KEY

KEY
Manis


Sehabis Isya, Ken keluar kamar berniat untuk ke restoran yang ada didalam hotel tersebut. Ken merasa lapar karna memang dia hanya makan roti tawar saja tadi pagi, setelah itu dia tidak memakan apapun.


Ken tidak langsung meninggalkan kamar setelah mengunci pintu kamarnya. Sejenak ia memperhatikan daun pintu kamar yang ada didepan kamarnya.


' Apa dari tadi dia gak keluar-keluar dari kamar? Apa dia udah sarapan tadi? Atau jangan-jangan dia sama sekali belum makan apapun dari tadi pagi? ', batin Ken beruntun.


Ken memajukan langkahnya dan mengetuk pintu kamar Keyra itu. Tidak ada sautan setelah Ken beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama si penghuni kamar itu.


' Jangan-jangan dia pergi lagi dari hotel ini ', ucap Ken pelan tapi terlihat jelas raut wajahnya yang cemas dan merasa bersalah.


' Hey, kalau lo emang ada didalam, plis tolong lo keluar bentar gue mau minta maaf langsung sama lo ', ucap Ken setengah berteriak.


' Gue minta maaf atas ucapan gue kemarin malam ', lanjut Ken.


' Hey, lo denger gak! Mana suara lo yang cempreng itu ', ucap Ken menajamkan suaranya saat benar- benar tidak ada sautan dari dalam kamar.


' Plis jangan bikin gue panik gini, kalo lo kenapa-napa gue bakal dihabisin sama sapi ', ucap Ken semakin menajamkan suaranya.


Ken menyerah dan akhirnya dia memilih meninggalkan kamar Keyra dan pergi ke restoran segera. Ken berniat untuk balik lagi ke kamar Keyra dan membelikan gadis itu makanan setelah makan malamnya.


Sesampainya di restoran, Ken pun memesan makanannya. Segera pelayan pun meninggalkannya setelah memastikan kembali pesanan pria dingin itu. Ken memainkan ponselnya sembari menunggu makanannya.


Ken mengirimkan pesan ke sahabatnya Dio. Perasaannya sekarang sangat merasa bersalah sekali terhadap temannya itu.


Ken: ' Assalamualaikum, Yo '


Dio: ' Waalaikumsalam '


Ken: ' Lo masih marah sama gue? '


Dio: ' Gak! '


Ken: ' Yo, plis maafin gue, gue gak ada niat buat ngomong kasar sama tu bocah '


Dio: ' Namanya Keyra Arisha! '


Ken: ' Iya maksud gue Keyra, gue udah ngecek kamarnya Key tapi sama sekali gak ada sautan dari dia, maafin gue Yo '


Terdengar nada panggilan dari ponsel Ken. Panggilan tersebut tak lain adalah dari Dio.


' Hallo Yo, Assa... ', ucap Ken terputus.


' Gue gak mau tau gimana caranya lo harus nemuin Keyra malam ini juga! Kalau dia sampai kenapa-napa lo berurusan sama gue Kenzie Illario Abraham!! ', ucap Dio meradang seraya memutuskan panggilannya.


Ken melemah, dia tidak menyangka kalau Dio bakal semarah ini terhadapnya.


' Gue gak tau kenapa gue bisa sekesal itu sama dia Yo ', batin Ken menatap kosong kedepan.


Lamunan Ken dibuyarkan oleh pelayan yang datang membawa pesanannya. Pelayan pun meletakkan pesanannya itu keatas meja dan berlalu segera setelahnya.


Selesai makan Ken tidak langsung beranjak, ia kembali memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Key. Ia pun menunggu makanan itu dengan masih duduk dikursi makannya. Ia pun mengedarkan pandangannya dan terhenti saat kedua matanya menangkap sosok yang ia kenal.


Jarak kursi Ken dan gadis itu tidak terlalu dekat tetapi Ken masih bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu. Ken beranjak dari duduknya berniat menghampiri gadis itu, tapi ia urungkan. Ken melihat Keyra duduk bersandar dan melamun dengan wajahnya yang sembab dan terlihat sedikit pucat.


' Semenyakitkan itu kah ucapan gue Key ', batin Ken.


Tidak terlihat adanya makanan berat diatas meja itu, yang ada hanya sepotong roti beserta minumannya.


' Gue harus nyamperin dia ', ucap Ken pelan dan kembali beranjak berdiri.


Ken mengambil langsung pesanannya dimeja kasir dan menunggu sekitar 10 menit sampai akhirnya pesanan itu berada ditangannya.


' Hai ', ucap Ken canggung setelah berdiri tepat didepan meja tempat Key duduk.


Key yang masih menatap kearah ponsel diatas mejanya seketika terperanjat kaget mendengar suara berat seseorang didekatnya. Key mendongak dan kaget lagi ketika dilihatnya berdiri dihadapannya seorang pria dingin yang dia panggil om itu.


' Om ', ucap Keyra.


' Boleh gabung? ', tanya Ken yang diangguki Keyra tanpa berani melihat manik mata Kenzie.


Ken segera duduk tepat dihadapan Key setelah mendapat izin dari Key.


' Om ngapain? ', tanya Key canggung masih dengan menundukkan pandangannya.


' Ngapain? Ngapain apa maksudnya? ', tanya Ken menatap Key, Key pun balas menatapnya dan mereka beradu pandang.


Sejenak tercipta hening diantara mereka.


' Ehm .. om udah makan? ', tanya Key memecah keheningan.


' Hmm ', respon Ken seraya mengangguk kecil.


' Kamu udah makan? ', tanya Ken kemudian.


' Udah om ', jawab Keyra seraya tersenyum tipis kearah Ken.


Ken terdiam.


' Manis ', batin Ken, sebelah sudut bibirnya terangkat keatas.


.


.


.


.


Selamat membaca ☺️