KEY

KEY
Saling Menyalahkan


" Tanya aja tu sama dua teman Kak Nanda, hati-hati lho Kak sekarang banyak kasus teman makan teman ", ucap Keyra menatap serius pada Dio dan meninggalkan tiga pria itu begitu saja.


" Rasain ! Keyra Arisha di lawan ! ", batin Keyra bangga.


Dio menatap tajam setajam mungkin ke arah Vidi dan Kenzie bergantian. Dua pria yang di lihat dengan tatapan macan hendak menerkam mangsanya itu seketika membeku. Kenzie dan Vidi hanya bisa menelan air liurnya dengan sulit.


" Ayo ngaku, siapa yang coba-coba deketin tunangan gue !! ", ucap Dio menginterupsi.


" Emang dasar anak itik !! Bisa-bisanya abangnya sendiri di fitnah kayak gini ", batin Vidi kesal.


" Dasar bocil !! Bisa-bisanya kepikiran ngerjain gue kayak gini ", batin Kenzie tidak habis pikir dengan kelakuan gadis yang selalu debat dengannya itu.


" Woy !! Jawab !! ", suara besar Dio menggema di tempat itu membuat kedua pria yang tengah diam membeku kaget bukan main.


" Yo, tenang dulu, ja .. ", ucap Kenzie terpotong.


" Tenang gimana, ha ?! ", potong Dio.


" Di, otak gue masih waras mau ambil tunangan teman gue sendiri ", timpal Vidi.


" Tau lo ! Gila kali ya, masih waras juga gue mau deketin Dinda, lagian kalau gue emang niat mau deketin Dinda udah dari dulu kali gue deketin ", tambah Kenzie.


" Jadi dulu lo ada niat deketin Dinda, ha ?! ", interupsi Dio memandang tajam Kenzie.


" Salah lagi gue ngomong ", gumam Kenzie pelan memalingkan wajahnya dari Dio, Vidi yang melihat itu menahan diri agar tidak tertawa.


" Awas aja lo bocil ", batin Kenzie geram.


" Di, dengerin gue ", tukas Vidi.


" Gue udah kenal adek gue dari jaman bacotnya masih belum kemana-mana, gue juga udah khatam sama ide-ide gila adek gue buat bales gue ", jelas Vidi.


" Dan lo percaya begitu aja sama omongan adek gue tadi, gue yakin lo juga udah hapal lah same adek gue yang gak bakal diam gitu aja kalau kita bertiga ngerjain dia atau ngeledek dia ", tambah Vidi lagi.


" Tau lo ! Kayak gak tau bocil aja mulutnya kayak gimana ", timpal Kenzie kesal.


Dio terdiam sejenak, berusaha mencerna kata-kata yang diucapkan oleh dua pria yang sempat membuatnya meradang.


" Maksud lo berdua Keyra bohongin gue ? ", tebak Dio.


" Menurut lo ? ", ucap Vidi dan Kenzie serempak.


Dio menarik nafasnya dalam-dalam untuk meraup oksigen, berharap dapat memberikan sedikit kesabaran untuk dirinya. Entahlah, apa hubungannya oksigen dengan kesabaran 🙃


" Keyra Arisha ! ", teriak Dio kesal beranjak dari duduknya dan ia meninggalkan begitu saja Vidi dan Kenzie.


dengan lo kan makanya adek lo bacotnya minta ampun ", ujar Kenzie pada Vidi.


" Enak aja lo! Semenjak disini ketemu lo berdua adek gue makin jadi mulutnya! ", bela Vidi.


" Serah lo deh ! ", pasrah Kenzie, beranjak dari duduknya.


" Mau kemana lo ! ", tanya Vidi melihat Kenzie hendak meninggalkannya.


" Buset dah tu kambing, orang nanya serius juga ", ujar Vidi dan bergegas menyusul Kenzie.


...


" Keyra Arisha! Buka pintunya! Dek! ", teriak Dio sembari menggedor pintu kamar Keyra.


" Dek! Buka pintunya! ", teriak Dio lagi karena tidak ada sautan dari dalam.


" Dek kalau kamu gak bukain pintu Kakak bakal .. ", ucap Dio terpotong karena pintu yang terbuka.


" Apa! Bakal apa! ", ucap gadis yang kini tengah berdiri diambang pintu tanpa rasa takut dengan berkacak pinggang, matanya seakan-akan hendak keluar dari wadahnya.


Dio terdiam.


Tak lama dua personel lainnya muncul dihadapan Keyra. Keyra memicingkan mata kehadapan dua pria yang semakin mendekat itu.


" Kenapa lo! ", ucap Kenzie dengan dinginnya.


" Kenapa lo ", ejek Keyra dengan mengulang kalimat yang sama yang keluar dari mulut Kenzie.


Kenzie tidak menggubris. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghela nafas menghadapi kelakuan Keyra.


" Tega banget lo dek ", ujar Vidi dengan membuat wajah seakan telah tertindas oleh adiknya sendiri.


" Tau dek, bisa-bisanya kamu ngomong mereka deketin Dinda ", timpal Dio.


" Niat orang kita mana tau, Kak ", jawab Keyra dengan entengnya membuat Kenzie dan Vidi membulatkan mata mendengar kalimat yang keluar dari gadis itu.


" Woy bocil ! Sembarangan banget kalau ngomong ", saut Kenzie.


" Dek lo udah terpapar keburukan Dio deh kayaknya ", pungkas Vidi membuat Dio menoleh kearahnya. Kenzie seketika terdiam mencerna perkataan Vidi tak lama ia berusaha menahan tawanya dan memalingkan wajahnya.


" Eh banteng! Kok jadi gue yang lo salahin! ", ucap Dio tidak terima.


" Ya iyalah, adek gue dulu gak gini ya walaupun sama-sama nyebelin tapi gak parah kayak sekarang ", ujar Vidi.


" Ya elo lah asal muasalnya, kan elo tinggal sama dia udah lama dari dia gak bisa ngomong sampai akhirnya gak bisa diem mulutnya ", bela Dio.


Kenzie dan Keyra hanya menyimak dua pria yang saling menyalahkan itu. Tak sengaja, tatapan mereka bertemu. Hanya sesaat, karena masing-masing saling mengalihkan pandangan.


.


.


.


.


.


.