KEY

KEY
Susunan Rencana Dio


Mobil hitam yang Dio kendarai akhirnya sampai di halaman parkir kantor Rangga. Ia dan Vidi segera keluar dan melangkahkan kaki menuju ruangan Rangga. Dio membuka pintu begitu saja dan masuk ke dalam diikuti Vidi.


Rangga sedang duduk di sofa yang memang berada di ruangan itu sembari menyeruput secangkir teh hangat. Rangga tidak kaget lagi dengan kelakuan anak sulungnya yang seenak hati memasuki ruangannya. Apalagi sekarang yang mana Rangga tau kalau anaknya itu ada hal penting yang ingin ia sampaikan.


" Pa ", sapa Dio yang langsung duduk di hadapan Papanya, sedang Vidi masih berdiam diri di dekat pintu.


Merasa tidak ada yang mengikutinya, Dio menoleh ke arah pintu mendapatkan Vidi yang masih berdiri di sana.


" Lo ngapain di sana? Duduk sini ", tegur Dio dan mengajak Vidi duduk disebelahnya.


Rangga menoleh ke arah Vidi.


" Sini Nak, duduk sini ", ajak Rangga pada Vidi.


Setelah Rangga sendiri yang menyuruhnya duduk barulah Vidi mendekat ke arah Dio dan duduk di sampingnya.


" Gak sopan banget lo sama bapak sendiri ", gumam Vidi pada Dio yang sama sekali tidak menggubris.


" Pa, ini Vidi teman Kakak kuliah dulu dan dia ini abang Keyra ", jelas Dio.


" Oh jadi kamu abangnya Keyra? ", tanya Rangga memastikan.


" Iya om ", jawab Vidi singkat.


" Jadi tujuan kamu kesini cuma mau ngenalin Vidi sama Papa? Atau ada yang lain? ", tanya Rangga lagi pada anak sulungnya.


" Pa, anak bungsu Papa dilamar sama curut? ", ucap Dio.


" Ha? Curut? Curut siapa Kak? Yang benar aja anak gadis Papa yang cantik begitu dilamar sama curut? ", ucap Rangga yang tidak mengerti apa yang anak sulungnya katakan.


Vidi menahan tawa mendengar reaksi Papa dari teman kuliahnya itu.


" Maksud Kakak Kenzie, Pa ", jelas Dio.


" Oh .. Kenzie, lagian kamu teman sendiri dibilang curut ", saut Rangga.


" Jadi? ", tanya Rangga sekali lagi.


" Emang Papa gak mau sidang Kenzie dulu, enak banget Kenzie ngelamar anak gadis orang gak pakai di sidang lagi, lah Kakak habis ditanya-tanyain pas mau ngelamar Dinda ", curhat Dio yang akhirnya ketahuan niat busuknya pada Kenzie.


" Oh jadi lo mau Ken ngerasain apa yang lo rasain gitu? Jahat banget lo sama sahabat sendiri ", timpal Vidi.


Rangga tertawa melihat kelakuan anak sulungnya yang bukan anak kecil lagi itu.


" Kamu, Kak, gak boleh gitu lo ", ucap Rangga.


" Tapi Papa setuju ", lanjut Rangga yang membuat kedua pria didepannya menolehnya serius dengan tatapan bertanya-tanya.


" Papa setuju kalau kita harus sidang Kenzie dulu, Papa mau liat seberapa serius dia sama anak gadis Papa ", jelas Rangga membuat wajah Dio dan Vidi sumringah.


" Emang bapak gue ni, Vid ", ucap Dio menoleh pada Vidi membanggakan Papanya, sedang Vidi hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Bapak Anak dihadapannya.


Sesaat Vidi terdiam. Ia merasa terharu karna adiknya benar-benar disayang sama keluarga temannya seperti anggota keluarga sendiri. Padahal keluarga Dio baru mengenal Keyra. Timbul pertanyaan kenapa Dio dan kedua orangtuanya bisa dengan mudah menerima kehadiran Keyra dan bisa begitu sayangnya pada adiknya itu.


Vidi membenarkan posisi duduknya dan ia memberanikan diri untuk bertanya atas kebingungannya.


" Eee .. Om maaf sebelumnya, tapi Vidi boleh nanya sesuatu gak sama Om ", izin Vidi.


" Ya, mau tanya apa, Nak? ", dengan senang hati Rangga merespon.


" Keyra kan baru kenal sama Om dan keluarga, tapi kenapa Om dan istri sama Dio bisa dengan mudah menerima Keyra di keluarga Om dan lagi kenapa bisa sangat sayang sama adik saya Om ", tanya Vidi.


" Maaf om, bukan ada maksud apa-apa, Vidi cuma nanya aja, Vidi sangat senang adik Vidi bisa dikelilingi sama orang-orang yang tulus sayang sama dia seperti keluarga om ", tambah Vidi lagi.


" Gak apa-apa, Nak, Om paham, untuk pertanyaan kamu, baik om sama istri dan mungkin juga anak om sama sekali gak tau kenapa bisa dengan mudah menerima adik kamu dan sangat sayang sama dia ", jelas Rangga.


" Iya, Vid, yang pasti saat gue mau jemput adek lo gue ngerasa gue udah deket banget sama adek lo, gue gak tau kenapa ", Dio menambahkan.


Dio menarik nafas dalam kemudian melanjutkan ucapannya.


" Pas liat foto adek lo, Nyokap gue langsung ingat sama adek gue yang udah meninggal Vid, adek gue cewek ", suara Dio terdengar parau.


Vidi kaget mendengar pernyataan bahwa ternyata temannya itu memiliki adik perempuan yang telah meninggal.


" Iya, Nak, om juga langsung teringat sama anak perempuan om pas liat foto adik kamu yang Dio perlihatkan, dari situ istri om langsung meminta om untuk mengajak Keyra tinggal dirumah yang ada di Batam tapi om tidak bisa mengiyakan begitu saja permintaan istri om, karna om pikir mungkin Keyra ada tujuan kenapa dia sampai pergi ke Singapura ini ", jelas Rangga.


" Nyokap gue maksa banget buat adek lo tinggal dirumah Batam, makanya sepulang dari Bandung gue langsung ajak adek lo ke apartemen gue aja ngenalin dia sama Nyokap Bokap gue waktu itu, pas kebetulan Nyokap Bokap gue emang ada di Singapura karna Bokap gue ada yang harus diurus disini ", jelas Dio.


Vidi mengangguk mengerti mendengar penjelasan dari Bapak dan Anak itu.


Hening ...


" Ehem .. sidang Kenzie nya kapan? ", ucap Rangga mengusir keheningan diantara mereka.


" Nanti malem Pa ", jawab Dio cepat melirik penuh maksud kearah Papanya.


" Vidi ikut? ", tanya Rangga pada Vidi.


" Ikut dong, Om, calon adik ipar Om ", jawab Vidi mengundang tawa.


" Tapi entar lo jangan munculin diri dulu Vid sampai curut nanti udah selesai di sidang sama gue sama Papa baru deh lu muncul sidang dia lagi ", niat licik Dio bermunculan satu-satu di otaknya.


" Jadi maksud lo gimana? Gue gak paham ni ", bingung Vidi.


" Jadi nanti habis isya lo datang ke apartemen gue tapi lo tunggu aja di lobby, nah entar gue telpon lo biar lo bisa dengar apa yang curut bilang pas Papa nanya dia nanti, baru habis itu entar gue speaker biar curut tau kalau dari tadi calon abang iparnya denger ", jelas Dio panjang lebar mengenai rencana liciknya pada sahabatnya sendiri.


Vidi dan Rangga menggelengkan kepala tidak percaya mendengar rencana licik Dio yang sudah disusun rapi olehnya itu.


" Atur aja deh, Kak, Papa ikut-ikut aja ", ucap Rangga yang tertawa ringan atas kejahilan anaknya itu.


" Mantap banget lo kalau masalah ngerjain anak orang ", salut Vidi sembari menepuk pundak temannya itu.


" Gue gitu lho ", ucap Dio menyombongkan diri.


" Pa, habis ini langsung pulang kan? Kakak nebeng ya ", tanya Dio yang mendapat anggukan dari Papanya.


" Vid, lo bawa aja mobil gue dulu, biar nanti lo bisa pakai mobil gue buat ke apartemen gue ", jelas Dio pada Vidi.


" Oke deh ", setuju Vidi.


" Ehm .. Om, Di, ada yang mau Vidi sampaikan juga sebenarnya, tapi Vidi pikir lebih pas kalau Vidi ngomong pas nanti di apartemen aja kali ya, biar semua bisa tau termasuk istri om dan Kenzie, ini mengenai Keyra soalnya Om, Di ", jelas Vidi.


" Ya udah, om tunggu di apartemen nanti ya ", saut Rangga.


" Oke, gimana baiknya aja deh Vid, gue tunggu lo di apartemen ya, jangan lupa kasih tau gue kalau lo udah di sana nanti, jangan sampai curut tau ", ucap Dio memberikan peringatan diakhir kalimatnya.


Vidi tertawa ringan mendengar peringatan dalam bentuk ancaman itu.


" Tenang, gue pastiin Ken gak bakal tau, gue langsung balik hotel aja ya ", jawab Vidi.


" Oke Vid, gue sama Papa juga bentar lagi pulang ni ", ucap Dio.


" Pamit ya Om ", ucap Vidi menyalami Rangga.


" Hati-hati ya, Nak ", ucap Rangga tulus.


" Iya Om, Wassalamu'alaikum ", pamit Vidi.


" Waalaikumsalam ", jawab Rangga dan Dio.


Vidi pun melangkah keluar ruangan dan meninggalkan kantor tersebut untuk balik ke hotel.


*Flashback off*