KEY

KEY
Kenyataannya


" Eh bentar dulu deh, Lo bilang tadi adek gue sempat tinggal di hotel yang sama kayak Lo? ", tanya Vidi memandang Ken serius.


" I-iyaa ", jawab Ken ragu seraya mengangguk pelan.


" Satu kamar? ", tanya Vidi lagi.


" Iya ", jawab Ken tidak sadar.


" Ha? ", kaget Vidi, tak ubah Dio yang ikut kaget dengan jawaban Ken.


Ken tersadar dengan kebodohannya saking groginya dia, " Eh, enggak kok gak, beda kamar, suer dah tanya aja Dio ", ucap Ken dengan jari yang membentuk huruf V mengarah ke Vidi.


" Eh Kambing jangan macem-macem lo ya ", ancam Dio.


" Gak macem-macem gue, Yo ", jawab Ken meyakinkan Dio, Ken sekilas menoleh ke arah Vidi dengan takut-takut.


" Trus kenapa lo bilang satu kamar sama Keyra? ", Vidi sekarang yang menginterogasi.


Ken terperanjat kaget, melihat ke arah Vidi, dengan susah payah ia menelan salivanya.


" Ya elah Ken, lo kan emang gak satu kamar sama Keyra, tapi kenapa lo gradak gruduk gini ", batin Ken.


" Gue gak terlalu dengar tadi pertanyaan yang kedua makanya gue jawab iya iya aja ", ucap Ken.


Vidi hanya mengangguk, ia pun sebenarnya hanya saja sengaja ingin menggoda sahabatnya Dio yang baru ia kenal itu.


" Bilang aja lo grogi ketemu calon abang ipar, ngaku aja lo ", goda Dio.


Ken memelotot tajam ke arah Dio. Dio hanya cengengesan melihat sahabatnya semakin malu.


" Eh, adek gue gimana Di? Baik baik aja kan? ", tanya Vidi membuat Dio dan Ken melihat ke arahnya.


" Alhamdulillah, tenang, adek lo baik baik aja kok ", ucap Dio yang membuat raut wajah Vidi yang awalnya khawatir menjadi raut lega terlihat jelas di wajahnya.


" Syukurlah, gue benar-benar gak tenang selama di sana, gue takut aja cowok br*ngs*k itu nemuin Keyra disini ", ucap Vidi mengenai kekhawatirannya.


" Cowok? ", Ken dengan alis yang bertaut.


" Eh maaf maaf, tapi gue boleh nanya kan ? ", lanjut Ken meminta izin terlebih dahulu, ia hanya tidak mau dianggap terlalu kepo dengan masalah orang lain.


" Santai, boleh kok, gak lo tanya juga gue bakal ceritain ", senyum Vidi penuh makna ke arah Ken.


Ken yang curiga dengan senyuman Vidi seketika bersuara, " gue penasaran aja Vid gak ada maksud apa-apa kok ", ucap Ken dengan senyum menutupi rasa malunya.


" Bohong aja terus Ken Ken, sampai Keyra di lamar sama anaknya Papa baru tau rasa lo ", saut Dio menyindir yang dengan sengaja menaikkan volume suaranya.


Ken menghela nafas dalam, rasanya ingin sekali ia menyumpal mulut temannya itu dengan vas bunga yang ada diatas meja dihadapannya sekarang.


Vidi hanya tertawa melihat kelakuan dua pria yang semakin tua itu tetapi masih saja seperti dua anak TK yang saling ejek.


" Gue gak peduli mau lo suka atau enggak sama adek gue, mau lo punya niatan yang lebih serius atau enggak sama adek gue, asal satu pinta gue jangan pernah lo ngeluarin kata-kata yang bikin adek gue nangis, lo boleh gak suka sama adek gue tapi tolong jangan lo sakitin hatinya dengan ucapan lo ", ucap Vidi panjang lebar yang berhasil membuat Ken mengingat saat dimana ia pernah membentak Keyra dengan perkataan pedasnya yang membuat Keyra menangis, bahkan membuat Dio sangat marah saat itu.


" Tapi kenyataannya gue udah pernah bikin adek lo nangis Vid dengan ucapan gue ", batin Ken.


.


.


.


.


.