
Keesokan harinya, Keyra dan Dinda bersiap ke apartemen Dio. Mereka diajak Dio untuk makan siang disana. Dio juga mengajak sahabatnya Kenzie yang sebenarnya juga atas permintaan Kenzie sendiri.
Setelah perdebatan yang terjadi di balkon, Keyra pulang ke hotel sebentar untuk mengambil bajunya. Keyra diantar oleh Kenzie, ya Kenzie bukan Dio. Perdebatan pun kembali terjadi sepanjang perjalanan menuju hotel dan sepulang dari hotel.
' Dek, udah siap? ', tanya Dinda pada Keyra yang terlihat membenarkan hijabnya.
' Udah kak ', jawab Keyra dengan senyumannya.
' Dek, kakak sama Dio pergi sebentar ke restoran, nanti kamu sama Kenzie dulu ya ', ucap Dinda yang diangguki Keyra.
Sebenarnya ingin sekali Keyra menolak tapi entah kenapa untuk kali ini ia segan. Dengan sangat amat terpaksa Keyra pun mengiyakan. Keyra dan Dinda pun segera kebawah menuju parkiran karna Dio dan Kenzie sudah menunggu disana.
Tiit tiit ...
Suara klakson dari mobil Kenzie.
' Cepetan anak itik, lambat gue tinggal! ', teriak Ken dari dalam mobil.
' Sabar... Gak bisa sabar apa! ', balas Keyra teriak sembari menuju mobil Ken.
' Mulai lagi deh tu ', batin Dio seraya menggelengkan kepalanya.
' Si Ken kenapa sih Di sensi amat sama Keyra ', komen Dinda yang sudah duduk didalam mobil bersama Dio.
' Tau tu anak, suka kali sama Key ', santai Dio.
' Suka tapi kok marah-marah gak jelas gitu sama Keyra-nya ', ucap Dinda.
' Alibi Yang, kayak gak tau aja tu anak ', jawab Dio.
Dio sengaja belum menjalankan mobilnya karna dia harus memastikan Keyra masuk terlebih dahulu kedalam mobil Ken. Dio sangat tau Ken dan Key yang tidak pernah akur, yang sangat memungkinkan Key ditinggal oleh Ken.
' Lo kira gue supir lo apa, ha?! ', protes Ken setelah Keyra duduk di kursi bagian belakang.
' Hisss .. ribet amat satu mobil sama om-om ', ucap Keyra pelan masih bisa didengar Kenzie.
' Lo ngomong apa tadi? ', tanya Ken dengan raut seriusnya setelah Keyra duduk di kursi samping kemudi.
' Gak ', jawab Keyra sembari memasang seat belt.
' Eh anak itik, denger ya di mobil ini cuma lo sama gue jadi kalau lo ngomong macam-macam tentang gue jangan salahin gue kalo gue apa-apain lo ', ucap Ken dengan tatapan tajamnya yang sebenarnya hanya ingin menggoda gadis itu.
Keyra terdiam. Dia hanya menunduk ketakutan. Kejadian beberapa tahun lalu terlintas dipikirannya.
Ken melajukan mobilnya menuju apartemen Dio. Dio pun menjalankan mobilnya dibelakang mobil Ken menuju restoran keluarganya.
Ken menghentikan mobilnya setelah setengah perjalanan. Ia menatap gadis disampingnya yang sedari tadi hanya diam. Ken melihat tangan gadis itu yang gemetar.
' Key '
' Key, lo kenapa? ', tanya Kenzie.
' Key, jangan bikin gue panik plis ', ucap Kenzie melembut.
' Gak kok, Keyra gak kenapa-napa ', ucap Keyra parau.
' Lo sakit? ', tanya Ken lagi yang mendapat gelengan dari Keyra.
Ken menghela nafas panjang. Ken pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen Dio. Tak lama mereka pun tiba didepan apartemen Dio.
' Keyra disini aja kak, sampai kak Dinda sama kak Nanda datang ', ucap Keyra pelan.
Ken hanya bisa mengangguk, kali ini ia menurunkan egonya melihat keadaan gadis itu. Sambil menunggu Dio dan Dinda, Kenzie berpikir keras apa yang menyebabkan gadis itu tiba-tiba diam. Ken menyadari setelah ucapannya di apartemen Dinda tadi Keyra mulai diam.
' Astaga.. jangan-jangan dia nganggap ucapan gue serius tadi ', batin Ken mengusap wajahnya kasar.
' Ya Allah Ken, kenapa lo gak belajar dari kejadian di hotel waktu itu sih ', batin Ken lagi.
' Key, lo kenapa sih? Lo kepikiran omongan gue tadi ya? Gue bercanda Key jangan dianggap serius ', Ken bersuara.
Keyra memberanikan diri menatap Ken. Keyra menatap lekat Kenzie berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa Ken memang orang yang baik. Ken balas menatap Keyra, ia menatap lekat manik mata gadis itu.
' Kenapa gue jadi deg-degan gini, yaelah ', batin Ken.
' Jantung tolong bisa santai gak ', batin Ken berusaha mengatur nafasnya.
' Kak Kenzie beneran gak ada niat jahatkan sama Keyra? ', tanya Keyra dengan kepolosannya berhasil mengembalikan fokus Ken.
Kenzie hanya bisa menggeleng dengan senyumannya, entah kenapa ia tidak bisa berkata apapun setelah melihat wajah Keyra. Pertanyaan yang keluar dari mulut gadis polos itu cukup membuat dia merasa bersalah.
' Cuma bercanda Key, gue masih punya hati kok ', jawab Ken lembut.
Keyra tersenyum tulus kearah Kenzie terlihat raut lega pada wajah gadis itu.
' Yey, berarti kak Kenzie mau dong jadi teman Keyra sekarang? ', ucap Keyra girang.
' Teman? ', bingung Kenzie.
' Gak mau ya ', ucap Keyra yang membuat Ken tidak tega.
' Jangan teman deh Key, biar lebih akrab sahabatan aja gimana? ', ucap Kenzie tersenyum tulus yang membuat Keyra sumringah.
' Beneran kak? Gak boongkan? ', tanya Key memastikan.
' Trust me Key ', jawab Ken tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya.
' Yey, akhirnya gak debat lagi ', ucap Keyra pelan masih terdengar ditelinga Kenzie.
Ken hanya bisa senyum-senyum mendengar perkataan gadis itu ditambah lagi melihat tingkahnya yang polos.
.
.
.
.
.
.
.
.
.