KEY

KEY
Tentang Trauma


" Takutkan Keyra diambil sama orang lain, belagu sih ", ledek Keyra yang membuat semuanya tertawa.


Hening


" Iya, gue emang takut Lo diambil sama orang dan gue gak akan rela kalau sampai lo nikah sama cowok lain selain gue, gue gak mau kehilangan Lo! Puas Lo! ", tutur Kenzie dan berlalu pergi begitu saja.


Keyra diam mematung, tak terkecuali Arin, Rangga, Dinda dan Dio.


...


Hari ini tepat sudah sebulan Keyra tinggal dirumah orang tua Dio. Keyra benar-benar diperlakukan sudah seperti anak kandung dari Rangga dan Arin. Dio juga sudah menganggap gadis cerewet itu seperti adik kandungnya.


Seperti biasa, pada hari Minggu seperti ini mereka menghabiskan waktu dirumah. Semenjak ada Keyra, Dio sudah tidak pernah lagi tidur di apartemen miliknya. Dio pergi ke apartemen hanya sekedar mengambil barang atau pakaian saja.


Hari ini mereka hanya duduk santai dihalaman belakang rumah. Mereka mengobrol ringan dengan topik yang random. Dari menceritakan kebiasaan Dio sewaktu kecil sampai akhirnya membahas masalah Kenzie dan Keyra yang membuat Keyra selalu pura-pura tidak mendengar.


" Cieee ... yang dideketin sama Om-om ", ledek Dio.


" Apa sih! ", saut Keyra kesal.


" Apa sih, apa sih, entar kesemsem lho Dek ", lanjut Dio masih meledek.


" Udah Kak, seneng banget gangguin adiknya ", seru Arin yang kini memeluk gadis itu dan menciumi puncak kepalanya.


(Hening)


" Dek ", panggil Dio yang duduk bersandar sembari memperhatikan Keyra yang masih berpelukan manja dengan Arin.


" Ya ", jawab Keyra menoleh sekilas kearah Dio.


" Cerita dong Dek "


" Cerita apa? "


" Ya cerita apa aja yang belum kamu ceritakan "


" Masalah? ", jawab Keyra membenarkan posisinya dan menatap kearah Dio.


" Hmm ", sejenak Dio berpikir menyusun kata-kata yang pas untuk ia tanyakan kepada Keyra.


" Masalah trauma itu ", ucap Dio membuat Rangga dan Arin yang mendengarnya ikut penasaran.


" Trauma? ", ulang Arin.


" Ohh, hmm gimana ya ", Keyra terlihat berpikir.


" Jadi, kakak ingatkan cowok yang mau dijodohin sama Keyra? ", ucap Keyra yang mendapat anggukan dari Dio, sedang Arin dan Rangga masih terlihat bingung karna memang tidak mengetahui perihal perjodohan Keyra itu.


" Perjodohan? ", ulang Arin yang semakin terlihat gusar.


" Ma tenang dulu ya, nanti Kakak bakal ceritain semuanya yang kakak tau mengenai Keyra ", jelas Dio yang membuat Arin menahan semua pertanyaan penasarannya.


" Terus Dek? ", tanya Dio beralih menatap Keyra dengan serius.


" Nah, cowok itu pernah hampir perk*sa Keyra kak ", jelas Keyra membuat Arin, Rangga dan Dio kaget.


" Makanya Keyra takut banget pas pertama ketemu sama Kak Kenzie waktu di hotel itu ", tambah Keyra.


" Apalagi pas Kak Nanda yang jailin Keyra itu seakan-akan mau berbuat hal yang sama seperti yang Bimo lakuin, makanya Keyra nangis ", ucap Keyra menunduk berusaha menyembunyikan matanya yang sudah mulai berair.


" Kakak ", seru Arin dengan pelototan matanya yang tajam membuat Dio panik.


" Becanda doang Ma, Kakak gak tau waktu itu Adek ada trauma ", bela Dio dengan kedua tangannya yang diangkat bak buronan yang berhasil ditangkap polisi.


" Iya Ma, kak Nanda gak salah kok karna memang kak Nanda gak tau masalah Keyra itu ", tambah Keyra memberikan penjelasan.


" Dan ... ", ucap Keyra menggantung.


" Kenapa Dek? ", tanya Dio penasaran.


" Sebenarnya keluarga Bimo sama Papa Mama itu bekerja sama buat hidup Keyra menderita semenderita-nya Kak ", jelas Keyra yang kini sudah tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Arin yang melihat itu dengan cepat memeluk anak perempuan-nya, mengusap punggungnya, mencium puncak kepalanya, berusaha memberi ketenangan pada putrinya itu.


.


.


.


.


.