
Kenzie dan Vidi benar-benar puas menertawakan Dio sampai-sampai mata mereka berair.
" Niatnya mau ngerjain Ken, malah gue yang di ketawain habis-habisan ", batin Dio.
" Tawa aja terus sampai pagi ", tegur Dio pada Kenzie dan Vidi yang masih saja tertawa walaupun tidak seheboh tadi.
" Ngomong-ngomong apa yang dibilang bocil ada benernya juga, Yo ", saut Kenzie.
" Lo tanyain Dinda lagi dih, takutnya entar dia emang terpaksa nikah sama lo ", ledek Kenzie kembali tertawa diikuti Vidi.
Rangga, Arin dan Keyra hanya menyimak.
" Gara-gara kamu ni dek ", ucap Dio pada Keyra yang hanya cengir kuda.
" Ehem ", Rangga berdehem menghentikan tawa Kenzie dan Dio, suasana di ruang keluarga itu jadi senyap.
" Jadi ini apa yang mau dibahas lagi? ", tanya Rangga to the point.
Vidi membenarkan posisi duduknya.
" Ken ", panggil Vidi.
Kenzie yang sudah membenarkan posisi duduknya, menoleh ke arah Vidi.
" Ehm ", saut Kenzie.
" Ada lagi yang mau lo sampaikan gak? ", tanya Vidi yang mendapat gelengan dari Kenzie.
" Gak mau nanya tentang adek gue? Yakin lo udah tau semua tentang Keyra? ", ledek Vidi.
Kenzie tidak menggubris, ia sudah terlalu lelah untuk meladeni ledekan-ledekan yang ditujukan padanya.
" Lo gak mau nanya dulu sama Vidi? ", tanya Dio membuat Kenzie tidak mengerti.
" Nanya apa? ", bingung Kenzie.
" Emang lo yakin dia mau jadi abang ipar lo? ", ledek Dio kemudian tertawa melihat ekspresi Kenzie yang kaget dengan ucapannya.
" Iya juga ya ", batin Kenzie.
Kenzie memperhatikan Dio yang memandangnya dengan tatapan meledek.
" Emang lo yakin si Dinda masih mau nikah sama lo? ", telak Kenzie pada Dio yang seketika terdiam mendengar ucapan Kenzie.
Kenzie, Vidi, Keyra, Rangga dan Arin tertawa melihat Dio yang tiba-tiba terdiam.
" Hayok loh, kak Dinda cantik begitu pasti banyak yang ngantri tu, brondong juga mau tu sama kak Dinda ", timpal Keyra membuat Dio menoleh ke arahnya.
" Becanda kak ", ucap Keyra.
" Udah udah, ini sampai kapan mau kayak gini gak selesai-selesai nanti apa yang mau dibahas ", ucap Arin akhirnya.
" Nak Vidi, silahkan Nak apa yang mau kamu sampaikan sama kita disini ", ucap Rangga.
" Ehm .. ini mengenai Keyra, Om ", ucap Vidi memberi jeda pada ucapannya.
" Mungkin ini waktu yang pas buat Vidi cerita semuanya, apalagi setelah ada orang yang mau serius sama Keyra ", lanjut Vidi menoleh pada Kenzie yang juga menatapnya.
" Karna selama ini keluarga om udah menganggap Keyra seperti anggota keluarga om, jadi Vidi harus cerita ini semua "
" Dek, apa yang akan abang ceritakan mungkin kamu juga baru tahu nanti, karna selama kamu ada disini dan gak ada dirumah, apa yang selama ini disembunyikan oleh Mama Papa mengenai kamu akhirnya kebongkar juga ", ucap Vidi menatap adiknya yang terlihat kaget.
" Maksudnya Bang? ", tanya Keyra.
" Nanti kamu juga akan tau ", jawab Vidi.
" Lanjut Vid ", ucap Dio yang mendapat anggukan dari Vidi.
" Oke, mulai dari kenapa Keyra ke Singapura, jawabannya karna Keyra dijodohkan sama Bimo yang dulu hampir merenggut mahkota Keyra. Kenapa Keyra memilih Singapura? Karena Keyra ingin menemukan sosok pria yang pernah ia temui pada saat ia berumur 9 tahun. Mungkin sosok pria ini biar Keyra sendiri yang akan cerita nanti ", ucap Vidi, diakhir kalimatnya ia menatap Keyra yang mendapat anggukan dari adiknya itu.
" Bentar dulu, maaf gue potong ", ucap Kenzie membuat mereka semua menoleh padanya.
" Bimo hampir merenggut mahkota Keyra? ", tanya Kenzie memastikan yang mendapat anggukan pelan dari mereka semua.
" Ini kenapa Ken liat-liat Om, Tante sama Dio gak kaget sama sekali, kayak udah tau mengenai hal ini? Atau jangan-jangan emang cuma Ken aja yang baru tau kelakuan cowok berengs*k itu? ", ucap Kenzie yang menekankan kata-kata berengs*k diucapkannya karna emosinya yang terpancing.
" Iya Ken, waktu itu Keyra ada cerita mengenai Bimo ke gue dan Nyokap Bokap, saat itu lo gak ada di apartemen gue ", jelas Dio.
" Kok lo gak ngasih tau gue? ", tanya Kenzie merasa kesal.
" Lo gak nanya ", jawab Dio santai membuat Kenzie menekan giginya merasa geram dengan jawaban Dio yang menurutnya asal.
.
.
.
.
.
.