
nena menggeleng geleng kan kepala melihat tingkah key,tiba tiba iya menepuk sendiri jidatnya "Shittt.,npa gue bilang ke key,pasti dia kena masalah lagi nie".sesalnya,nena baru sadar kalau key itu paling tidak bisa mengontrol emosinya.
"gue harus nyari bantuan" batinya sambil berlari menyusuri koridor sekolah yang sepi,tentu saja pasti sebagian siswa berada di kantin sekolah mengingat sekarang sudah jam istirahat.
"Kak Dave!!".pekik nena saat melihat dave yang baru saja keluar dari ruang osis.
nena langsung menghampiri dave.
"Ada apa?".tanya nya datar saat nena sudah ada di depanya.
"Di toilet atas ada pembulyyan kak".ucap nena menjelaskan.
dave melototkan matanya mendengar ucapan nena "Loe yakin?".
"Astagaa kak,,Gue yakin,malahan gue denger sendiri tadi".jawab nena bersungguh sungguh.
Dave langsung berlari menuju toilet yang berada di lantai dua.dengan kaki panjang nya ia menaiki tangga sangat cepat.
sampainya di depan toilet,dave melihat siswa laki laki tengah terduduk lemah dengan wajah babak belur.
ia menghampiri siswa itu "Siapa yang lakuin ini?".tanyanya.
karna masih lemah,siswa itu hanya menunjuk ke dalam toilet sebagai jawaban.dave segera masuk ke dalam toilet tersebut dan terkejut saat melihat key dan empat siswa yang terbaring tak sadarkan diri dengan luka luka di tubuhnya.
"Apa yang sudah kamu lakukan KEYSA!!!!!".
teriak dave membuat key terkejut.
"Sa...sayaa lagi...".
ucapan key dipotong dave "Kenapa kamu Selalu buat masalah Hah??!!".ucap dave dengan suara yang ditinggikan.
tanpa mau dengar lagi alasan dari key,dave langsung menarik key dengan kasar keluar dari toilet.
"Bawa mereka semua ke Uks".titah dave saat berpapasan dengan Aldo dan beberapa siswa lainya yang juga mendapat kabar pembulyyan ini dari nena di depan toilet .
sedangkan ia masih menarik lengan key dengan kasar menuju ruang BK.key hanya bungkam dan santai,ia tidak sedikitpun merasa takut karna ini bukan kesalahanya.
Sesampainya di ruang BK,dave langsung melaporkan apa yang tadi terjadi.
"Ada apa ini?".tanya ibu Mala selaku guru BK saat melihat dave dan key masuk ke ruangnya.
dave menatap sinis ke arah key ."Maaf bu..saya mau melaporkan bahwa tadi terjadi pembulian di toilet atas,dan pelakunya dia bu".jelas dave sambil menunjuk key.
key emosi mendengar ucapan dave,ia tidak terima karna di tuduh."Maaf sebelumnya...bukan saya yang membulyy buk,tapi sya yang menolong siswa yang di bulyy tadi".timpalnya dengan penuh penekanan .
ibu mala berpikir dan memilih mendengar penjelasan mereka.
"loe ngk usah bohong dech,gue liat sendiri kalau disitu ada lima siswa laki laki yang babak belur dan cuma elo disitu yang ngk kenapa napa".ucap dave .
"Loe ngk punya mata Hah?nie liat hidung Cantik gue berdarah gini".timpal key tidak terima sambil mengusap darah yang masih keluar dari hidungnya.
"Bisa ajah loe kena tonjok tadi,DASAR PREMAN!!!".ucap dave tidak mu kalah.
key mendengus kasar dan amarahnya makin memuncak,ia hanya bermaksud membantu orang tapi ia malah di tuduh begini.tanganya mengepal menyalurkan semua amarahnya di sana
ibu mala yang sedari tadi terdiam menghela nafas.
"Sekarang kamu jawab saya Keysa anandita,knapa kamu melakukan ini?kamu itu seorang pelajar,tidak seharusnya kamu bertingkah seperti preman,apalagi kmu ini kan seorang wanita".ucap ibu mala.
"Maaf yah bu,saya sudah bilang kalau sya itu hanya menolong,bukanya membulyy".jelas key dengan emosi yang makin menjadi.
"Mana ada preman kayak kamu mau ngaku!!!".bentak ibu mala membuat key semakin emosi.
key langsung berdiri dari duduknya.
Brakkkk!!!!
Meja yang berada di depan mereka hancur hanya dengan satu gebrakan saja dari tangan key.
dave dan ibu mala pun terkejut melihat betapa kuatnya gebrakan key,sedangkan key langsung keluar ruangan itu dengan darah yang becucuran ditanganya akibat terkena pecahan beling dari gelas di meja yang di hncurkanya tadi.
key keluar dari ruangan itu dengan emosi yang memuncak,tangannya mengepal kuat.ia sama sekali tidak merasakan perih dari lukanya.
nena kaget saat melihat keadaan key,
"Key..lo kenapa?".tanya nena.
tidak ada jawaban dari key,ia hanya berjalan terus tanpa mengubris ataupun menatap nena.
pasti ada masalah,batinya.nena pun bergegas menuju ke ruang Bk.
Tok tok tok
"Permisi bu,,,kak".ucap nena dengan sopan saat masuk ke ruangan bk.dave yang masih berada disana merasa heran karna kedatangan nena.
"Iya ada apa?".tanya bu mala.
nena melirik ke arah dave "Sya mau jelaskan masalah tadi bu,sebenarnya bukan keysa yang membullyy kakak kelas dan teman kami tadi".
nena kembali menatap dave yang terlihat kebingungan "Sebenarnya keysa yang menolong teman kami tadi saat sedang di bully oleh ke empat kakak kelas buk,,keysa memang suka berantem,tapi dia tidak akan memukul orang yang tidak bersalah,,,saya yang menjadi saksinya bu,kalau ibu dan kak dave masih tidak percaya silahkan tanya ke joko,joko itu siswa tdi yang kena bully ".lanjut nena.
"Apa kamu yakin??".tanya ibu mala.
nena hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Terima kasih atas penjelasan kamu,Sya akan menghukum ke empat siswa yang membbuly".ucap ibu mala.
"Sama sama bu,saya permisi dulu".ucap nena lalu keluar dari ruangan itu segera untuk mencari keysa.
"Sya juga keluar dulu bu".kata dave ikut keluar dari ruangan.
ada rasa penyesalan yang dirasakan dave karna telah menuduh keysa yang ternyata tidak bersalah.seketika ia teringat kalau hidung dan tangan keysa tadi sempat terluka.
tadi lukanya cukup parah,kasian juga tuh anak,udh ngk salah malah gue marah marahin. batin dave .
Tinggalkan jejaknya yahh readrss