
' Kamu udah makan? ', tanya Ken kemudian.
' Udah om ', jawab Keyra seraya tersenyum tipis kearah Ken.
Ken terdiam.
' Manis ', batin Ken, sebelah sudut bibirnya terangkat.
Key yang melihat senyum tipis Ken itu malah merasa malu dan kembali menunduk. Tingkah Keyra itu berhasil membuat pria dingin yang duduk dihadapannya tertawa kecil. Ken segera menghentikan tawanya dan memasang wajah dinginnya kembali.
' Heh.. didepan lo ada orang kenapa lo malah nunduk gitu? ', ucap Ken dengan nada yang membuat siapa saja mendengarnya akan kesal.
Key mendongak, kini wajahnya terlihat kesal dengan bibir yang mengerucut. Apalagi melihat Ken yang duduk bersandar dengan tangan terlipat didada serta tatapannya yang dingin membuatnya benar-benar semakin kesal.
' Kenapa? ', tanya Ken mengangkat dagunya.
' Gak! ', jawab Keyra ketus mengalihkan pandangannya.
Ken tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya. Ken melepaskan sandarannya dan menyerahkan makanan yang ia pesan tadi.
' Ini buat lo ', ucap Ken meletakkan makanan dihadapan Keyra. Keyra yang sadar itu mengalihkan pandangannya ke arah makanan.
' Apa ini om ', tanya Keyra menatap Ken.
' Makanan buat lo ', jawab Ken.
' Keyra udah kenyang om, kan udah Keyra bilang Key udah makan. Om budek ya? ', ucap Keyra seenaknya seraya menatap wajah Ken dengan muka polosnya.
Ken yang tadinya merasa iba dengan bocah dihadapannya seketika berubah kesal setelah mendengar kalimat terakhir yang dengan mulus keluar dari mulut Keyra.
' Coba ulang kalimat terakhir lo? ', ucap Ken dengan suara beratnya dan wajah yang datar.
Key dengan polosnya mengulang kalimat terakhirnya tanpa ada rasa takut sedikit pun terhadap sosok lelaki yang tatapannya seolah ingin menerkam mangsanya.
' Om budek ya? ', ucap Keyra mengulang.
' Gue heran sama lo, lo emang buta atau pura-pura buta. Lo gak liat muka gue kayak gini ', ucap Ken seraya menunjuk kearah wajahnya.
' Liat kok. Muka om kan emang kayak gitu ', jawab Keyra santai seraya menunjuk kearah wajah Ken.
Ken tersentak, tatapan mata Keyra serta gaya bicaranya barusan sama persis dengan seseorang beberapa tahun yang lalu.
' Kayak gitu gimana maksudnya? ', tanya Ken setelah mengembalikan fokusnya.
' Jelek! ', jawab Keyra santai.
Gebrak !!!
Ken menggebrak meja seraya berdiri hingga membuat pengunjung di restoran itu melihat kearah mereka. Key yang duduk dihadapannya kaget dengan apa yang dilakukan oleh Ken. Keyra merasa perkataannya tidaklah keterlaluan, tapi kenapa dia begitu marah, pikir Keyra.
' Lo emang gak tau terimakasih ya! Nyesel gue nyamperin lo kesini dan beli makanan ini buat lo! ', marah Ken yang semakin mengundang perhatian orang-orang disekitar mereka.
Keyra hanya bisa menunduk, sebisa mungkin dia menahan agar bulir-bulir air matanya tidak jatuh. Segera dia beranjak dari duduknya membayar makanannya di kasir dan segera berlalu dari restoran itu.
Ken yang sadar dengan perbuatannya duduk kembali sambil mengatur nafasnya. Dia melihat kearah sekitar yang menampakkan orang-orang menatap kearahnya. Ken segera berlalu dari sana merasa tidak enak dengan tatapan orang-orang itu.
' Lo kenapa sih Ken ', batin Ken sembari melajukan langkah kakinya.
' Keyra Arisha, kenapa lo sangat mirip sama dia, kenapa lo harus bersikap kayak tadi yang buat gue kembali ingat sama momen-momen bareng dia ', batin Ken lagi.
Ken berhenti didepan kamar Keyra. Ken berniat untuk mengetuk pintu tapi ia urungkan tatkala mendengar isak tangis dari dalam. Ken mendekatkan lagi daun telinganya hingga bersentuhan dengan daun pintu kamar Keyra.
Ken terhenyak mendengar isakan tangis Keyra yang begitu jelas dia dengar.
' Bukan salahnya, Ken ', batin Ken menyesal.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca ☺️