
' Bang ', lirih Keyra menatap Vidi disampingnya. Vidi segera memeluk adiknya itu dan mengeratkan pelukannya setelah terdengar isak tangis dari adiknya itu.
' Maafkan abang Dek ', ucap Vidi dengan rasa bersalahnya.
' Kamu tau kan selama ini Mama sama Papa gimana ', lanjut Vidi.
...
Keyra duduk di balkon yang ada di kamarnya. Keyra menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong. Hujan rintik dan cuaca yang mendung dipagi hari seakan menggambarkan perasaan Keyra.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa besok adalah hari dimana Keyra akan dinikahkan dengan pria yang telah dijodohkan oleh orangtuanya. Keyra hanya bisa pasrah dan tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah pernikahannya besok. Sampai sekarang, jangankan wajah dari calon suaminya, nama dari calon suaminya saja Keyra tidak mengetahui.
Lamunan Keyra dibuyarkan dengan suara ketukan pintu kamarnya. Keyra segera membukakan pintu kamarnya. Terlihat Vidi yang berdiri didepan kamarnya dengan wajah setengah panik.
' Bang Vidi, ada apa bang? Abang kenapa mukanya panik gitu? ', tanya Keyra yang tak kalah panik.
' Dek, abang kasih kamu waktu sebelum besok kamu harus udah tau tujuan kamu mau kabur kemana ', ucap Vidi yang membuat Keyra semakin bingung.
' Kabur? ', ucap Keyra dengan kening yang mengkerut.
' Dek, abang barusan kebawah dan cowok yang bakal dinikahkan sama kamu itu Bimo ', jelas Vidi membuat Keyra terperanjat.
Keyra terdiam. Tak lama ia memeluk abangnya itu dan Vidi pun membalas pelukan adiknya itu.
' Sekarang kamu siapin apa yang perlu kamu bawa, sebelum hari esok kamu harus udah keluar dari rumah ini dek, jangan sampai kamu nyesal sepanjang hidup kamu ', jelas Vidi lagi.
' Udah cukup kamu ngalah dan nurutin kemauan mereka, tapi untuk ini abang sendiri yang akan membantah Mama sama Papa, abang gak mau kamu terus-terusan ngalah yang malah bikin kamu sengsara ', lanjut Vidi memberi perhatian masih dengan memeluk adiknya dan mengelus punggung adiknya itu.
Keyra melepaskan pelukannya dan menatap abangnya lekat dengan mata yang sudah memerah.
' Keyra mau ke Singapura bang, InshaAllah uang Keyra cukup buat ke sana ', ucap Keyra parau.
' Masalah biaya hidup disana Keyra bisa kerja kok ', lanjut Keyra karna melihat raut kekhawatiran diwajah abangnya.
' Kamu yakin? ', tanya Vidi memastikan.
Keyra hanya mengangguk dan segera ia membereskan apa yang sepatutnya ia bawa. Keyra dan Vidi pun berhasil keluar rumah tanpa sepengetahuan orang yang ada dirumah mereka. Sekitar setengah jam perjalanan mereka sampai di Bandara.
' Bang, Key pamit, abang jaga diri baik-baik ya. Sampaikan juga permintaan maaf Key sama Mama Papa ', ucap Key dengan air mata yang sudah tergenang dimatanya.
' Come on my girl! You strong! Kamu pasti bisa menemukan kebahagiaanmu, orang yang kamu cari, doa abang selalu menyertai setiap langkahmu ', ucap Vidi mencoba menghibur adiknya dan melepaskan pelukannya karna pesawat yang Keyra tumpangi segera berangkat.
Keyra pun berpamitan dengan abangnya dan segera pergi. Vidi menatap punggung adiknya sampai tak terlihat oleh matanya.
' Kamu gadis yang kuat Dek, semoga kamu menemukan bahagiamu disana ', ucap Vidi pelan dan segera masuk kemobil menuju pulang kerumahnya.
*Flashback Off
' Masih jaman ya sekarang dijodoh-jodohin gitu ', ucap Ken dengan raut wajah yang terlihat kesal.
' Kenapa lo gak langsung nolak aja sih, ribet amat lo kabur-kaburan ', protes Ken.
' Om dengerin gak sih Keyra cerita, kan Keyra udah nolak tapi orangtua Keyra bilang gak nerima penolakan dengan alasan apapun! ', kesal Keyra.
Dio dan Dinda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Keyra yang baru saja menangis kembali berdebat dengan Kenzie.
' Masih belum dibawa om? ', tanya Keyra yang membuat Kenzie, Dio dan Dinda bingung menatapnya.
' Bawa apa? ', tanya Ken.
' Otaknya! ', jawab Key singkat yang membuat Dio dan Dinda pecah tawanya sedang Ken dibuat dongkol oleh jawaban singkat gadis itu.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya banyak kurangnya. Masih belajar 🙂🙂🙂