KEY

KEY
Dia Kenapa?


Setelah perdebatan kecil yang terjadi diantara mereka akhirnya mereka menyelesaikan makan malamnya. Mereka memilih untuk mengobrol ringan sejenak sembari menurunkan makanan yang mereka makan.


' Dek ', panggil Dinda.


' Ya, kenapa kak? ', saut Keyra.


' Malam ini tidur ditempat kakak ya ', pinta Dinda.


' Gak ah, entar Keyra jadi obat nyamuk lagi ', jawab Keyra seenaknya yang membuat mereka bertiga bingung dan saling menatap satu sama lain.


' Obat nyamuk? Maksudnya dek? ', bingung Dinda.


' Ya iya jadi obat nyamuk antara kak Dinda sama kak Nanda ', jelas Keyra.


' Heh, saya sama Dinda kan belum nikah, jadi gak mungkin saya tidur ditempat Dinda ', saut Dio.


' Ohh iya lupa ', ucap Keyra dengan cengirannya yang membuat Dinda dan Dio menepuk jidat mereka masing-masing.


' Kak Nanda? ', bingung Ken yang baru mendengar sebutan itu.


Keyra hanya mengangguk.


' Nama lo udah berubah Yo ', ledek Ken dengan tawanya yang renyah.


' Tau ah gue, ni anak suka banget bikin gue gedek ', kesal Dio sembari menatap Keyra yang menatapnya dengan wajah tanpa dosa.


' Setau gue ni ya selama ini gak ada yang manggil lo dengan nama Nanda ', ucap Ken masih dengan sisa tawanya.


' Emang gak ada, dia aja ni suka beda sendiri ', kesal Dio menunjuk Keyra dengan dagunya.


Dinda dan Keyra hanya menyimak dengan menahan tawa mereka. Sedang Ken merasa kesalnya tadi terbalaskan saat itu juga.


' Dek, gimana mau kan tidur tempat kakak malam ini? ', tanya Dinda lagi karna belum mendapatkan jawaban dari Keyra.


Keyra hanya mengangguk sembari tersenyum menampakkan lesung dikedua pipinya. Ken yang memang menatap Key tak sadar mengangkat kedua sudut bibirnya keatas. Sedang Dio sedari tadi melihat sahabatnya itu.


' Ehem... Kayaknya ada yang tersepona ni ', celetuk Dio.


' Udah tua ngomong masih salah ', ledek Keyra.


' Siapa yang tua? ', protes Dio.


' Yang ngerasa aja paling tua dimeja ini siapa ', sindir Keyra sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


Dio tidak menjawab, meladeni gadis cerewet itu tidak akan ada habisnya, pikirnya.


' Ehem ', Ken berdehem sembari menyandarkan punggungnya ke kursi dengan tangannya yang terlipat didada.


' Bukannya lo yang paling tua disini ', lanjut Ken memandang gadis itu yang juga menatapnya.


' Setau Keyra ya, yang biasanya dipanggil om itulah yang tua ', balas Keyra menekankan kata " tua " diujung kalimatnya.


' Heh, yang manggil gue om cuma lo doang ', protes Kenzie.


Dinda dan Dio hanya menggeleng melihat perdebatan dua manusia yang terlampau jauh umurnya kembali terjadi.


' Dasar Ken gak mau ngalah banget jadi orang ', batin Dinda.


' Cuma dengan cara berdebat sama lo, gue merasa lebih dekat dengan lo ', batin Ken menahan senyumnya.


' Itu karna om tua ', bela Keyra.


' Udah untung gak Keyra panggil bapak ', lanjut Keyra.


' Sejak kapan lo jadi anak gue, gak bakal mau juga gue jadi bapak lo ', jawab Kenzie.


' Jadi bapak dari anak-anak lo yang gue mau ', ucap Ken pelan seraya memalingkan wajahnya kearah lain.


' Ngomong yang keras kali gak denger tuh dia ', ejek Dio yang memang masih bisa mendengar ucapan Ken.


' Ngo .. ngomong apaan? ', ucap Ken pura-pura pilon.


' Mau gue ulang ni omongan lo barusan ', ucap Dio dengan senyum seringainya.


' Ngomong apa Di ', tanya Dinda pelan.


Dio membisikkan perkataan Ken yang hanya didengar olehnya tadi. Keyra yang duduk disamping Ken tidak peduli dengan apa yang dibahas oleh Dio. Gadis itu hanya menatap sekitar sembari memperhatikan orang-orang yang hilir mudik di restoran itu.


' Ohh jadi ada yang mau ngelangkahin kita ni Di ceritanya ', celetuk Dinda setelah mengetahui perkataan Kenzie dari tunangannya.


Keyra yang sedari tadi memperhatikan pengunjung yang hilir mudik disekitar restoran itu, menangkap wajah seseorang yang ia hindari. Yang menjadi alasan ia sampai berada di Singapura itu. Wajah Keyra berubah pucat dengan nafas yang sudah tidak beraturan saking takutnya.


' Key ', panggil mereka bertiga bersamaan setelah menyadari kondisi Keyra.


' Dek kamu kenapa? ', tanya Dinda sembari beranjak dari kursinya dan menghampiri gadis itu.


' Key kamu kenapa Key ', tanya Dio yang juga sudah beranjak dari duduknya.


Air mata Keyra sudah tidak bisa ia tahan, ia menangis sembari memeluk Dinda erat.


' Din, Yo, mending kita pulang aja tenangin dia ', ucap Ken yang membuat Dinda dan Dio heran dengan kepedulian Ken.


' Ya udah, kita pulang aja bawa ke tempat aku Di ', ucap Dinda.


Kini mobil yang dikendarai oleh Dio melaju menuju tempat tinggal Dinda. Ken yang membawa mobil sendiri mengikuti mereka dari belakang. Tak lama dua mobil itu sampai dihalaman parkir depan apartemen Dinda.


' Dia kenapa? ', batin Ken sembari memperhatikan punggung gadis yang dipapah oleh Dinda didepannya.


.


.


.


.


.


Happy Reading ya 😊