
Dinda dan Keyra terpelongo melihat Dio yang tertawa dan masuk kekamar Keyra tanpa salam.
' Salam dulu kali ', sindir Keyra.
' Udah, kamu aja yang gak denger ', ngeles Dio.
' Aku juga gak denger loh Di ', ucap Dinda polos.
' Aku ngucapin salamnya dalam hati ', jawab Dio santai sembari membaringkan tubuhnya di atas kasur Keyra.
' Gaje ', saut Dinda dan Keyra berbarengan.
Dio hanya terkekeh melihat reaksi dua wanita itu.
...
Keyra, Dinda dan Dio sudah sampai di restoran tempat mereka akan makan malam. Mereka juga sudah memesan makanan mereka.
' Assalamualaikum ', suara berat seseorang mengalihkan mereka.
' Waalaikumsalam ', jawab mereka berbarengan dengan Keyra yang masih bingung kenapa ada lelaki yang dia panggil om itu berada disini.
Dio bisa melihat raut wajah bingung gadis itu.
' Saya yang ajak dia kesini, kasihan dia jomblo jadi biar malam ini nasibnya gak nyesek-nyesek amat ', jelas Dio santai tanpa memperdulikan sahabatnya yang sudah kembali kesal.
' Gak nyuruh gue duduk kalian bertiga? ', sindir Ken yang masih berdiri disamping Keyra.
' Gak ', ucap Keyra tanpa sadar sesaat langsung menutup mulutnya sendiri.
Dio dan Dinda hanya terkekeh.
' Lo kalau mau duduk ya silahkan duduk, tapi kalau mau berdiri ya gak ada juga yang ngelarang ', ucap Dio dengan nada meledek.
Ken hanya mendengus segera ia menarik kursi yang berada disamping Keyra karna hanya kursi itu yang kosong dimeja mereka. Keyra mengalihkan pandangannya kearah lain rasanya masih sangat sakit hati terhadap om-om yang duduk disebelahnya itu.
' Kita udah pesen makanan, lo pesen gih hari ini gue traktir ', ucap Dio kepada Ken yang sudah duduk dihadapannya.
' Gak sekalian tadi pesenin gue ', ketus Ken.
' Gak ', saut Keyra pelan tetapi masih bisa didengar oleh mereka bertiga.
Ken menatap tajam gadis disampingnya. Tak lama ia memanggil pelayan dan memesan makanan pesanannya. Sekitar 15 menit pesanan mereka semua datang.
Disela makan, Dio, Dinda dan Kenzie tak lepas memperhatikan Keyra yang sangat lahap memakan makanannya. Keyra yang sadar itu sejenak menghentikan aktifitas makannya dan menatap bingung kearah mereka.
' Lapar banget dek ', ucap Dinda tersenyum.
Keyra hanya mengangguk dengan mulut masih dipenuhi makanan.
' Malu-maluin lo ', ucap Kenzie yang sebenarnya hanya ingin menggoda gadis itu.
' Emang ', jawab Keyra pelan sembari melanjutkan makannya dengan lambat.
' Aww ', Ken meringis mendapat tendangan Dio dari bawah meja tepat dikakinya.
' Gu...gue bercanda doang kok, suwerrr ', ucap Ken gelagapan menghadap kearah Keyra dengan jari tangannya yang ia hadapkan membentuk huruf V.
Dio dan Dinda yang melihat perubahan sikap Ken hanya bisa menahan tawanya.
' Gak bercanda juga gak apa-apa ', lirih Key masih dengan aktifitas makannya.
' Dek ', panggil Dinda lembut.
' Gak apa-apa kak ', jawab Keyra tersenyum kearah Dinda, Key bisa menangkap raut cemas diwajah Dinda.
Keyra merasakan sesak di dadanya dan dengan susah payah ia mengendalikan dirinya agar pertahanannya tidak roboh. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berusaha agar genangan air dipelupuk matanya tidak jatuh.
' Dasar kambing! Baru aja gue ingetin tadi masih aja mulut asal nyablak aja! ', geram Dio menatap kesal kearah Ken setelah melihat mata Keyra yang sudah berkaca-kaca.
' Ehem ', Dio berdehem.
' Key ', panggil Dio.
Keyra menoleh.
' Maafin teman saya, dia ini ... ', ucap Dio menggantung sembari mengarahkan telunjuknya dihadapan Ken dan melirik kearah sekitar.
Dio memajukan kepalanya yang membuat mereka bertiga mengernyit bingung.
' Kenapa kak? ', tanya Keyra sekilas menoleh kearah Ken dan kembali menatap Dio.
' Dia lupa bawa otak! ', ucap Dio menegaskan kalimatnya dan segera memundurkan kepalanya.
Dinda dan Keyra menahan tawa. Ken menatap tajam kearah Dio, bukannya takut Dio balas menatap tajam kearah sahabatnya itu.
' Pantesan ', ucap Keyra tertawa kecil.
' Apa ', saut Ken menatap tajam gadis itu.
' Om kenapa otaknya gak dibawa? Otaknya berat ya saking kerasnya kayak batu ', ledek Keyra.
' Seneng lo gue dihina ', protes Kenzie.
' Banget ', ketus Keyra sembari menjulurkan lidahnya.
Dio dan Dinda hanya bisa menahan tawa melihat perdebatan dua manusia dihadapan mereka sekaligus merasa lega karna bisa melihat gadis itu kembali membuat Kenzie kesal.
.
.
.
.
.
🙂🙂🙂