
Ruang keluarga tersebut masih saja dipenuhi oleh suara Ken dan Key yang masih memperebutkan remote tv. Dio yang merasa keributan itu tidak akan selesai jika tidak ada yang menengahi pun akhirnya turun tangan.
" Yo! Kenapa lo matiin tv nya ", protes Ken yang masih mempertahankan posisinya untuk mengamankan remote yang ada dibalik tubuhnya.
" Iya Kak Nanda, kenapa di matiin ", ucap Keyra ikut protes dengan sikap Kakaknya yang seenak hati mematikan tv disaat dirinya berjuang melawan om-om tua untuk mendapatkan remote tv kembali ditangannya.
" Biar adil ! Dari tadi gak kelar-kelar ributnya ", ucap Dio sembari kembali duduk di samping Papanya.
" Keyra juga kan udah tiap hari nonton kartun itu, Lo juga Ken udah tua bukannya mau ngalah ", omel Dio pada keduanya yang membuat baik Ken maupun Key tak berkutik.
Keyra yang semula berdiri dihadapan Ken, akhirnya memilih untuk duduk. Keyra terpaksa duduk di samping Ken agar lebih berjarak dengan Kakaknya yang sedang mengomel. Baru kali ini Keyra melihat ekspresi Kakaknya yang menurutnya cukup menakutkan itu.
" Maafin Keyra Kak ", ucap Keyra dengan wajah tertunduk.
" Lagian Keyra lagi asik nonton malah seenak jidat dipindahin ke acara balap motor sama Om Kenzie ", lanjut Keyra.
Kenzie yang duduk disebelah Keyra dan mendengar dengan jelas perkataan Keyra seketika menatap tajam kearah gadis yang masih saja meledeknya dengan memanggil Om itu.
" Eh bocil ! Setua apa muka gue sampai Lo gak berhenti manggil gue om, ha ?! ", kesal Kenzie.
Keyra mendongakkan wajahnya dan balas menatap tajam Ken.
" Gue colok juga mata Lo ", ucap Kenzie sembari dua jarinya seakan bergerak hendak mencolok kedua mata Keyra.
" Coba aja kalau berani ", tantang Keyra semakin memelototkan matanya.
" Awas mata Lo keluar entar ", timpal Kenzie melihat mata gadis disampingnya yang seakan hendak keluar dari wadahnya.
" Terus aja ribut jangan berhenti ya ", singgung Dio.
" Adek Lo duluan tu ", saut Kenzie.
" Enak aja, yang rebut remote tv duluan tadi siapa, ha?! ", protes Keyra tidak terima.
" Pa, kawinin aja ni anak bedua ", timpal Dio yang sudah sangat pengang dengan keributan Key dan Ken itu.
" Nikah dulu, Yo, main kawinin aja Lo ", tukas Kenzie.
" Bukannya anak Om udah dilamar ya? Ken tinggal nunggu jawaban kan? ", bak menunggu momen yang pas, akhirnya Rangga bersuara.
Ken menatap kaget ke arah Rangga yang tersenyum penuh arti kepadanya. Dio yang tadinya benar-benar kesal dengan keributan antara sahabat dan adiknya itu hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi Kenzie. Keyra? Keyra hanya terdiam pelanga-pelongo entah paham atau tidak dengan posisi Kenzie yang seakan terancam.
" Ehem .. Kenzie kenapa diam? Bener gak yang om bilang tadi? ", tanya Rangga sekali lagi.
Ken masih merapatkan mulutnya mencoba menghirup oksigen untuk dadanya yang seketika terasa sesak. Tapi ...
" Bener Pa ", Keyra menyahut begitu saja yang membuat orang disekitar setengah kaget, terutama Kenzie yang semakin merasakan susah untuk menghirup oksigen.
Dio setengah mati menahan tawanya agar tidak meledak, Rangga hanya bisa tertawa ringan mendengar jawaban polos anak bungsunya.
" Ohh .. jadi bener Nak kamu udah dilamar sama Ken ? ", tanya Rangga memastikan lebih tepatnya sengaja mengerjai Ken yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
" Iya Pa, tapi Keyra kan belum tanya sama Mama Papa sama yang lainnya, makanya Key bingung mau jawab apa, lagian ngajak Keyra nikah tapi ngajak ribut mulu, suka cari gara-gara, gak mau ngalah lagi ", celoteh Keyra panjang lebar sembari melirik kearah Ken yang menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.
Dio benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya, tawanya pecah mengisi seisi ruangan tersebut. Arin yang hampir selesai dengan urusannya di dapur pun penasaran apa yang terjadi diruang keluarga.