KEY

KEY
Udah Gue Tebak


" Lo mau ngebahas apa? ", tanya Ken yang baru masuk kedalam kamar Dio, menemui Dio yang lagi rebahan diatas kasur.


" Lo dari mana? ", tanya Dio.


" Gue dipaksa nemenin adek lo ngambil baju. Ribet banget adek lo tu! ", kesal Ken sembari ikut merebahkan dirinya disamping Dio.


" Emang Mama Papa the best, gak sia-sia gue minta bantuan Mama Papa buat ngedekatin dua anak itu ", batin Dio mengulum senyumnya.


" Ngapain lo senyam senyum? ', tegur Ken yang sadar akan ekspresi Dio yang membuat dia curiga.


" Curiga gue, lo kan yang udah nyuruh Mama sama Papa lo yang nganter itu anak itik ngambil baju! Ngaku lo, sapi! ", geram Ken sembari melemparkan bantal yang berada dekat dengan jangkauannya.


" Gak! Lo mah suka berprasangka buruk sama gue ", elak Dio.


" Lagian lo juga suka kan bisa deket-deket sama adek gue itu, ngaku lo! ", balas Dio menginterupsi Ken.


" Gak lah ", ucap Ken gelagapan.


" Ah ketauan lo! Gue kenal lo udah lama kambing! Jadi gue tau gelagat-gelagat lo kalo kesemsem sama cewek begimane ", ledek Dio.


" Apaan sih lo! Udah to the point aja, lo mau ngebahas apaan? ", tanya Ken berusaha menghindari topik.


" Keyra ", jawab Dio singkat.


" Keyra? Emang itu anak kenapa? ", jawab Ken yang kini membenarkan posisinya bersandar ditempat tidur.


" Semangat banget lo ", seru Dio.


" Gue penasaran aja ", jawab Ken seadanya.


" Terserah lo deh, mau nyembunyiin sampai kapan ", pasrah Dio.


" Gue curiga kalau Keyra bukan adik kandung Vidi ", tebak Dio.


" Kok lo bisa ngira gitu? ", tanya Ken lagi, Dio hanya tersenyum penuh arti.


" Yo ", panggil Ken.


" Hmm ... entar gue cerita kenapa gue bisa ngira gitu, gue mastiin dulu apa yang ada dipikiran gue ", jelas Dio.


" Trus? ", bingung Dio menatap Ken dengan mengangkat sebelah alisnya.


" Orang tua Keyra udah meninggal ", bisik Ken hati-hati yang membuat Dio terkejut.


" Serius lo? Tau dari mana? ", penasaran Dio.


" Dia sempat cerita kemaren yang pas lo sama Dinda ke balkon itu, cuma dia gak cerita lebih detail sih, tetap aja adek lo tu nyebelin, udah serius gue ngedengerin ehh malah mutusin cerita ", ucap Ken panjang lebar dan kesal mengingat Keyra yang tiba-tiba berhenti cerita saat ia sedang serius mendengarkan saat itu.


Dio yang melihat ekspresi Ken hanya bisa tertawa kecil.


" Eh, Yo, Keyra juga ngebiayain sekolahnya sendiri. Dia kerja waktu masih SD ", ucap Ken serius.


" Kasian ya, dibalik dia yang nyebelin kayak gitu eh tau-taunya ... ", ucap Ken terputus sadar akan ucapannya yang berlebihan, ditambah melihat ekspresi Dio yang seakan-akan sudah mulai ingin meledeknya.


" Ehm .. itu maksud gue, ya .. gitu, pokoknya gitu deh ", ucap Ken gelagapan menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah menahan malu.


" Ken, lo jujur aja sama gue, gue udah kenal lo dari dulu, gak ada salahnya lo ngebuka hati ", ucap Dio serius.


Ken terdiam. Ken menuju balkon kamar Dio dan berdiri disana menatap lurus kedepan. Dio mengikuti dari belakang dan menepuk pelan bahu sahabatnya itu.


" Gak selamanya lo menutup hati ", ucap Dio lagi.


" Gue bingung Yo sama perasaan gue, gue coba buat ngelak tapi kayaknya gue gak bisa, makin kesini gue makin penasaran sama Keyra ", ucap Ken akhirnya jujur.


" Udah gue tebak ", batin Dio.


.


.


.


.


.