KEY

KEY
Jodoh Gak Ada yang Tau


" Emang Kak Ken mau tanya apa? ", ucap Keyra dengan tatapan polosnya pada Ken yang menatapnya dalam.


" Gila si Kambing, cepet banget luluhnya ", gumam Dio yang masih berusaha menguping pembicaraan antara Kenzie dan Keyra.


Tanpa Dio sadari, gumaman-nya itu didengar oleh Kenzie. Keyra sendiri tidak sadar, mungkin karna kalut dengan pertanyaan besar di kepalanya mengenai apa yang ingin Kenzie tanyakan padanya.


Kenzie menoleh pada Keyra yang juga menolehnya. Kenzie memberikan isyarat pada Keyra untuk diam. Keyra bingung, seketika pula Kenzie bersuara dengan volume yang sengaja dibesarkan.


" Ehem ... Nguping aja Lo ! Gak ada kerjaan lain apa ! ", singgung Kenzie pada Dio yang sedari tadi menguping pembicaraannya dengan Keyra.


Dio yang mendengar itu, keluar dari persembunyiannya. Dio hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidaklah gatal ditambah dengan cengiran kudanya.


" Sejak kapan Lo jadi kepo gini, ha?! ", kesal Kenzie pada Dio yang masih berdiri diambang pintu dengan wajah tertangkap basah.


" Gue bukan kepo, gue cuma mau mastiin aja kalau Lo gak ngomong yang macam-macam sama Keyra ", kilah Dio yang kembali duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi yang diduduki oleh Kenzie dan Keyra.


" Alasan aja Lo! ", kesal Kenzie.


" Iya, alasan aja ", saut Keyra tiba-tiba yang membuat Kenzie dan Dio menoleh kearahnya.


" Nyaut aja bocil ", Dio.


" Hehehe ", Keyra hanya menyengir.


" Kak Nanda kenapa masih disini? ", tanya Keyra.


" Emangnya kenapa? Gak boleh? ", tanya Dio balik.


Kenzie hanya menyimak. Menunggu kata-kata ajaib apa lagi yang akan keluar dari mulut gadis cerewet itu.


" Duduk sini sih boleh, yang gak boleh itu nguping pembicaraan orang ", jawab Keyra menjelaskan pada Dio dengan santainya.


Kenzie mengulum senyumnya mendengar kata-kata yang Keyra ucapkan.


" Siapa yang mau nguping? Kakak cuma mau duduk di sini aja. Yang duluan duduk sini kan Kakak, trus kalian yang ikutan ke sini ", saut Dio membela diri.


" Ohh .. ya udah Kak Ken, kita ngobrol ditempat lain aja ", ucap Keyra membuat Kenzie sedikit kaget dengan apa yang didengarnya, tak terkecuali Dio.


" Bahaya, disini ada orang kurang kerjaan, keponya udah sampai ke ubun-ubun ", ledek Keyra pada Dio.


" Eh anak itik, sejak kapan belain ni Kambing butek ", saut Dio kesal.


" Apa Lo bilang ?! Lo tu Sapi gembrot ! ", ledek Kenzie tak mau kalah.


" Udah udah, sesama jelek gak usah saling hina ", ucap Keyra menenangkan walaupun ucapannya membuat dua lelaki didekatnya semakin kesal.


" Diem Tuyul ! ", ucap Dio dan Kenzie kompak dengan pandangan mereka yang tajam kearah Keyra.


" Hehehe ... peace ", cengir Keyra dengan menghadapkan dua jari yang membentuk huruf V.


" Kak Ken, mau ngomongnya disini? Gak apa-apa kalau si kepo ada disini? ", ucap Keyra pada Kenzie.


" Kita ngomong di teras luar aja cil ", jawab Kenzie yang beranjak dari duduknya.


" Cil ? ", bingung Keyra dengan satu alis terangkat.


" Bocil ", jelas Kenzie dan langsung pergi menuju teras luar meninggalkan Keyra yang masih loading sedang Dio menahan tawanya.


" Enak aja bilang orang bocil, dasar Om-om tua ! ", kesal Keyra setelah sadar atas panggilan yang Kenzie berikan tadi padanya.


" Bocil bocil, jangan suka marah-marah sama Om-om tua itu, entar jodoh lagi ", ledek Dio.


" Gak bakal, cowok banyak ngapain sama Om-om tua nyebelin itu ", ogah Keyra.


" Jodoh gak ada yang tau Keyra Arisha ", ucap Dio beranjak dari duduknya dan mengusap lembut puncak kepala Keyra setelah akhirnya pergi ke kamar meninggalkan Keyra yang kepikiran dengan ucapan Dio.