
🏫 Kediaman Irwan, Nia, Vidi
" Kamu sengaja ya mancing-mancing emosi Papa! Jangan salahin Papa sama Mama kalau hidup Keyra lebih menderita lagi! ", ucap lelaki paruh baya penuh dengan emosi diruang keluarga.
" Papa terlalu bodoh bisa percaya sama kamu kalau anak menyusahkan itu dibawa sama orang yang tidak dikenal! ", lanjut Papa Vidi yang menyesal karna sudah mempercayai perkataan anaknya itu.
" Pa salah Keyra apa sampai Mama sama Papa sebegitu bencinya sama Keyra. Semua yang terjadi bukan salahnya Keyra Pa dan gak seharusnya Keyra menanggung semua itu ", saut Vidi.
" Kamu gak tau apa-apa Vidi! ", seru Nia.
" Vidi tau Ma, Vidi tau, apa yang ... ", ucap Vidi terputus.
" Diam! ", bentak Irwan.
" Sekarang juga kamu keluar dari rumah ini Vidi dan semua fasilitas yang ada sama kamu Papa sita semuanya ", tambah Irwan.
" Oke, kalau itu mau Mama sama Papa Vidi dengan senang hati akan keluar dari rumah ini ", saut Vidi sembari memberikan dompet beserta kunci mobilnya kepada Irwan.
*Flashback on
* H-1 Pernikahan Keyra dan Bimo, hari dimana Keyra pergi ke Singapura *
Mobil Vidi telah terparkir didepan rumahnya setelah ia berhasil mengantarkan adiknya ke Bandara. Terlihat diruang tamu Papa dan Mama Vidi serta orang-orang dekor panik mungkin karna sudah menyadari Keyra yang tidak ada dirumah. Bimo dan keluarganya sudah tidak berada dikediamannya.
" Assalamualaikum ", ucap Vidi mengalihkan perhatian semua orang.
" Waalaikumsalam ", balas mereka.
" Vid, kamu dari mana aja?! Anak menyusahkan itu gak ada dirumah sekarang! ", seru Nia yang tak lain Mamanya Vidi.
" Jangan bilang kalau kamu yang udah bawa pergi anak gak guna itu dari rumah! Jawab Vidi! ", tambah Irwan Papanya Vidi.
" Bagaimana bisa tenang Vidi! Besok anak itu akan menikah dengan Bimo dan sekarang dia tidak ada dirumah! ", ucap Nia penuh emosi.
" Vidi jawab apa kamu yang membawa anak gak guna itu keluar dari rumah ini, ha! ", ucap Irwan penuh amarah sembari menarik kerah baju anaknya itu.
Vidi terdiam. Perlahan ia melepaskan tangan Papanya dari kerah bajunya.
" Pa, sabar. Tenang dulu ", ucap Vidi menenangkan.
" Vidi gak tau apa-apa Pa, Ma. Vidi keluar sendirian kerumah teman. Dan Vidi juga gak tau kalau sekarang Keyra gak ada dirumah ", bohong Vidi berusaha meyakinkan.
Vidi menangkap wajah Papa dan Mamanya yang tidak percaya dengan perkataannya.
" Ma, selama ini emang pernah Vidi ngebelain Keyra? Enggak kan?! Mama sama Papa selalu mengancam akan membuat hidup adik Vidi itu makin menderita kalau Vidi melindungi dia. Apa Mama sama Papa masih mengira kalau Vidi yang membawa Keyra keluar dari rumah ini? ", jelas Vidi parau mengingat betapa menderitanya hidup adiknya itu.
" Jangan kamu sebut nama anak itu dan jangan kamu sebut dia sebagai adik kamu Vidi! ", ucap Nia penuh penekanan dan emosi.
" Why? Apa salah Vidi menyebut Keyra sebagai adik Vidi. Keyra emang adik Vidi Ma ", jawab Vidi melawan.
" Vidi! ", bentak Irwan.
" Kenapa Pa? Vidi salah? Ohh iya, tadi Papa sama Mama menanyakan Keyra kan? Vidi jawab aja sekarang, kalau Keyra dibawa sama orang yang gak dikenal, tadi pas perjalanan Vidi pulang kerumah Vidi lihat dia dibawa paksa masuk kedalam mobil ", jelas Vidi berbohong.
" Kenapa kamu bilang kalau kamu gak tau pas Papa tanya tadi Vidi. Kamu jangan main-main sama Papa ", ucap Irwan yang emosinya semakin memuncak merasa dipermainkan oleh anaknya itu.
" Vidi emang gak tau Pa kalau Vidi pulang ternyata Keyra gak ada dirumah, karna Vidi pikir ya orang itu suruhan Papa sama Mama makanya Vidi langsung lanjut jalan aja tadi ", jelas Vidi yang sebenarnya menyindir kedua orangtuanya itu.
" Udah lah Vidi gak mau ikut campur, Vidi kekamar dulu ", seru Vidi yang langsung meninggalkan semua orang termasuk kedua orangtuanya yang masih tersulut emosi.
*Flashback off