KEY

KEY
Bikin Salting


Dio menoleh kearah Ken yang terlihat gugup setelah mendengar pertanyaan yang lolos dari gadis ditelpon itu. Dio mengulum senyumnya melihat ekspresi Ken yang blushing. Ken berusaha menyembunyikan semburat malu diwajahnya dari Dio.


" Seberapa penting pertanyaan kamu dek? ", tanya Dio kembali pada Keyra.


" ih penting pokoknya, jawab aja sih Kak udah tidur apa belum kak Ken ", ucap Keyra setengah kesal.


" Penting tu katanya ", ucap Dio kepada Ken yang berada disampingnya dengan menjauhkan ponselnya agar tidak kedengaran oleh Keyra.


" Apaan sih ", ucap Ken seadanya sembari memalingkan wajahnya yang merona.


Dio tertawa kecil melihat tingkah Ken.


" Ken belom tidur, kenapa? ", jawab Dio.


" Yaudah deh, Keyra sekarang ke situ ya ", seru Keyra.


" Wassalamu'alaikum ", ucap Keyra yang membuat Dio dan Ken tidak bisa menahan niat gadis itu menghampiri mereka.


" Siap-siap aja ni kuping gue ", pasrah Dio.


" Ciye yang dianggap penting sama adek gue ", ledek Dio ketika melihat wajah Ken.


Ken tidak merespon, entah apa yang sedang berkecamuk dipikirannya. Tak lama, suara ketukan pintu ditambah suara cempreng menghiasi gendang telinga kedua lelaki itu. Dio menghela nafas dan turun dari ranjangnya dengan malas dan pasrah.


" Apa? ", ketus Dio setelah membuka daun pintu kamarnya dan menampakkan Keyra dengan cengiran kudanya.


" Kak Ken mana? ", tanya Keyra dengan mata melihat kearah dalam kamar.


" Ada, ngapain sih dek, ini udah tengah malem orang mau istirahat ", keluh Dio.


" Bukannya kakak berdua gak bisa tidur ya? ", ucap Keyra serius.


" Kok tau ", bingung Dio.


" Bener ya? ", tanya Keyra lagi yang mendapat anggukan dari Dio.


" Padahal Keyra cuma nebak lo kak, ternyata Keyra pinter juga ya ", seru gadis itu dengan santainya tanpa mempedulikan Dio yang sudah setengah mati menahan kesalnya.


" Dosa apa gue punya adek kayak itu anak ", batin Dio.


" Jadi kapan Keyra boleh masuk ni ? ", sindir Keyra yang membuat Dio menggeser tubuhnya yang sejak tadi berdiri diambang pintu.


" Jantung kalem dong gue mohon ", batin Ken yang semakin kalang kabut melihat Keyra yang semakin dekat kearahnya.


" Ngapain lo ", seru Ken tidak bersahabat.


" Kak Ken boleh ngobrol gak? ", tanya Keyra yang sudah duduk dihadapan Ken.


" Gak boleh, gue mau tidur ", ketus Ken yang kembali berbaring dan memejamkan matanya.


" Siapa yang bohong. Gue beneran ngantuk bocil. Udah sana tidur dikamar lo ", elak Ken.


Dio hanya bisa melihat kedua manusia itu dengan bersandar di daun pintu yang masih terbuka lebar. Tak lama, Dio melihat kekasihnya berjalan kearah kamarnya.


" Kenapa tu anak, Yang ", tanya Dio setengah berbisik pada Dinda yang sudah berdiri disampingnya.


" Dia penasaran alasan kenapa Ken tinggal di hotel ", balas Dinda setengah berbisik juga.


" Kita nungguin mereka ni? ", tanya Dinda.


" Yaudah, kita masuk aja, kuping kamu siap kan? ", seru Dio.


" Kuping aku udah terbiasa deh kayaknya ", ucap Dinda tertawa kecil.


Mereka berdua pun masuk. Dio menutup rapat pintu kamar agar keributan yang akan terjadi tidak kedengaran ditelinga kedua orangtuanya.


" Untung ini kamar kedap suara ", batin Dio sembari mendekati Dinda yang duduk disofa ujung tempat tidur.


" Kak ngobrol bentar dong ", ucap Keyra setengah memelas pada Ken yang masih saja tak bergeming dari posisinya.


" Gue ngantuk ", seru Ken.


" Bohong! Kan Kak Ken gak bisa tidur ", seru Keyra yang membuat Ken membuka matanya dan menoleh kearah Keyra.


" Darimana lo tau bocil ", bingung Ken.


" Taulah. Keyra juga tau kenapa Kak Ken gak bisa tidur ", seru Keyra.


" Kenapa emangnya ", tanya Ken.


" Kak Ken gak bisa tidur gara-gara mikiran Keyra, benerkan ", pernyataan itu yang keluar dari mulut Keyra dan berhasil membuat Ken semakin salah tingkah.


Dio dan Dinda yang menyimak berusaha sebisa mungkin menahan tawa mereka.


" Habis lo Ken ", batin Dinda.


" Terus aja Key bikin dia salting ", batin Dio.


.


.


.


.


.