KEY

KEY
Om-Om Tua


Pagi menjelang, ditengah sarapan hanya keheningan yang tercipta diantara penghuni rumah Rangga. Kenzie beberapa kali mencuri pandangan kearah Keyra yang duduk dihadapannya tepat disamping Arin. Itu semua ternyata tak lepas dari pantauan Rangga dan anak sulungnya yang membuat mereka menahan senyum.


" Ehem ... entar aja lirik-liriknya ", ledek Rangga tanpa mengalihkan pandangannya kearah nasi goreng yang ada diatas piring sembari mengulum senyumnya.


" Makan aje dulu, iya gak Pa? ", tambah Dio meminta persetujuan diakhir kalimatnya yang mendapat anggukan dari sang Ayah.


Kenzie yang mendengar ledekan Ayah dan anak lelakinya menjadi salah tingkah karna ketahuan mencuri pandangan. Kenzie pun melanjutkan makannya dengan tergesa-gesa karena malu.


...


Sehabis sarapan, mereka semua berkumpul diruang keluarga. Diantara mereka hanya Kenzie yang terlihat tidak tenang dalam posisinya. Seperti janji Rangga yang akan membahas masalah kemarin malam mengenai perasaan Ken terhadap anak gadisnya.


" Eh kambing kenapa lo, gak bisa duduk diam lo, ha?! ", tegur Dio setengah berbisik.


" Gue deg-degan ni ", bisik Ken ditelinga Dio.


Dio yang mendengar itu tak kuasa menahan tawanya alhasil tawanya pun meledak di ruangan itu membuat semua perhatian menuju kearahnya.


" Kenapa Yang? ", Dinda.


" Kenapa Kak? ", Arin.


" Iya, Kak Nanda kenapa deh. Kesurupan? ", tanya Keyra diakhir kalimatnya.


Dio yang mendengar kata diakhir kalimat sang adik menghentikan tawanya dan berubah menjadi masam.


" Enak aja ngatain orang kesurupan ", saut Dio mencebik kesal.


Keyra hanya terkekeh mendengar raut kesal diwajah sang Kakak.


" Pa, ada yang deg-degan ni mau di sidak ", bocor Dio ke sang Papa dan kembali tertawa dengan puasnya.


Bukan tanpa alasan Dio menertawai sahabatnya itu, pasalnya Dio baru kali ini lagi melihat raut tidak tenang pada wajah sahabatnya itu setelah dua tahun belakangan. Ini kali kedua Dio melihat wajah tegang Kenzie disituasi yang sama. Pertama terjadi saat bersama Qiesha dan yabg yang kedua sekarang adiknya Keyra.


Kenzie yang Dio tau adalah orang yang santai ketika menghadapi masalah. Ketika ada masalah sebesar apapun dia akan tenang. Pernah Dio menanyakan kenapa dia bisa setenang itu padahal sedang ada masalah menerpanya, dan Kenzie hanya menjawab "setiap masalah pasti ada jalan keluar dan pasti akan selesai, tinggal menunggu waktunya saja".


" Ehm .. jadi Ken? ", ucapan Rangga memecah keheningan yang beberapa saat terjadi.


" Ha? Iya Om, kenapa? ", ucap Ken semakin tegang.


" Iya Om ", saut Ken terkekeh dan berusaha mengambil posisi duduk yang enak dan berusaha sebisa mungkin untuk tenang.


" Iya juga, gue kan cuma mau ditanya kenapa gue seakan-akan akan dihukum gantung ", batin Ken membenarkan.


" Tapi kalau kamu mempermainkan dan menyakiti anak gadis Om, Om akan beneran hukum gantung kamu ", ucap Rangga membuat Kenzie menelan ludahnya dengan sulit.


" Bener tu Pa, gantung aja kalau dia sampai nyakitin Keyra ", tambah Dio yang mendapat pelototan dari Kenzie dan mendapat sikutan dari Dinda yang duduk disampingnya.


" Iya Pa, gantung aja sekalian cambuk ", tambah Keyra dengan santainya tanpa mengalihkan perhatiannya dari puding coklat yang memang sejak dari tadi berada ditangannya.


Sautan Keyra membuat semuanya tertawa, terkecuali Ken yang tampak kesal dengan gadis menyebalkan itu. Arin sejak dari tadi menatap lekat gadis yang sudah dianggap seperti anak kandungnya itu. Entah apa yang menggerakkan tangan Arin untuk mengusap lembut puncak gadis dengan balutan hijab itu.


" Enak? Mau nambah lagi? ", tanya Arin yang mendapat anggukan dari Keyra.


Arin tersenyum dan beranjak untuk mengambil puding coklat yang masih tersisa didalam kulkas.


" Ma, kita juga dong, si adek mulu yang diperhatikan ", iri Dio.


" Kamu udah tua gak pantes lagi diperhatikan sama Mama, itu udah ada Dinda ", saut sang Mama yang membuat Dio mencebik kesal.


" Udah tua itu makanya cepet-cepet nikah trus bikinin Keyra keponakan yang banyak ", saut Keyra dengan polosnya.


" Diem lo bocil! Lo aja dulu yang nikah ni sama Kambing ", saut Dio.


" Iya Keyra bakal nikah tapi gak sama Om-om tua itu ", jawab Keyra dengan polosnya membuat Kenzie menahan kesal atas perkataan gadis itu, sedang Rangga, Dio dan Dinda menahan tawa mereka atas ucapan Keyra.


" Awas aja lo bocil ", geram Kenzie dalam hati.


.


.


.


.


.