KEY

KEY
Jagain Keyra


Keyra terdiam, kaku. Mata bulatnya masih menatap mata Kenzie. Keyra hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Kenzie.


" Setelah gue tau gimana hidup Lo waktu kecil, gimana penderitaan Lo, gue mau jagain Lo, Cil ", jelas Kenzie.


" Gue gak mau Lo nikah sama siapapun selain gue, gue mau Lo jadi milik gue ", ucap Kenzie tegas penuh keseriusan dan menatap dalam manik mata Keyra.


Keyra kaget bukan main. Ya, Keyra berpikir kalau Kenzie tidak mungkin sampai ingin menikahinya. Perihal Kenzie suka dengannya pun sampai detik ini Keyra masih bertanya-tanya apakah hal itu benar adanya, atau hanya tipuan Kenzie belaka.


Keyra menatap Kenzie tanpa kedip mencoba mencari celah kebohongan, tapi mata bulat Keyra tidak menemukan itu. Ini benar? Ini nyata? Keyra bertanya dalam hati.


" Key ", panggil Kenzie lembut.


" Ha? Iya Kak ", sadar Keyra dari lamunannya.


" Kamu mau kan? ", tanya Kenzie ambigu.


" Mau ? ", bingung Keyra.


" Nikah sama aku Key ", jawab Kenzie tanpa basa-basi.


Keyra masih terdiam. Bingung harus menjawab apa. Keyra menelan air ludah dengan sulitnya dan menarik dalam nafasnya. Keyra memberi jeda untuk sejenak otaknya berpikir kata apa yang harus ia ucapkan dari mulutnya.


" Kak Kenzie ", ucap Keyra pelan dengan wajah menunduk.


Kenzie terdiam menunggu kata selanjutnya yang akan Keyra ucapkan.


" Keyra gak tau harus jawab apa Kak ", sambung Keyra.


" Karna Keyra gak tau perasaan Keyra sama Kak Ken gimana, Keyra juga belum cerita semua tentang hidup Keyra, Keyra gak tau Kak Ken bisa nerima semua kekurangan Keyra atau enggak, Keyra juga harus ngomong sama Mama, Papa dan Bang Vidi dirumah, juga Keyra harus ngomong juga sama Om Rangga dan Tante Arin yang udah seperti orangtua kandung Keyra, juga Kak Nanda sama Kak Dinda, satu lagi sahabat Keyra, Biya ", ucap Keyra panjang lebar masih dengan wajah menunduk tidak berani menatap langsung Kenzie yang berada dihadapannya.


" Kalau gitu cerita Key, cerita semua tentang hidup kamu yang aku gak tau ", ucap Kenzie lembut dengan perubahan panggilan " Lo Gue " menjadi " aku kamu ".


" Cerita apa aja, aku pengen tau ", tegas Kenzie.


" Maaf Kak , Keyra gak bisa cerita sekarang ", ucap Keyra berlalu begitu saja meninggalkan Kenzie.


...


Dio yang berada di taman belakang tengah menelpon seseorang. Entah kenapa jiwa keponya seakan tenggelam sehingga tidak berniat untuk mendengarkan pembicaraan antara Kenzie dan Keyra di teras tadi. Tak lain, yang tengah berbicara padanya via telpon ialah Vidi.


Dio : Adek Lo baik-baik aja, si Kambing kayaknya mau lamar adek Lo tu (ucap Dio dengan santainya)


Vidi : Seriusan? Wah, ternyata dia beneran mau ngelamar adek gue, gue kira cuma ngomong doang semalem


Dio : Ha? Jangan bilang Lo udah tau


Vidi : Iyalah, Lo lupa kalo gue satu kamar sama calon adek ipar gue itu, ha?


Dio : Emang Kambing ngomong apaan sama Lo semalem, ha?


Vidi : Dia kepo sama Keyra, gue tanya dong ngapain kepo sama adek gue, Lo tau gak dia bilang apa (ucap Vidi membuat Dio penasaran)


Dio : Apaan? (tanya Dio tidak sabaran)


Vidi : Dia bilang mau jagain Keyra