KEY

KEY
Giliran Gue


" Kok bocil ini tau sih? Arghh ... malu banget gue ", batin Ken.


" Tu kan diem aja, berarti bener gak bisa tidur gara-gara mikiran Keyra dari tadi ", seru Keyra tanpa memperdulikan betapa malunya Ken saat ini.


" Bener dek, dari tadi katanya penasaran tu sama kamu ", saut Dio yang mendapat pelototan tajam dari Ken.


" Keyra juga sama, Keyra penasaran sama Kak Ken ", polos Keyra.


" Ya ampun ini anak gak tau apa ini jantung gue udah mau loncat bocil ", geram Ken dalam hati.


Ken membenarkan posisinya menjadi duduk bersila bersandar pada punggung kasur. Ken melihat serius kearah Keyra.


" Penasaran kenapa? Mau nanya apa? Kenapa penasaran? Naksir lo sama gue? Ha? ", tanya Ken secara beruntun.


" Iya ", jawab Keyra singkat tapi berhasil membuat Ken salah tingkah lagi.


" Dek, beneran naksir sama ni kambing ", interupsi Dio yang kaget dengan jawaban singkat adiknya itu.


" Ha? Naksir? Gak lah! Siapa juga mau sama om nyebelin kayak ini ", jelas Keyra.


" Terus lo bilang iya tadi kenapa bocil ", geram Ken.


" Gak kenapa-napa, cuma mau bilang iya aja. Gak boleh emangnya? ", bela Keyra.


" Au ah, ngomong sama lo emang nguji kesabaran gue banget ", kesal Ken yang membuat Dio dan Dinda tertawa puas.


" Puas lo berdua liat gue berhadapan sama ini bocah ", seru Ken pada sepasang kekasih yang menertawakan dirinya.


" Puas banget ", jawab mereka kompak.


" Kak ", panggil Keyra.


" Hmm ", saut Ken dengan malas menatap lurus kearah Keyra.


" Kakak kenapa tinggal di hotel? Kenapa gak tinggal disini aja? Kakak ada masalah keluarga ya? Kakak kabur? Atau ... ", tanya Keyra menggantung.


" Satu-satu nanyanya, gue bingung mau jawab yang mana bocil ", seru Ken.


" Oke-oke, satu-satu ya. Yang pertama kenapa kak Ken tinggal di hotel? ", ucap Keyra.


" Gak punya apartemen di sini makanya tinggalnya di hotel abang lo itu ", jawab Ken.


Dio yang mengira Keyra masih belum mengetahui kepemilikan hotel itu pun memelototi Ken.


" Keyra udah tau kak ", seru Keyra tanpa melihat kearah Dio.


" Ha? Apaan dek? ", elak Dio.


" Udah gak usah bohong lagi, kenapa gak bilang kalau hotel itu punya keluarga Kak Nanda? ", interupsi Keyra menatap tajam kearah Dio.


" Ehm .. itu .. anu .. e ", gagap Dio.


" Udah gak usah dijawab ", seru Keyra.


" Kenapa gak tinggal disini aja? ", tanya Keyra lagi.


" Gak enak Key, abang lo ngegratisin kalo gue tinggal disini, gue tinggal di hotel aja mau di gratisin sama dia, gue gak mau banyak hutang budi sama keluarga Dio ", jelas Ken.


" Kakak kabur? ", tanya Keyra hati-hati.


" Gak kabur, lebih tepatnya ngehibur diri aja Key, nenangin diri ", jelas Ken menatap kesembarang arah.


" Dari? Ehm maksud Keyra nenangin diri dari masalah apa? ", tanya Keyra belum puas.


Ken melihat kearah Keyra, menatap kedua manik gadis itu. Ada perasaan tidak tega jika ia tidak memberikan jawaban atas pertanyaan gadis didepannya.


" Kenapa gue mudah banget ngejawab pertanyaan Keyra? Kenapa gue jadi terbuka banget sama dia? ", batin Ken.


" Gue pernah tunangan Key. Sebulan gue mau nikah, calon istri gue meninggal ", jelas Ken yang membuat Dio dan Dinda heran dengan Ken yang sedari tadi selalu menjawab pertanyaan Keyra yang tidak terjadi pada siapapun termasuk Dio sahabatnya.


" Namanya Qiesha ", jelas Ken lagi.


" Qiesha? ", ulang Keyra yang mendapat anggukan dari Kenzie.


" Qiesha itu sahabat kakak, Key ", tambah Dinda.


Keyra yang mendengar itu hanya ber-oh ria.


" Ehm ... Jadi gitu, yaudah deh Keyra udah gak penasaran lagi sekarang, makasih ya kak udah mau jawab ", tutur Keyra dengan senyum lebarnya.


Keyra ingin beranjak keluar kamar Dio tetapi ditahan oleh Ken.


" Eh mau kemana lo ", tanya Ken.


" Mau balik kekamar mau tidur ", jawab Keyra.


" Eh gak ada gak ada, duduk lagi gak lo ", seru Ken yang membuat Keyra duduk kembali dihadapannya.


" Kenapa kak? ", tanya Keyra.


" Tadi kan gue udah jawab tu pertanyaan lo. Nah sekarang giliran gue yang nanya ", seru Ken.


.


.


.


.


.


Happy Reading ya 😊