
Dio dan Vidi menahan diri untuk tidak tertawa , sedang Ken menghembuskan nafasnya kasar.
" Dasar bocil! Hobinya nguji kesabaran gue ", batin Ken.
" Gue minta maaf ya Ken, gue sebagai abang yang udah Master ngadepin tingkah Keyra benar-benar minta maaf atas sikap adek gue ", ucap Vidi tulus menatap Ken yang wajahnya masih di tengkuk karna kekesalannya atas keabsurd-an Keyra tadi.
Ken menoleh ke arah Vidi.
" Santai aja, Vid. Ga apa-apa, gak perlu minta maaf sama gue ", jawab Ken tersenyum tipis ke arah Vidi.
" Tenang aja, Vid. Si Kambing seneng kok sama sikap adek lo yang cerewet itu, malah gak jarang dia yang sengaja mancing keributan sama Keyra ", jawab Dio yang selalu berhasil membuat telinga Ken panas mendengarnya.
" Gue gantung sahabat gue sendiri di menara Eiffel dosa gak ya? Gedek banget gue lama-lama sama Sapi yang mulutnya gak ada rem ni ", batin Ken.
" Yo, lo bisa diam gak! ", ucap Ken dengan tatapan seriusnya yang berhasil membuat Dio kicep.
Dio tidak mengatakan apapun. Tangannya bergerak seolah tengah mengunci mulutnya, setelahnya tangannya terangkat membentuk huruf V dan tersenyum lebar ke arah Ken.
Dio beralih ke arah Vidi.
" Ya udah, Vid, sekarang biar gue sama Ken antar lo dulu ke hotel biar lo juga bisa langsung istirahat di sana, atau kalau emang lo ilfeel sama Ken gue bisa antar lo ke hotel yang satunya tapi emang agak jauh dari sini, soalnya hotel yang ditempati Ken kamarnya udah penuh semua ", ucap Dio menjelaskan yang tak pernah absen membully Ken disetiap kalimatnya.
Vidi tertawa pelan mendengar ucapan Dio yang selalu memojokkan Kenzie.
" Gak apa-apa, Di. Gue takutnya malah Ken yang ilfeel sama gue ", ucap Vidi sembari menoleh ke arah Ken.
" Eh enggak kok, gue malah seneng ada temen ngobrol ", jawab Ken tersenyum simpul.
" Ya senenglah, biar bisa tanya apapun tentang Keyra, bonus biar dapat restu dari calon abang ipar ", saut cowok bernama Dio yang seakan tidak membiarkan hidup si cowok dingin bernama Ken tenang.
.
.
.
Sehabis mengantarkan Vidi, Ken dan Dio menuju pulang ke rumah orangtua Dio. Didepan pintu masuk rumah, berdiri seorang gadis pendek berjilbab dengan tangan berkacak pinggang, siapa lagi kalau bukan Keyra. Keyra memasang wajah marahnya dan menatap kesal dua orang cowok yang berjalan ke arahnya.
" Katanya setengah jam lagi nyampe ! Tapi kenapa lebih dari setengah jam ! Kak Nanda kemana, ngapain ! Trus kenapa Om tua ini ikut kesini ! ", omel Keyra.
" Eh tuyul, diem lo ! Emang kenapa kalau gue kesini ? Lo gak suka ? Lo mau ngusir gue ? Lagian Kakak Lo ni yang maksa gue kesini ", saut Ken tidak terima.
" Enak aja ngatain orang Tuyul, hati-hati mulutnya, entar suka lagi sama Tuyul yang cantik ini ", ucap Keyra asal ceplos tanpa tau dampak dari ucapannya buat jantung Ken.
" Sumpah ini anak gue sambel juga nanti mulutnya. Gak tau apa dampak ucapannya buat jantung gue. Ya Allah ... bisa-bisanya gue mati gaya didepan bocil ", batin Ken sembari menoleh kearah lain berusaha menstabilkan kerja jantungnya yang tiba-tiba terpompa cepat setelah mendengar ucapan asal yang keluar dari mulut seorang Keyra Arisha.
.
.
.
.
.
Maaf yaa lama update 🙏🙂