
Melihat senyum manis Keyra yang Kenzie yakini bahwa itu adalah senyuman yang gadis itu paksakan, Ken semakin takjub dengan kekuatan gadis itu. Ken semakin ingin menjaga gadis itu dan bertanggung jawab atas kehidupannya. Arin tersenyum manis dengan kekuatan gadis yang kembali ia peluk itu.
" Kamu anak yang kuat, Nak. Pasti orangtua kamu juga orangtua yang hebat ", ucap Arin sembari melepaskan pelukannya dan mencium puncak kepala Keyra.
Arin kembali duduk di sebelah suaminya.
" Orangtua lo sampai sekarang juga masih jagain kamu Key, mereka masih ngawasin kamu dari tempat yang berbeda ", ucap Kenzie tulus, tangannya bergerak mengusap lembut puncak kepala gadis itu dan hanya dibalas senyuman oleh Keyra.
Rangga melirik Dio yang ada disampingnya. Dio yang tau maksud dari lirikan Papanya itu hanya mengangguk kecil. Rangga kembali memberi kode kepada anak sulungnya itu dan langsung dipahami oleh anak sulungnya tersebut.
" Ehem ", Dio berdehem menarik perhatian Arin, Ken dan Keyra.
" Dio mau ngomong sesuatu, lebih tepatnya teman Dio ", ucap Dio sembari melirik ponselnya yang sedari tadi berada ditangannya.
Semenjak obrolan alias sidang Kenzie dimulai tadi, Dio menghubungi seseorang. Selama percakapan dengan Kenzie mengenai keseriusannya dengan Keyra, orang dibalik telpon itu menyimak. Orang itu tak lain ialah abang Keyra sendiri, Vidi.
Rangga sendiri sudah tau siapa sosok Vidi itu dan mengenai keberadaan Vidi yang memang sudah ada di Singapura. Sidang Kenzie saat ini pun juga atas rencana Dio dan ia mengajak Papanya atas rencana malam ini. Dio merasa sudah saatnya Keyra tau mengenai keberadaan abangnya dan Dio juga merasa Vidi yang paling berhak tau atas keseriusan Kenzie terhadap Keyra.
" Hallo Vid, Lo masih dengar kan ? ", tanya Dio memastikan.
" Iya Di, Alhamdulillah kuping gue masih sehat ", jawab Vidi lawak membuat Dio, Rangga dan Arin tertawa ringan, karna memang Dio mengaktifkan mode speaker sehingga bisa didengar oleh mereka di ruang keluarga tersebut.
Ken dan Keyra hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Kenzie yang kaget karna ternyata teman sekamarnya mendengar semua ucapannya tadi. Sedang Keyra bingung sejak kapan Dio dan Vidi bisa berkomunikasi sedang Keyra sendiri terakhir berkomunikasi dengan abangnya saat ia baru sampai di Singapura.
" Bang Vidi ? ", tanya Keyra memastikan yang mendapat anggukan dari Dio.
" Serius Kak ? ", tanya Keyra sekali lagi yang kembali mendapat anggukan dari Dio.
Keyra beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Dio.
" Kak boleh Keyra ngomong sama bang Vidi ? ", izin Keyra pada Dio yang langsung memberikan ponselnya pada Keyra.
" Bang ... Keyra kangen ... ", ucap Keyra dengan suara parau.
" Udah lupa sama Keyra? "
" Mama sama Papa gimana? "
" Kapan kesini? ", tanya Keyra beruntun tanpa memberi kesempatan untuk abangnya berbicara.
" Kebiasaan ya ini anak, kalau nanya itu satu-satu Key ", saut Vidi.
" Bang .. Keyra lagi nangis lho ini, masih diomel juga ", protes Keyra dengan tangisnya yang malah membuat Rangga, Arin, Dio dan Ken tertawa ringan dengan bocah absurd itu.
" Biarin, lagian bisa gak nanya itu satu-satu biar orang gak bingung jawabnya, Dek ", jelas Vidi lagi.
" Gak bisa! ", jawab Keyra singkat dengan memanyunkan bibirnya.
" Dasar bocah absurd ", ledek Vidi lagi membuat Dio dan Ken menahan tawa mereka mendengar ribut kecil yang ternyata juga terjadi ketika Keyra dengan Abangnya sendiri.
" Kenapa ketawa? ", interupsi Keyra pada Ken dan Dio yang berusaha menahan tawa mereka.
" Gak, Kakak gak ketawa ", bela Dio.
" Siapa yang ketawa, geer banget ", bela Kenzie.
" Emang dasar bocah absurd ", ejek Kenzie yang sudah tidak bisa lagi menahan tawanya melihat ekspresi kesal gadis yang duduk di samping Dio itu. Dio yang melihat Kenzie dengan renyahnya tertawa juga ikut-ikutan menertawakan gadis yang sudah memasang wajah hendak menerkam itu. Rangga dan Arin hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan trio yang suka ribut itu.
.
.
.
.