Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Sorry I Love You - End -


Zolla tak kuasa menahan air matanya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.


Gunadi menatap kosong jalanan.


Ezz berusaha fokus mengemudi sesekali melihat istrinya yang menangis di kursi belakang.


Barusan rumah sakit mengabarkan Zella meninggal dunia, sambil memeluk boneka, Zella meminum semua pil penenang hingga overdosis dan tak dapat diselamatkan.


Saking shock mendengar kabar kematian Zella, Zolla hingga jatuh pingsan. Gunadi terjatuh lemas dan menangis tersedu-sedu.


Nagisa mengambil alih si kembar agar mereka bertiga bisa segera ke rumah sakit.


Tak habis pikir pada akhirnya Zella memutuskan mengakhiri hidupnya.


#Sorry I love you... But It's too late. You're gone now.#


Ezz dan Zolla terpaku membaca pesan terakhir Zella, yang membuat tangis Zolla pecah seketika.


Gunadi memeluk jenazah Zella sambil terisak.


"Maafkan Papa Nak. Papa membuatmu sakit benar kan? Maafkan Papa, Zella. Maaf." Hanya itu yang bisa diucapkan.


Zella tampak damai sambil memeluk boneka di dadanya.


Tulisan terakhir Zella pasti ditujukan untuk Foga. Zella menyadari perasaannya namun sudah terlambat, Foga tewas karena menyelamatkannya.


"Zella selalu merasa dirinya kesepian. Hanya Foga yang ada untuknya dan rela berkorban apapun."


Zolla menangis dalam pelukan Ezz tak kuasa menatap jenazah Zella.


Zella dimakamkan hari ini juga.


Gunadi dan Zolla menaburkan bunga di atas makam Zella. Bahkan air mata sudah mengering sejak tadi menangis.


"Maafin aku, Zella. Aku belum menjadi saudara yang baik untuk kamu."


Zolla mengusap nisan nama Zella. "Kamu yang tenang di Sana. Dengan Ibu, dengan Foga, dan putri cantik yang selalu kamu rindukan. Aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaan. Aku tak henti berdoa untuk kamu Zella."


Kepergian Zella menyisakan duka mendalam untuk Gunadi dan Zolla sendiri.


Tak mengira akan kehilangan Zella secepat ini.


***


Sudah tiga bulan berlalu semenjak Zella meninggal, Zolla masih saja murung.


Hanya celoteh dan tangisan kedua putranya yang menghiburnya.


Gunadi berusaha ikhlas dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dan mulai beraktivitas seperti biasa.


Nagisa sibuk di rumah sakit menjalankan tugasnya sebagai dokter.


Ezz masih sibuk dengan restorannya.


Sore hari, Zolla membawa Zayn dan Zayden berkunjung ke restoran Ezz. Bertepatan dengan ketiga teman Ezz berkunjung.


"Apa kabar Zolla?"


Zolla hanya tersenyum kecil. "Baik, Kak. Oh ya terima kasih dulu Kak Wahyu, Kak Reno, Kak Oka sudah bantu aku."


Ketiga teman Ezz hanya balas tersenyum.


"Ih lucu banget anak kalian. Mirip banget lagi."


Ezz yang menggendong Zayn tersenyum bangga. "Iya dong, siapa dulu yang bikin."


"Yah siapa dulu bibitnya. Ibunya aja kembar. Cuma nggak nyangka ni selucu ini."


"Terus lo bertiga gimana? Kapan Zayn dan Zayden bakal punya temen dari Om-Om nya nih?" Ledek Ezz.


"Hehe belum ketemu belahan jiwa. Kita masih jadi pejuang cinta."


"Ini Zayden, Zayn yang digendong Kak Ezz." Zolla memberikan Zayden pada Oka.


"Eh iya ketuker mirip sih."


"Gue gendong Zayn dong, Ezz.." pinta Reno.


"Nihh gendong yang puas. Siapa tau ada yang kepincut ngira lo semua hot Daddy."


Ketiga temannya tak henti mengelus-elus pipi si kembar yang chubby menggemaskan.


Pintu terbuka, Yono membawakan nampan makanan.


"Permisi Mas. Nasi goreng sosis bakar sudah siap."


"Huekk hueekk..." Zolla menutup mulut mencium aroma makanan menekan perutnya, kontan berlari ke toilet.


"Zolla kenapa?" Tanya Wahyu bingung.


"Nyium bau makanan, kali. Jangan-jangan istri lo hamil lagi," kata Reno enteng membuat Ezz terkejut dan bergegas menuju toilet.


Semua geleng-geleng kepala.


"Dasar Ezz, nggak liat ni anak-anaknya masih pada orok. Udah ngasih adik aja."


"Kayak nggak tau aja temen kita yang satu itu paling ganas pasti Zolla nggak dikasih istirahat dihajar nggak ada jeda. Terus...."


"Aaaaahhhh...."


Pembicaraan mereka terputus mendengar teriakan Zolla dari toilet.


Lalu terdengar perdebatan suami istri yang suaranya udah kayak pake toa.


"Sayang, kita tes dulu ya."


"Kakak sih, terus terusan. Kalau aku bener hamil gimana??"


"Ya kalau hamil dilahirin dong. Aku pasti tanggung jawab kok."


"Iya lah kan Kakak yang hamilin. Gimana sih?'


"Iya iya sayang kok galak gitu?"


"Lagian Kakak kan udah aku bilang, Zayn dan Zayden masih bayi. Belum genap 7 bulan lho. Aku kan operasi caesar. Gimana kalau ada masalah aku hamil cepat?"


"Duuhh sayang, kita cek dulu ya baru marah-marahnya dilanjutin."


"Nggak mau ah aku mau marah sekarang."


"Jangan dong sayang.."


Semua tertawa mendengar perdebatan suami istri yang tak ada habisnya.


"Maaf sayang, aku terlalu cinta sama istriku."


"Iihh gombal lagi.."


"Nggak gombal sayang, beneran. Itu buktinya lahir 2 fotocopy aku dari perut kamu. Bukti cinta kita. Kalo kamu hamil lagi, itu bukti cinta kita selanjutnya sayang.."


"Duuhh Kak... Serius nih masa' aku hamil lagi?"


Perdebatan suami istri itu tak akan selesai, namun kebahagiaan terpancar mengobati kesedihan dan penderitaan yang mewarnai perjalanan cinta mereka.


Kehadiran Zella menjadi perantara mereka bisa bersama.


Dan selamanya Zella akan selalu dikenang indah, melupakan kenangan buruk yang terukir.


*TAMAT*