
' Qiesha? ', tanya Dinda memastikan.
' Iya, dia mirip Qiesha ', jawab Dio.
Terlihat wajah Dinda yang berubah sedih dengan segera Dio mendekap tubuh wanitanya itu. Sejenak Dinda mencurahkan kesedihannya. Saat merasa tenang Dinda melepaskan pelukannya dengan Dio.
' Aku gak apa-apa kok ', ucap Dinda memaksakan senyumnya.
' Kalau Keyra mirip Qiesha, kenapa Ken gak suka sama Keyra? ', tanya Dinda.
' Entahlah, itu juga yang buat aku bingung, kalau menurut aku sih mungkin Ken ketika melihat Keyra dia jadi teringat kenangannya bersama Qiesha karna sifat mereka yang mirip, padahal Ken udah sebisa mungkin untuk mengubur semua kenangannya bersama Qiesha ', jelas Dio.
' Hmm.. iya, bisa jadi sih. Jadi Keyra sekarang gimana? Udah ada kabar? ', tanya Dinda.
' Belum ada kabar dari Ken ', ucap Dio.
' Kamu gak ada nomor ponselnya Keyra gitu ', tanya Dinda.
Entah terlalu panik atau terlalu marah, Dio sampai melupakan kalau dia sudah menyimpan nomor ponsel Keyra.
' Ohh iya, aku lupa Yang, bentar ya aku coba telfon ', ucap Dio.
...
Drrtt .. drrtt ..
Ponsel Keyra yang berada diatas nakas berdering. Keyra yang tengah berbaring dikasurnya segera mengambil ponselnya. Tertera nomor yang tidak terdaftar dikontak hp nya.
' Hallo, Assalamualaikum ', ucap Keyra.
' Waalaikumsalam, Key ini saya Dio ', saut Dio dari seberang.
' Ohh iya kak ada apa? ', jawab Keyra dengan suara serak sehabis nangis.
' Key, kamu dimana? Kamu gak apa-apa kan? ', tanya Dio dengan nafas terburu dari seberang.
' Keyra di hotel kak, Keyra baik-baik aja disini ', ucap Keyra berusaha menormalkan suaranya.
' Key jangan bohong, cerita semuanya ada apa selama saya gak ada disana ', ucap Dio menajamkan suaranya.
' (hening) '
Dio memutuskan panggilan suara sepihak, sesaat kemudian terdengar nada panggilan video di ponsel Keyra. Keyra terdiam, dia ragu untuk menerima panggilan itu.
' Kalau aku gak angkat, nanti kak Nanda curiga lagi kalau aku bohong ', batin Key.
Dengan ragu Keyra akhirnya menerima panggilan video itu.
...
' Assalamualaikum ', ucap Keyra diseberang dengan senyumannya yang tampak dipaksakan.
Dio bisa melihat wajah Keyra yang sembab sehabis menangis. Dinda yang ada disebelah Dio pun bisa melihat itu. Mereka berdua saling berpandangan dan sesaat kemudian kembali menatap kearah layar ponsel.
' Waalaikumsalam ', ucap Dio seraya menatap lekat Keyra.
Keyra yang melihat itu segera mencari topik untuk mengalihkan pandangan Dio itu.
' Kak, disebelah kakak siapa? Pacarnya ya? ', ucap Keyra memicingkan matanya.
Dio yang semula cemas hanya bisa terkekeh melihatnya dan Dinda tertawa kecil melihat gadis itu menginterogasi mereka.
' Ini tunangan saya Key, namanya Dinda ', ucap Dio seraya merangkul Dinda mendekat kepadanya.
' Hallo juga kakak geulis ', balas Key dengan senyumannya yang menampakkan lesung dikedua pipinya.
Dinda tertawa kecil diikuti Dio. Dinda membernarkan perkataan Dio kalau Keyra memang mirip dengan Qiesha.
' Key ', panggil Dio lembut.
' Iya kak ', jawab Keyra.
' Kamu kenapa? Kamu habis nangis? ', tanya Dio akhirnya.
' E.. enggak kok kak, tadi Keyra kelilipan ', ucap Keyra bohong sembari menyengir kuda.
' Gak usah bohong Key. Kamu nangis gara-gara perkataan Kenzie kan? ', ucap Dio dengan serius.
Keyra diam tidak menjawab apapun. Sesaat Dio dan Dinda bisa melihat mata Keyra yang berkaca-kaca. Terlihat Keyra menundukkan wajahnya.
' Key ', panggil Dinda lembut.
' Key, kamu bisa ceritain semuanya ke kita, kamu bisa berbagi masalah kamu dengan kita Key ', ucap Dinda lembut.
Keyra mendongak, dengan jelas Dio dan Dinda melihat air mata yang mengalir membasahi pipi gadis kecil itu. Dinda yang memang orangnya sensitif tanpa sadar juga meneteskan air matanya.
' Key ', panggil Dio.
' Maafin Key kak ', ucap Keyra lirih.
' Keyra gak maksud buat nyusahin siapa pun disini, Keyra juga gak tau kalau bakalan ketemu sama kakak dan juga om itu ', ucap Keyra dengan napas yang tersengal.
' Maaf buat apa, Key? Kamu gak nyusahin saya sama sekali, saya ikhlas bantuin kamu karna kamu udah saya anggap seperti adik saya sendiri. Dan lagi pun abang kamu udah nitipin kamu sama saya jadi saya harus menepati itu ', ucap Dio.
Keyra semakin menangis entah apa yang dia pikirkan. Dio dan Dinda semakin cemas melihat gadis itu. Dio mengepalkan tangannya merasa geram dengan sahabatnya yang telah menyakiti hati Keyra.
' Key, cerita sama saya, Ken bilang apa ke kamu? ', tanya Dio lagi semakin menajamkan suaranya.
' Gak bilang yang macam-macam kok kak, emang Key aja yang cengeng ', jawab Keyra bohong dengan senyum yang dipaksakan.
' Kak, Key ngantuk banget ', lanjut Key.
Dio menatap kearah kekasihnya dan Dinda mengangguk kecil.
' Ya udah kamu istirahat, kamu cerita kalau memang kamu udah siap buat cerita ', ucap Dio lembut.
' Iya kak, Assalamualaikum ', ucap Key.
' Waalaikumsalam ', jawab Dio seraya mematikan panggilan video itu.
Dio menyandarkan punggungnya ke kursi. Dio menatap kosong lurus kedepan. Dinda menatap lekat lelakinya itu.
' Keyra itu bisa memendam sakitnya tapi gak bisa menyembunyikan sakitnya, Din ', ucap Dio lirih dengan pandangan masih kedepan.
.
.
.
.
.
Happy Reading ya 😊