KEY

KEY
Mirip


Ken berdiri bersandar di tembok samping pintu kamar Key. Ken menundukkan pandangannya, rasanya semakin sesak mendengar begitu jelas isak tangis gadis bertubuh kecil didalam kamar itu.


...


Ditempat lain, Dinda berusaha menenangkan Dio yang menahan amarahnya. Dio masih berada dirumah Dinda.


' Udah, gak baik emosinya lama-lama ', ucap Dinda berusaha menenangkan sembari mengusap lembut punggung Dio.


' Ken udah keterlaluan Din, pokoknya kalau sampai terjadi apa-apa sama Keyra aku gak bakal maafin dia ', ucap Dio dengan rahangnya yang mengeras.


' Sebenarnya ada apa sih Di, cerita sama aku, jangan buat aku bingung gini ', ucap Dinda yang belum mengetahui secara detail permasalahan Dio dan Kenzie.


' Trus, Keyra itu siapa? ', lanjut Dinda karna Dio belum memberi tahu nama dari adik Vidi yang dia ceritakan tadi siang.


Sejenak Dio menarik nafas berusaha meredam emosinya.


' Keyra itu adik teman aku yang aku bilang tadi ', ucap Dio memulai.


Dio menoleh kearah wanita yang berada disampingnya, sesaat kemudian dia melanjutkan ucapannya dan kembali menatap lurus kedepan.


' Aku ketemu dia saat aku menjemput dia di Bandara. Awalnya aku kira dia anak yang kalem gitu, nyatanya enggak. Semua ekspektasi aku gak sesuai sama faktanya ', ucap Dio sembari tersenyum tipis mengingat kembali kelakuan Keyra yang menurutnya lucu itu.


Dio menatap kembali wanitanya dan melihat adanya raut wajah kecemburuan disana. Dio terkekeh dan mengusap lembut puncak kepala wanitanya itu.


' Dengerin dulu, jangan cemburu gitu ', ucap Dio.


' Siapa yang cemburu ', sangkal Dinda.


Dio tidak menanggapi, dia memberikan ciuman dikening wanitanya.


' Aku masih bucinnya kamu ', ucap Dio terkekeh menatap wanitanya yang dibalas senyuman oleh wanitanya itu.


' Boleh aku lanjut gak ceritanya ni? ', tanya Dio yang dibalas anggukan oleh Dinda.


' Mungkin kamu bakal salah paham sama perlakuan aku ke dia makanya aku langsung cerita tadi mengenai amanah yang kudapat ini ', ucap Dio.


' Sebenarnya aku juga gak tau kenapa aku bisa segitu pedulinya sama dia, Din. Yang jelas aku ngerasa dia udah dekat banget sama aku ', ucap Dio menunduk.


Dinda yang melihat itu segera menepuk pelan bahu lelakinya memberikan perasaan tenang untuk kekasihnya itu.


Dio mendongak kembali menatap Dinda.


' Kenzie udah ngomong kasar sama Keyra. Dan tadi dia mengirim pesan kalau dia udah berapa kali manggil Keyra tapi sama sekali gak ada sautan dari dalam kamar ', ucap Dio.


' Aku takut kalau Keyra pergi dari hotel Din ', ucap Dio lirih.


' Dia sendirian di Singapura, gak ada teman atau sanak saudaranya di sana makanya Vidi nitipin dia sama aku. Ada satu hal yang buat aku merasa iba sama dia, Din ', ucap Dio lagi.


' Apa? ', tanya Dinda.


' Gak tau kenapa, aku ngerasa dia banyak nyembunyiin luka. Dia sengaja bertingkah seolah-olah dia orang paling bahagia di dunia tetapi padahal banyak sakit yang dia rasa ', ucap Dio lirih.


' Maka dari itu juga aku sangat marah ketika tahu Ken udah nyakitin perasaannya lewat kata-kata kasarnya ', lanjut Dio.


' Dan lagi kalau sampai dia benar-benar pergi dari hotel aku takut dia kenapa-napa diluar sana, Din ', lirih Dio.


' Kamu jangan mikir yang macam-macam dulu, ya mungkin dia masih menenangkan diri dan butuh waktu buat sendiri. Kan aku juga gitu kalau lagi marah sama kamu ', ucap Dinda sembari tersenyum.


Dio menoleh dan tertawa kecil mendengar kata-kata kekasihnya barusan. Sesaat Dio terdiam yang tak lepas dari pantauan Dinda.


' Kenapa? ', tanya Dinda.


' Din, tau gak, Keyra itu sifatnya, gaya bicaranya, tingkah polosnya sama ceplas-ceplosnya mirip banget sama seseorang ', ucap Dio menatap lekat Dinda.


' Siapa? ', tanya Dinda menatap lekat lelakinya.


' Dia mirip Qiesha ', ucap Dio hati-hati.


.


.


.


.


.