KEY

KEY
Gara-gara Puding dan Cemilan


Dio benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya, tawanya pecah mengisi seisi ruangan tersebut. Arin yang hampir selesai dengan urusannya di dapur pun penasaran apa yang terjadi diruang keluarga.


" Ada apa ini? ", tanya Arin yang datang dengan nampan ditangannya. Nampan yang berisikan beberapa puding dalam cup-cup kecil.


Arin meletakkan nampan tersebut diatas meja. Keyra yang melihat lezatnya puding coklat didepan matanya langsung mengambil tiga buah cup puding dan itu tidak lepas dari perhatian Rangga, Arin, Dio dan Ken. Arin dan Rangga hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat kelakuan Keyra.


Dio dan Ken memandang tidak bersahabat kepada Keyra.


" Habisin aja semua Dek ", singgung Dio.


" Sekalian sama nampannya Lo makan ", Ken ikut menimpali.


" Tinggal ambil aja Kak, ribet banget hidupnya, emang suka ngiri ni om-om berdua sama Keyra ", saut Keyra yang perhatiannya kearah puding yang ada di pangkuannya.


" Diem bocil ! ", saut Dio dan Ken bersamaan.


Dio dan Ken saling berpandangan. Keyra mengalihkan perhatiannya dari puding ke arah Ken dam Dio.


" Ngapain Lo ngikutin gue ", ucap Dio.


" Enak aja, Lo tu ngikutin omongan gue ", saut Ken tidak terima.


" Cieee .. samaan ngomongnya ", olok Keyra dengan tatapan mengejek keduanya.


" Diem ", ucap Ken dan Dio bersamaan lagi.


Keyra menahan tawanya melihat kejadian tersebut. Bahaya jika harus menertawakan dua singa dihadapannya, bisa-bisa dua singa itu mengamuknya, pikir Keyra.


Arin yang duduk di samping suaminya. Melihat kelakuan gadis remaja dengan dua pria yang bukan lagi remaja membuat Arin dan Rangga hanya bisa senyum-senyum sendiri.


" Udah udah, ini dari tadi gak selesai-selesai ributnya, makan pudingnya tu entar habis dimakan adeknya ", ucap Arin menengahi mereka.


" Iya, makan dulu pudingnya tu, nanti kita baru lanjut ke sesi sidangnya ", ucap Rangga ambigu.


" Sidang apa, Pa? ", tanya Arin yang tidak paham.


Kenzie yang mendengar itu seketika terbatuk-batuk. Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa gatal. Ia pun mengambil segelas air putih yang memang sudah ada diatas meja dari tadi.


" Dio ikut ya Pa ", timpal Dio yang mendapat anggukan dari Papanya. Bapak dan anak itu memang juara perihal mengerjai orang. Dan kali ini mangsanya ialah Kenzie.


" Habis dah gue malam ini ", batin Kenzie.


~ 20 menit berlalu ~


Mulut Keyra sedari tadi tidak berhenti mengunyah. Kali ini Keyra memakan cemilan yang memang ditaruh di ruang keluarga tersebut. Sedang Ken sedari tadi seakan hendak dihukum gantung, saat tadi memakan puding pun seakan puding yang mendarat di mulutnya hambar tidak ada rasa apapun.


Walaupun begitu, jiwa Ken yang memang suka mengomentari Keyra tetap tidak padam. Seperti saat ini, melihat Keyra yang tidak berhenti mengunyah bahkan saat dirinya akan disidang Papa dan Kakaknya, membuat Ken tidak habis pikir dengan gadis disampingnya.


" Cil, Lo gak cape ngunyah dari tadi ", ucap Kenzie yang hanya mendapat gelengan kepala dari Keyra. Perhatian Keyra masih pada cemilan didalam toples yang ia pangku.


" Itu cemilan yang tadinya penuh sampai sisa setengah gitu dek ", timpal Dio yang perhatiannya sedari tadi tidak luput dari adiknya.


" Lagian ini cemilan masih penuh aja Keyra liat, makanya Keyra makan daripada mubazir, kan mubazir gak boleh ", bela Keyra.


" Bisa aja bocil ngelesnya ", saut Dio tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya.


" Lo lapar apa doyan? Udah berapa hari gak makan Lo? ", tanya Kenzie lebih tepatnya menyindir.


" Mau? ", tawar Keyra menyodorkan toples dari pangkuannya kehadapan Kenzie.


" Kalau mau bilang, jangan malu-malu Kak " , ucap Keyra mengejek Kenzie.


Ken tidak menggubris. Ken menggaruk kepalanya frustasi menghadapi gadis yang entah kenapa selalu membuatnya penasaran akan kehidupan gadis itu. Ia kembali membenarkan posisi duduknya dengan bersandar di sandaran kursi.


" Astaga .. kenapa bisa gue suka sama bocil kayak gini ", batin Ken.


" Kenapa Ya Allah ", batin Ken menangis 😭😭.