.
' Makasih tante, tante juga cantik ', ucap Keyra lembut.
' Sok lembut banget lo! ', protes Kenzie.
Keyra hanya mendelik dan mencibir lelaki itu.
' Kenzie kalau suka sama anak gadis tante ini awas aja ya ', ancam Arin yang membuat Keyra mendongak mendengar kalimatnya.
' Mulai hari ini kamu jadi anak tante, dan mulai hari ini juga kamu jangan panggil tante tapi panggil Ma.. ma.. ', ucap Arin membuat mata Keyra membulat sempurna.
' Kok bisa? ', kalimat itu yang berhasil lolos dari mulut Keyra.
' Ya bisa, karna Dio udah nganggap kamu kayak adiknya ya berarti kamu anak bungsu di keluarga ini ', jawab Arin menatap tulus kearah Keyra.
Keyra terlihat berkaca-kaca, rasa haru dan bahagia bercampur jadi satu. Sesaat Keyra memeluk erat Arin dan menumpahkan semua tangis dipelukan wanita paruh baya itu. Arin membalas pelukan itu dan mengelus lembut punggung gadis itu.
Dio, Ken dan Dinda yang menyaksikan itu ikut terbawa suasana haru. Dinda yang memang sensitif juga ikut menangis membuat Dio yang melihatnya segera memeluk wanitanya itu memberi rasa tenang disana. Ken, entah apa yang ia rasakan seakan ikut turut bahagia melihat kebahagiaan yang terlihat diwajah gadis polos itu.
' Makasih ya Tante ', ucap Keyra parau setelah melepaskan pelukannya.
' Eitsss.. ingat jangan panggil tante tapi panggil .. '
' Ma .. ma .. ', saut Keyra terbata-bata.
' Sekarang kamu anak bungsu Mama ya ', ucap Arin menangkup kedua pipi gadis itu.
' Ma... Hati-hati Ma anak bungsu Mama selalu dibikin nangis ni ama si kambing ', adu Dio melirik sekilas kearah Kenzie.
Kenzie yang mendengar itu langsung mode panik.
' Gak Tante, suer deh ', ucap Ken gelagapan dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
' Awas aja ya Ken kalau sampai anak bungsu Tante nangis gara-gara kamu, Tante bakal aduin ke Papanya ', ancam Arin yang membuat Dio, Dinda dan Keyra menahan tawa.
' Hayokloh, anak bungsu ini ', ucap Keyra dengan bangganya.
.
.
.
.
.
.
.
Minta dukungannya ya teman-teman 😊