KEY

KEY
Pendekatan


Keyra melanjutkan langkahnya menuju taman belakang menemui Arin dan Rangga.


" Ma, Pa, Kakak keluar bentar katanya ada urusan ", seru Keyra sembari mendudukkan tubuhnya di samping Arin.


" Kemana Nak? ", tanya Rangga.


" Gak tau Pa, gak dikasih tau ", jawab Keyra.


.


.


.


Dio telah sampai di hotel dan segera menuju kamar Kenzie. Dio langsung memencet bel kamar tanpa henti agar Ken cepat membukakan pintu untuknya. Tak lama pintu pun terbuka.


" Bisa sabar gak! ", kesal Kenzie.


" Cepetan! Teman gue udah nunggu ", seru Dio sembari menarik keluar tubuh kekar Kenzie.


" Bentar, gue ambil dompet gue dulu ", ucap Kenzie melepaskan tangan Dio yang menarik bajunya.


" Cepetan! Gue tunggu di mobil ", ucap Dio meninggalkan Kenzie dan menuju mobil dengan langkah yang terburu-buru.


" Sapi kenapa? Penting banget kayaknya ", ucap Kenzie bermonolog sembari keluar kamar, mengunci pintu kamar dan menyusul Dio.


" Lama banget lo! Buruan masuk! " Dio.


" Sabar Yo, Lo kenapa sih? ", Kenzie yang kini telah duduk di samping Dio.


Dio tidak menjawab, ia langsung melajukan mobilnya untuk menemui Vidi yang sudah menunggu di Restoran milik keluarga Dio. Dio yang meminta Vidi untuk ketemuan di sana dan Dio juga meminta untuk karyawannya menyuruh Vidi menunggunya di ruangan pribadinya yang ada di Restoran itu.


Mobil yang dikendarai oleh Dio akhirnya sampai di depan restoran. Dio dan Kenzie segera turun dan masuk ke restoran untuk menemui Vidi. Kenzie hanya mengikuti langkah Dio karna dia belum tau maksud Dio membawanya menemui temannya itu.


" Assalamualaikum ", ucap Dio diikuti Ken.


" Waalaikumsalam ", jawab Vidi.


Vidi dan Dio saling menyapa satu sama lain dengan pelukan erat karna sudah lama tidak bertemu. Kenzie menjabat tangan Vidi.


" Gue Ken "


" Gue Vidi, abangnya Keyra ", ucap Vidi tersenyum penuh arti yang membuat Ken terbelalak refleks melepaskan jabatan tangannya dan menoleh ke arah Dio yang tersenyum meledek.


" Kata-katain? ", bingung Vidi dengan alis yang terangkat satu.


" Eh, enggak kok, ini anak emang suka mojokin gue, jangan dengerin ", seru Ken gelagapan dan menoleh kearah Dio dengan pelototan tajam.


" Udah udah, duduk duduk, capek gue berdiri ", tukas Dio sembari mendudukkan tubuhnya di sofa diikuti Ken dan Vidi.


" Jadi? Gimana? Apa yang lo mau sampaikan ke gue? Atau apa yang lo mau tanyain ke gue? ", ucap Dio to the point.


" Gue baru bisa kesini karna situasi udah aman, lebih tepatnya gue udah diusir dari rumah karna udah ketahuan kalau gue yang bantuin Keyra buat kabur dari rumah ", jelas Vidi.


" Gue kesini juga minta bantu sama orang tua teman adek gue si Biya, semua kartu ATM gue di sita, gue gak ada pegangan sama sekali, untungnya hape gue gak kesita juga ", lanjut Vidi.


" Sekarang lo tinggal dimana? ", tanya Dio.


" Gue sekarang belum dapat tempat tinggal, gue semalam tidur di Masjid dekat sini ", jelas Vidi.


" Ya udah, tinggal dirumah Nyokap Bokap gue ", tawar Dio.


" Janganlah, ada adek gue kan, gue gak mau ketemu dia dulu, gue belum siap buat nyeritain semuanya ", ucap Vidi dengan wajah capeknya.


Dio menoleh kearah Kenzie. Kenzie menaikkan dagunya tidak mengerti. Setelah mendapat pelototan dari Dio, Kenzie akhirnya mengerti.


" Tinggal sama gue aja, gue tinggal di hotel keluarga Dio. Adek lo juga sempet tinggal di sana sebelum tinggal sama Om Rangga sama Tante Arin ", jelas Kenzie.


Vidi menoleh kearah Dio, Dio mengangguk.


" Gak apa apa ni ", tanya Vidi pada Ken.


" Gak lah santai aja ", jawab Ken.


" Gak apa-apa lah, itung-itung pendekatan sama Lo dulu sebelum pendekatan sama Keyra biar dapat restu dari Lo ", ledek Dio.


" Sapi Lo! ", kesal Kenzie.


Vidi hanya tertawa pelan menyaksikan pertengkaran kecil Dio dan Kenzie.


.


.


.