KEY

KEY
Sama Kayak Kamu


" Lo kenapa sih! ", geram Dio karna pergerakan sahabatnya yang menggangu ketentramannya.


" Gue gak bisa tidur ", jawab Ken.


" Gue juga gak bisa tidur tapi gak grasak-grusuk kayak lo ", geram Dio yang melemparkan bantal kearah wajah Ken.


Ken mengalihkan bantal yang menutupi wajahnya. Ia pun mengubah posisi menjadi berselonjor sembari menyandarkan tubuhnya. Dio pun ikut berselonjor dan bersandar.


" Kenapa lo gak bisa tidur ", interupsi Dio.


" Gue gak yakin kalau gue ngasih tau lo, lo gak akan ketawa ", malas Kenzie.


Dio tergelak.


" Enggak, udah tenang aja, lo kayak baru kenal gue sehari dua hari aja, kan gue dari dulu emang suke ngetawain lo ", tukas Dio sembari tertawa kecil.


" Gue kepikiran sama trauma yang Key bilang tadi ", jujur Kenzie membuat Dio mengulum senyumnya.


" Apa lo! Mau ngeledek gue! Silahkan! ", tukas Ken yang melihat ekspresi Dio.


" Suudzon aja lo! ", bela Dio.


" Gue juga sama ni, gue juga dari tadi gak bisa tidur ya mikirin itu ", jelas Dio.


" Trauma apa ya Keyra? ", batin Ken penuh penasaran dengan pandangan lurus kedepan.


" Gue yakin trauma yang dia bilang waktu dihotel itu sama yang tadi, itu ada hubungannya sama perjodohan itu, Ken ", tebak Dio.


" Emang yang dihotel gimana ceritanya ", bingung Kenzie yang memang tidak mengetahui.


" Lo ingatkan kejadian yang pas pertama kali dia nyampai hotel, dia nangis gara-gara gue becandain seakan-akan gue mau ngapa-ngapain dia ", jelas Dio.


" Gak tau gue ", ucap Ken seraya menggelengkan kepalanya.


" Yang lo balik lagi gara-gara mau nyerahin cardlock trus lo mukul gue dari belakang, ingat gak lo! ", jelas Dio lagi setengah kesal.


" Ohh yang itu, ingat gue ", ucap Ken.


" Trus? ", tanya Ken masih bingung.


" Intinya dia takut banget pas gue becandain kayak gitu dan dia bilang dia trauma, gue jelas banget denger dia ngomong kayak gitu, tapi pas gue tanya lagi eh lo tau gak dia bilang apa? ", ucap Dio menggantung.


" Apa? ", serius Ken.


" Dia bilang dia mau makan kurma ", jelas Dio yang kembali merasa kesal tetapi juga lucu mengingat kejadian itu.


Ken tertawa lepas, tawa yang sudah langka dijumpai oleh Dio sejak beberapa tahun terakhir.


" Gue aja yang cuma mau buka kamarnya dia eh dikira gue mau ngapa-ngapain dia ", ucap Ken masih disisa tawanya sembari membayangkan kejadian dihari yang sama itu.


.


.


.


Jam sudah menunjukkan pukul 23:32, tapi Keyra masih saja sibuk dengan laptop yang ia pangku dengan berselonjor bersandar ditempat tidur. Dinda yang sedari tadi melihat Keyra yang begitu serius ditambah ia juga tidak bisa tidur, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


" Dek lagi nulis apain sih? Serius banget ", tanya Dinda sembari melihat layar laptop karna rasa penasarannya.


" Keyra lagi cari lowongan ni kak, lowongan jadi freelance writer ", jawab Key yang masih fokus dengan laptopnya.


" Buat? ", tanya Dinda tanpa berpikir panjang.


" Kak, emangnya orang kalau cari kerja buat apa kalau bukan buat kerja, dapet duit buat nyambung hidup ", jelas Keyra yang merasa aneh dengan pertanyaan Dinda.


" Hehehe ... Iya juga ya ", cengir Dinda.


Key hanya memutar bola matanya.


" Dek, emangnya kamu mau bayar apa? Ehm .. maksud Kakak, Dio kan juga gak minta bayaran kamu tinggal di hotel keluarga mereka, secara kamu kan udah dianggap keluarga sama mereka ", jelas Dinda dengan polosnya.


" Hah? Hotel itu punya keluarga Kak Nanda? Serius Kak? Berarti mereka emang orang kaya dong ", ucap Keyra yang kaget karna memang Dio tidak memberitahu hal tersebut kepadanya.


Dinda mengangguk.


" Dio gak cerita sama kamu? ", tanya Dinda hati-hati karna baru sadar bisa saja kekasihnya sengaja merahasiakan identitasnya.


" Gak, ah dasar Kak Nanda ", kesal Keyra.


" Kak, trus Kak Kenzie kok bisa tinggal di hotel? Kak Kenzie juga kabur? ", tanya Keyra polos.


Dinda tertawa kecil.


" Kamu penasaran nih ceritanya? ", ucap Dinda dengan senyum yang meledek.


" Ya, Keyra aneh aja gitu kan Kak Nanda sama Kak Ken udah sahabatan kenapa gak tinggal disini aja? ", tutur Keyra.


" Kakak gak bisa cerita banyak Dek mengenai Ken, mending kamu langsung tanya aja ke dia, yang pasti kenapa dia gak tinggal sini karna dia sendiri yang gak mau ", jelas Dinda.


" Katanya dia gak mau nyusahin, makanya dia tinggal di hotel, dan sebenarnya Dio dan keluarganya juga udah bilang sama Kenzie buat gak bayar biaya penginapan disana, eh tapi ya gitu dia orangnya gak enakan ", jelas Dinda lagi yang disimak dengan serius oleh Keyra.


" Sama kayak kamu ", seru Dinda dengan santainya yang membuat Keyra sedikit terperanjat.