
Dikamar lain, Ken berbaring menatap kosong langit-langit kamarnya. Dia sangat menyesali perkataannya tadi.
' Kenapa gue bisa ngomong kayak gitu tadi ', batin Ken.
Ken mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri foto di ponselnya itu. Dilihatnya lekat-lekat foto seseorang dan tak lama kedua sudut bibirnya terangkat.
' Benar kata Dio, mereka berdua mirip ', ucap Ken pelan.
' Apa mungkin Keyra sengaja berperilaku sama dengan kamu ', ucap Ken seolah bertanya dengan sosok yang wajahnya ada difoto itu.
Ken menggeleng dan mengusap wajahnya kasar kemudian beranjak duduk bersandar ditempat tidur, ponsel masih ia genggam ditangan kirinya.
' Gak mungkin. Keyra masih muda banget dan gue juga sama sekali belum pernah ketemu dia. Mana mungkin dia sengaja berperilaku seperti itu ', ucap Ken menunduk kembali menatap foto di ponselnya yang masih dia pegang.
...
Keesokan harinya, Dio segera menghubungi Ken setelah beberapa jam sampai di Bandung. Ia telah berada dirumah seseorang yang menjadi penyebab ia datang ke Bandung.
' Hallo, Assalamualaikum ', terdengar sautan dari seberang.
' Waalaikumsalam ', jawab Dio.
' Ken gue udah sampai di Bandung ni, gimana Key dia baik-baik aja kan ? ', lanjut Dio lagi.
' Peduli banget sih lo! Lo naksir sama tu bocah, ha ?! ', jawab Ken ketus.
' Astaga, gila aja lo! Gue anggap dia udah kayak adik gue sendiri kambing! ', bela Dio.
' Serah lo! ', jawab Ken malas.
' Lo dimana sekarang? ', lanjut Ken.
' Dirumahnya Dinda ni gue, Minggu depan gue balik ke Singapura bareng Dinda bawa dia liburan ke sana sekalian ngenalin dia ke Keyra ', jawab Dio.
' Bagus deh ', jawab Ken singkat.
' Bagus? Maksudnya? ', tanya Dio bingung.
' Ya bagus, cepat lo ngenalin tu bocah ke Dinda biar Dinda gak salah paham sama lo ', jawab Ken.
' Gue kira apa ', ucap Dio.
' Dinda gak bakal mikir yang macam-macam tentang gue sama Keyra ', lanjut Dio.
' Perilaku lo ke dia sangat besar kemungkinan Dinda bakal mikir yang macam-macam Yo ', jelas Ken.
' Lo ambil berat banget mengenai bocah itu padahal lo baru kenal dia kemarin dan kemarin juga lo memperlakukan dia seolah-olah lo udah kenal lama sama dia ', jelas Ken lagi.
' Itu juga yang gue bingung Ken, kenapa gue sebegitu peduli sama dia. Tapi asal lo tau, gue gak ada perasaan yang seperti lo pikir gue naksir dia itu gak ada sama sekali Ken ', jelas Dio.
' Gue mau cari tau tentang siapa Keyra sebenarnya ', lanjut Dio lagi kini suaranya terdengar rendah terdapat ketulusan dibalik suaranya.
Ken bisa merasakan apa yang dirasakan sahabatnya itu. Apalagi mengingat masalah keluarga Dio itu.
' Gue minta maaf udah ngomong yang enggak-enggak tadi. Gue cuma mau ngingetin lo aja, gue gak mau hubungan lo dan Dinda kenapa-napa karna sebuah kesalahpahaman ', ucap Ken.
' Ya gue tau, gue sama sekali gak tersinggung atau sakit hati sama perkataan lo tadi ', ucap Dio.
' ... ', (hening)
' Heh kambing! ', panggil Dio lagi.
' E.. itu.. dia ', jawab Ken gelagapan.
' Kenapa! ', tanya Dio sedikit meninggikan suaranya.
' Jangan bilang lo udah ngomong kasar ke dia! ', lanjut Dio lagi setengah membentak.
' Gue gak sengaja ', jawab Ken menyesal.
' Lo ngomong apa sama dia! Jawab gue Ken ! ', bentak Dio.
Ken tersentak, baru kali ini lagi dia melihat sahabatnya semarah itu setelah beberapa tahun lalu.
' Gue gak sengaja bilang kalau dia nyusahin ', jawab Ken menyesal.
' Gue minta maaf sama lo ', lanjut Ken lagi.
' Lo sebenarnya ada masalah apa sama dia sampai segitu bencinya sama dia. Gara-gara dia yang ngira lo bakal ngapa-ngapain dia? Atau gara-gara dia manggil lo "om" ? Apa Ken! Jawab gue! ', ucap Dio yang kini marahnya sudah memuncak.
Ken terdiam bukan dua hal itu yang membuatnya dingin dengan Keyra. Dia sadar dan dia juga tidak tau kenapa dia sangat tidak menyukai Keyra. Sejenak fokusnya hilang.
' Lo gak bisa nyalahin Keyra kalau mereka sama Ken ', lanjut Dio.
' ... ', (hening)
' Ken! ', panggil Dio.
' Ken! '
' Kenzie! ', panggil Dio lagi dengan suara meninggi.
' Ehm .. iya .. maaf. Gue minta maaf Yo ', ucap Ken kembali dengan fokusnya.
' Bukan sama gue lo minta maaf, tapi sama Keyra! ', ucap Dio dingin.
' Gue gak bakal maafin lo sebelum lo dapat maaf dari Keyra! ', ucap Dio mengancam.
' Denger gue baik-baik Ken! Dibalik dia yang cerewet, dibalik dia yang menyebalkan, mungkin ada banyak luka yang dia pendam! Banyak sakit yang dia rasa! ', ucap Dio bergetar, entah mengapa dia sangat iba dengan gadis kecil itu.
' Dan lo! Lo udah menambah luka dan sakit itu! Lo semakin buat dia yakin kalau hidup dia menyusahkan, Ken! ', bentak Dio lagi.
' Ucapan lo itu udah jadi pedang tajam buat dia! ', ucap Dio lagi seraya memutuskan panggilan sepihak.
.
.
.
Selamat membaca ☺️