KEY

KEY
Sudah Gue Duga


Kenzie berjalan masuk kedalam restoran dengan pikiran yang berkecamuk. Ekspresi wajahnya tak terbaca. Entah apa yang ia rasakan setelah menyatakan perasaannya terhadap gadis yang selalu menyebalkan menurutnya itu.


Keyra keluar dari mobil dengan pertanyaan yang ada diotaknya. Keyra berjalan cepat menuju kedalam restoran. Gadis itu tampak bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


" Suka? ", batin Keyra bertanya.


Kenzie sampai didepan meja yang sudah diduduki oleh Rangga, Arin, Dio dan Dinda. Tak lama Keyra muncul dari arah belakang Kenzie. Kenzie memalingkan wajahnya dari gadis itu.


" Malu gue! ", batin Kenzie.


" Sampai kapan kalian mau berdiri disitu ", tegur Dio yang membuat Keyra dan Kenzie segera duduk di kursi kosong yang memang bersebelahan.


" Lama banget lo! Lo benerin tali sepatu atau buat tali sepatu, ha?! ", sergah Dio.


" Apa sih lo ", kesal Kenzie.


" Dek, kenapa diem aja ", kini Keyra yang Dio tanya.


" Ha? Ee .. itu .. ee .. enggak kok, gak kenapa-napa ", jawab Keyra terbata dengan cengiran kudanya.


" Curiga gue ", seru Dio.


" Heh, curiga apa maksud lo ", saut Ken tidak terima seakan dirinya dituduh.


" Udah udah kalian ini, jangan ribut disini, malu sama karyawan Papa ", Rangga.


" Karyawan Papa? ", bingung Keyra.


" Ini restoran milik keluarga, Nak. Bukannya kamu udah diajak kesini ya sama Kak Nanda kamu ini ", ucap Arin seraya menunjuk Dio.


" Ohh iya ya, lupa " cengir Keyra. " Tapi Keyra taunya dari Kak Dinda bukan dari Kak Nanda ", jelas Keyra lagi.


" Ya, bukan gitu Dek, Kakak ada alasan kenapa gak langsung ngasih tau, takut aja nanti kamu malah kabur lagi trus ngejauh dari kita kalau misalnya kamu tau ini restoran milik keluarga ", jelas Dio berusaha membujuk.


" Ya iya siih ... ", saut Keyra dengan nada terbata.


" Tu kan ", seru Dio.


" Emang kenapa Nak? ", tanya Arin.


" Keyra takut aja Ma nanti dibilang Keyra cuma manfaatin doang ", jawab Keyra.


" Restoran ini kan milik keluarga kita ", saut Rangga.


" Iya, kamu kan anak bungsu kami Nak dan mulai malam ini juga kamu gak boleh lagi tinggal di hotel, sepulang dari sini kita ke hotel ambil barang kamu ", jelas Rangga.


" Papa dan Mama gak menerima penolakan, pokoknya mulai hari ini sampai kapanpun kamu tinggal di rumah ", tegas Rangga yang membuat Keyra tidak bisa lagi membantahnya.


" Kakak juga gak menerima penolakan ", tambah Dio.


Keyra hanya mengangguk.


" Gak pesan makanan? ", tanya Keyra.


Mereka yang mendengarnya terkekeh.


" Papa udah nyuruh karyawan disini buat masak makanan yang spesial malam ini khusus anak bungsu Papa ", jelas Rangga terkekeh.


" Anak sulungnya enggak ni? Udah dilupain gitu? ", sewot Dio.


Mereka yang mendengarnya pun tertawa pelan melihat Dio yang cemburu dengan adiknya.


" Udah tua juga lo ", ledek Kenzie.


" Diem lo kambing! ", balas Dio.


Tak lama makanan pun datang dan ditata diatas meja oleh pelayan. Tak sedikit makanan yang tertata diatas meja mereka. Keyra yang begitu semangat terlihat bdari matanya yang berbinar melihat hidangan yang tertata rapi diatas meja.


" Wahh .. banyak banget makanannya ", ucap Keyra tidak sadar.


" Berisik! ", saut Kenzie.


" Biarin, weekkk ... ", balas Keyra sembari menjulurkan lidahnya.


Kenzie menatap tajam kearah gadis itu yang dibalas pelototan tajam juga oleh Keyra. Rangga, Arin, Dio dan Dinda yang melihat itu sudah tidak bisa apa-apa lagi selain membiarkan kedua manusia itu. Percuma pikir mereka.


" Copot tu mata baru tau rasa lo ", seru Kenzie.


" Kenapa sih? Sewot mulu, tadi aja di mobil bilangnya suka sama Keyra ", tutur Keyra dengan santainya membuat semua yang ada dimeja itu menoleh kearah Kenzie.


Kenzie mati kutu. Tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Merah diwajahnya akibat menahan malu sudah tak bisa ia sembunyikan.


" Sudah gue duga pasti ada apa-apa tadi ", batin Dio menahan tawa.


" Anak Itik sekali aja lo ngertiin gue bisa gak sih ", batin Ken menangis.