KEY

KEY
Pintu Kemana Saja


" Key, Ken, Dinda kalian nginap aja ya disini, udah malem juga kalian mau pulang ", ucap Rangga disela-sela makan malam mereka.


" Ken emang udah Dio suruh nginep, Pa. Ada yang mau Dio bahas sama Ken ", terang Dio.


" Lebih tepatnya dipaksa sih Om ", sindir Ken yang hanya mendapat cengiran dari Dio.


" Key balik ke hotel lagi aja deh Om eh maksudnya Pa, Key gak bawa baju ", cengir Keyra.


" Pake aja tu baju yang lo pake sekarang, ribet banget bocil! ", geram Ken yang memang duduk tepat di samping Keyra.


" Nyambung aja! Orang ngomong sama Papa bukan sama om-om yang gak laku ", balas Keyra dengan entengnya membuat mereka yang mendengarnya tergelak terkecuali Ken.


" Eh bocil emang muka gue segitu tuanya? ", tanya Ken serius sembari melepaskan alat makannya.


Key menatap sekilas dan kembali melanjutkan makanannya tanpa menggubris pertanyaan Ken.


" Enak Ma masakannya, Keyra suka ", ucap Keyra sengaja tidak memperdulikan Ken yang menunggu jawabannya.


" Kacang mahallll ", sindir Ken dan kembali melanjutkan makannya.


" Ceilah ... bilang aja lo semangat kan kalau Keyra ikutan nginep disini ", ledek Dio.


" Diem lo! ", kesal Ken.


Rangga, Arin, Dinda dan Dio hanya bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan Keyra dan Kenzie.


" Pantesan Dio sebegitu semangatnya kalau cerita mengenai Keyra, ternyata anaknya emang moodboster banget ", batin Arin.


" Ehem ... Udah udah Ken Key jangan ribut sekarang nanti aja kalau makannya udah selesai kalian lanjutin ributnya ", ucap Rangga seenaknya.


" Papa gimana sih, bukannya dilarang malah disuruh lanjutin ributnya ", protes Arin.


" Ya mereka ribut juga gak mungkin sampai pukul-pukulan Ma, biasalah ribut-ribut sayang ", jawab Rangga enteng yang membuat Ken tersedak dengan nasi yang baru saja ia masukkan kedalam mulutnya, begitu pun dengan Keyra yang cepat-cepat meminum air karna seakan tenggorokannya gersang seketika.


" Ribut-ribut sayang gimana sih Papa, ada-ada aja ", ucap Arin sembari menggelengkan kepalanya tidak tau arah pembicaraan suaminya itu.


" Maksud Papa salah satu dari mereka itu sengaja mancing keributan Ma biar bisa lebih dekat aja ", Dio yang akhirnya bersuara sambil melirik Kenzie dan mendapat tatapan tajam dari Kenzie.


" Alibi Ma ", saut Dinda menambahkan.


Dio kini melihat Keyra yang hanya pelanga-pelongo dan itu membuatnya berusaha menahan tawa.


" Kenapa Dek? ", tanya Dio sengaja.


" Ha? Ohh enggak kok, enak ini ", gelagap Keyra.


...


Didalam kamar mandi, seseorang berdiam diri melihat pantulan dirinya didepan cermin. Ken menyalakan keran air dan membasuh mukanya dengan kucuran air yang keluar dari keran wastafel.


" Dasar sapi! Bikin malu gue aja! ", batin Ken kesal.


" Dasar gue! Kayaknya gue udah kemakan omongan gue sendiri! Arrrghhh ... ", ucap Ken menahan kekesalannya terhadap dirinya sendiri sembari mengacak rambutnya frustasi.


Ken kembali keruang makan. Terlihat Dio yang menatapnya dengan senyuman meledek. Ken segera menghunuskan tatapan tajamnya melihat Dio.


" Udah? ", tanya Rangga ambigu.


" Udah apa om? ", bingung Ken sembari mendudukkan tubuhnya.


" Udah selesai mikirin anak bungsu om ", ucap Rangga santai sembari mengulum senyumnya membuat yang lain hanya bisa menahan tawa terkecuali Dio yang sudah tertawa paling keras.


Keyra hanya terdiam entah apa yang dia rasakan dan pikirkan, sedang Ken rasanya ia mau menghilangkan diri dari sana saat itu juga.


" Gue perlu pintu kemana saja sekarang, Doraemon ", batin Ken menangis menahan malu dihadapan gadis yang duduk disampingnya.


.


.


.


.


.