KEY

KEY
Gue Suka Sama Lo


Malam kedua Dinda, Key dan Ken menginap dirumah Dio pun tiba. Sebenarnya mereka bertiga sudah ingin pulang sejak sore tadi tapi ditahan oleh Rangga dan Arin. Rangga dan Arin mengajak mereka bertiga untuk makan malam di restoran tempat dimana Dio pernah mentraktir Keyra pas pertama kali sampai di Singapura.


Rangga, Dio dan Ken sudah siap dan sedang menunggu tiga wanita yang sedari tadi masih belum terlihat batang hidungnya. Ketiga lelaki itu sudah sekitar dua puluh menit menunggu ketiga wanita keluar dari kamar masing-masing. Sungguh melelahkan menunggu wanita yang bersiap-siap ketika hendak keluar pikir mereka.


" Maaf ya, Mama lama ya ", ucap Arin yang baru saja keluar dari kamar.


" Lama banget sih Ma ", gerutu Dio.


" Ya maaf Kak ", saut Arin.


" Dinda sama Keyra belum keluar kamar? ", tanya Arin yang ikut mendudukkan tubuhnya disofa samping Rangga.


" Ya kalau udah pasti ada disini Ma ", ketus Dio.


Arin terkekeh melihat anak sulungnya yabg yang terlihat kesal.


" Kenapa sih cewek kalau diajak jalan pasti dandan nya lama ", gerutu Dio.


" Cowok aja yang gak sabaran Kak ", saut Arin membela.


Dio tidak menyahut. Percuma saja berdebat dengan wanita termasuk Mamanya, pikirnya. Tak lama kedua wanita yang ditunggu menuruni anak tangga karna kamar mereka yang berada diatas.


" Lama banget Yang ", seru Dio setelah Dinda dan Keyra bergabung dengan mereka.


" Maaf maaf ", saut Dinda.


" Ehh bocil ngapain lo dandan kayak gini mau tebar pesona, ha?! ", ucap Kenzie pada Keyra yang berdiri dihadapannya.


" Apaan sih, gak jelas banget ", saut Keyra.


" Udah-udah, ayo kita berangkat, keburu malam nanti ", ajak Rangga sembari beranjak dari duduknya diikuti Dio, Arin, dan Ken.


Sekitar tiga puluh menit mereka pun sampai didepan restoran milik keluarga Dio. Mereka menggunakan satu mobil yang disetir oleh Rangga. Ken dan Key yang duduk di deretan kursi paling belakang tak henti-hentinya berdebat sepanjang perjalanan membuat mereka yang mendengarnya hanya bisa menggeleng kepala.


" Keyra dulu keluar ", seru Keyra.


" Bentar bocil, gue beneran tali sepatu gue dulu ", jawab Ken yang sebenarnya sengaja menghadang jalan Keyra untuk keluar mobil.


" Oy cepetan ", ucap Dio setengah berteriak dari luar karna hanya Ken dan Key yang belum keluar dari mobil.


" Cepetannnn... Keyra mau keluarr ", teriak Keyra sembari memukul bahu Ken.


" Jangan teriak bocil entar dikira gue ngapa-ngapain lo ", seru Ken dengan tatapan tajamnya.


Keyra terdiam. Perasaan takut menyelimutinya.


Kenzie yang sadar akan diamnya Keyra memanfaatkan waktu itu.


" Sekarang Ken waktunya ", batin Kenzie pada diri sendiri.


" Key ", panggil Kenzie yang membuat Keyra yang tadinya menunduk kini mendongakkan wajahnya perlahan-lahan menatap Kenzie.


" Ya ", jawab Keyra pelan hampir tak terdengar.


Kenzie menatap lekat wanita itu. Menatap kedua bola mata wanita itu secara bergantian. Berusaha mencari tahu segala tentang wanita dihadapannya dari bola mata yang indah itu.


Keyra yang ditatap menelan air ludahnya dengan sulit. Entah apa yang dirasakan gadis itu. Keyra mengalihkan pandangannya ke segala arah berusaha menghindari tatapan mata milik Kenzie.


" Ehem.. ", Kenzie berdehem, tenggorokannya seakan kering dan sulit untuk mengeluarkan kata-kata yang ingin ia ucapkan.


" Key ", panggil Kenzie lagi dan membuat Keyra kembali menatap kearahnya.


" Kenapa kak? Jangan bikin Keyra takut ", ucap gadis itu pelan dan lembut.


" Gue suka sama lo ", ucap Ken cepat dan segera keluar dari mobil meninggalkan Keyra yang masih terpaku.


.


.


.


.


.