
" Keyra gak mau nikah ", seru Keyra.
Kalimat yang keluar dari mulut Keyra membuat mereka yang mendengarnya terdiam sesaat. Masing-masing dengan pikirannya.
" Ma, hari ini jadikan bikin brownies coklat untuk anak bungsu Mama ini ", ungkap Rangga yang berusaha mengalihkan topik.
Arin yang mendengar perkataan suaminya merasa bingung karna ia tidak ada rencana untuk membuat brownies coklat. Rangga yang menangkap ekspresi istrinya itu memberikan kode dengan mengedipkan sebelah matanya. Arin pun mengerti akan kode yang diberikan suaminya itu.
" Ohh iya Mama lupa Pa untung aja Papa ingetin ", akting Arin.
" Habis ini kita bikin brownies coklat yuk Nak, mau gak? ", ajak Arin pada Keyra yang mendapat anggukan dari gadis itu.
" Dinda ikut juga ya Nak ", ajak Arin tak lupa pada calon menantunya.
" Belajar bikin kue lo, biar bisa bikinin kue buat gue nanti ", ucap Ken yang langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan mereka yang hendak merespon kalimatnya.
" Sok cuek padahal mau ", seru Dio.
...
" Ma yang ini gimana Ma ", teriak Keyra yang sedang kebingungan dengan step yang ia kerjakan.
Arin yang mendengar itu pun segera membantu Keyra menyelesaikan step yang ia kerjakan.
30 menit berlalu, brownies coklat yang dibuat oleh tiga orang wanita pun akhirnya jadi. Brownies coklat yang sudah ditunggu-tunggu oleh tiga orang pria yang tengah duduk santai diruang keluarga.
" Brownies coklat ala Keyra siap ", ucap Keyra setengah berteriak menuju ruang keluarga yabg yang terdapat tiga cowok sedang mengobrol ringan.
Keyra meletakkan brownies coklat keatas meja dan duduk disamping Dinda yang telah duduk terlebih dahulu disamping Dio yang duduk disebelah Ken. Mereka berempat duduk disofa panjang. Arin duduk disamping suaminya yang berada disofa yang berbeda yang hanya muat untuk dua orang.
" Bohong lo dek, palingan lo cuma ngeliatin doang ", tukas Dio.
" Bener gak Yang ", Dio yang meminta persetujuan kekasihnya.
" Gak kok, adek kamu bantuin juga ", seru Dinda.
" Bantuin doa ", saut Ken meledek.
Keyra yang mendengarnya mencebik kesal dan melotot tajam kearah Kenzie. Kenzie tidak mau kalah ia pun balas melotot kearah Keyra. Dio, Dinda, Arin dan Rangga yang melihatnya hanya bisa menggeleng kepala.
" Mau ribut lagi? ", seru Dio yang mulai kesal dengan tingkah dua manusia yang selalu tidak ada yang mau mengalah.
" Enggak ", jawab Ken dan Key serempak.
" Halah, sok gak mau lo nikah sama gue padahal itukan yang lo harapin ", ledek Kenzie.
" Halah, sok gak mau lo nikah sama gue padahal itukan yang lo harapin ", ucap Keyra yang dengan sengaja mengulang perkataan Kenzie.
" Eh kualat lo bocil sama gue ", ucap Ken yang kesal dan setengah kaget dengan ucapan Keyra.
Keyra menjulurkan lidahnya kearah Kenzie. Kenzie yang melihat itu pun hendak beranjak menghampiri Keyra.
" Mau apa lo, ha? ", sergah Dio menghalangi Ken.
" Mau ngajarin adek lo biar sopan sama gue ", jawab Kenzie.
" Emangnya lo siapa? Suaminya? ", tukas Dio yang membuat Kenzie menghela nafas dan mengurungkan niatnya.
" Tau tu, kalo suami baru Keyra sopan ", saut Keyra.
Rangga seketika tertawa paling keras yang mendapat perhatian dari Dio, Dinda, Arin, Ken dan Key.
" Puas banget Pa ketawanya ", tukas Dio.
" Aduhhh ... Kalau lihat Keyra dan Kenzie kayak tadi bener-bener persis kayak Papa sama Mama jaman dulu ", tutur Rangga.
" Mama kamu gak pernah mau kalah kalau misalnya udah berhadapan sama Papa, pasti ada aja kata-kata yang keluar dari mulutnya yang bikin Papa jadi malas buat ngelawan, mirip banget sama adik kamu tu ", tambah Rangga sembari menunjuk Keyra.
" Yang ini lebih nyebelin Om ", saut Kenzie dengan muka yang masih terlihat kesal.
.
.
.
.
.
Happy reading ya 🤗