
Kenzie balik ke kamar dengan wajah sumringah. Dio dan Vidi yang sibuk dengan stik ps nya beralih memandang ke arah Kenzie yang baru saja memasuki kamar. Lelaki itu langsung berbaring di atas kasur dengan senyuman lebar yang sedari tadi seakan tidak pudar.
Dio dan Vidi melepaskan stik ps mereka. Saling tatap satu sama lain, bingung dengan teman mereka yang beda dari biasanya.
" Gak lagi kemasukan set*n kan? ", bisik Vidi pada Dio yang hanya menaikkan bahunya tidak tahu.
" Ken? ", panggil Dio.
" Hmm ", saut Kenzie tanpa mengalihkan pandangannya pada langit-langit kamar.
" Bahaya ni anak ", Dio bangkit diikuti Vidi.
Dio mengambil bantal sofa dan melemparkannya tepat ke muka Kenzie.
" Apaan sih lo! Gak bisa lihat gue tenang aja! ", ucap Kenzie sembari melempar balik bantal sofa ke arah Dio.
" Lagian lo, cengar cengir kayak gitu gak biasanya, kenapa lo?! ", ucap Dio.
" Tau , nakutin orang aja ", sambung Vidi.
" Nakutin apanya? ", bingung Kenzie sembari menatap mereka berdua.
" Ya kali lo udah mulai gil* ", saut Vidi seenaknya.
Bukannya kesal, reaksi Kenzie hanya senyam senyum mendengar kalimat yang keluar dari mulut Kenzie. Hal itu membuat keduanya bergidik ngeri.
" Wah, emang udah gil* ni anak ", tukas Dio.
" Hehehe ... iya gue udah gila gara-gara adik lo berdua ", ucap Ken dengan cengirannya memandang Dio dan Vidi.
Dio dan Vidi saling tatap satu sama lain dengan mimik wajah takut. Dio memberi kode pada Vidi dengan menatap ponsel yang ada di nakas. Vidi yang paham segera mengambil ponselnya.
Vidi menatap Dio sebentar, lalu Dio mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya. Suara dari ponsel terdengar, Kenzie seketika melepaskan ponselnya dan bangkit dari posisi rebahannya. Ia duduk memandang Dio dan Vidi secara bergantian. Tangannya bergerak mengambil ponsel Vidi dan mengecilkan volume suara ponsel.
" Maksud lo apaan ini? ", tanya Ken dengan tatapan seriusnya.
" Itu ayat-ayat Ruqyah, lo kayaknya emang harus di Ruqyah biar balik waras lagi ", Dio yang menjawab tak kalah serius.
" Lo berdua kenapa sih? "
" Lo yang kenapa? Dari tadi cengengesan aja lu kayak orang kesambet tau gak ", tukas Dio setengah kesal dengan temannya itu.
" Tau lu, jelasin yang lengkap makanya biar kita gak ngira kalo lu beneran kesambet atau beneran gil* ", timpal Vidi.
" Gue ngajak nikah Keyra tadi dan dia mau ", ucap Ken dengan memainkan alisnya, ucapnya singkat, padat, jelas dan cukup membuat dua abang Keyra terdiam tanpa kata.
Diam sejenak, sampai akhirnya Vidi membuka suara.
" Lo bilang apa tadi, takut gue salah denger "
" Gue ngajak nikah adek lo berdua dan dia mau ", ulang Ken persis dengan kalimat pertamanya.
" Telinga gue tiba-tiba budek ni ", ucap Dio beranjak keluar kamar.
Vidi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia pun mengikut Dio keluar kamar. Ken hanya bisa memandang mereka dengan raut wajah bingung.
" Dasar aneh! ", ucap lelaki itu.
Lelaki itu kembali dengan senyum lebarnya dan kembali berbaring sembari memainkan ponselnya. Ia seakan tidak peduli dengan respon kedua abang Keyra tadi.