Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 18


Paginya, Naura sudah siap dan ia tinggal menunggu Rizky. Sejujurnya ia sedikit takut kalau nantinya menabrak sesuatu, tapi karena Rizky telah meyakinkan Naura, akhirnya Naura berusaha untuk berpikir positif bahwa ia akan bisa mengendarai mobilnya tanpa lecet sedikitpun.


Tin! Tin!


Naura bergegas pergi menghampiri Rizky, karena ia ingin cepat-cepat belajar mobil.


Naura masuk kedalam mobil dan ia sedikit terkejut, karena Rizky memakai kaos tanpa lengan. Ia baru tahu bahwa tubuh Rizky sangatlah atletis.


"Cepet tutup pintunya! malah bengong lagi."


"Oh iya." Naura buru-buru menutup pintu mobil.


"Sekarang aku dulu yang bawa ya. Nanti kalau udah dijalanan, baru kamu yang bawa."


"Kok langsung dijalanan sih bawanya."


"Kalau mau cepet bisa harus langsung dijalanan."


"Ya udah deh terserah."


Rizky melajukan mobilnya menuju jalan raya. Rizky sendiri sengaja mengajarkan Naura mobil di pagi hari. Karena ia tidak mau jika terjadi apa-apa dengan dirinya, Naura dan tentunya mobilnya. Jika mobilnya rusak, mungkin papahnya akan memarahinya.


Ketika berada di jalan raya, Rizky memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. "Ayo turun!" perintah Rizky.


Naura dan Rizky bertukar posisi tempat duduk. Setelah itu Rizky segera mengajarkanku cara mengemudi yang benar.


...****************...


Setelah satu jam, akhirnya Naura mengakhiri latihannya. Lalu, kita kembali bertukar tempat duduk.


"Ky, makasih ya udah ngajarin aku."


"Iya sama-sama."


Rizky menghela nafasnya. "Ra, aku mau curhat dong."


"Curhat apa?"


"Menurut pendapat kamu, mantan aku yang kemarin bohong atau enggak soal pertunangannya?"


"Ya mana aku tahu."


"Entah kenapa ya aku ngerasa kalau dia putusin aku karena dia bukan mau tunangan, tapi karena dia kesal karena aku kasih kado yang gak mahal."


"Tapi ya menurut aku dia bohong sih. Kalau dijodohin sama orang tuanya, kenapa dia nerima kamu sebagai pacarnya."


"Itu juga yang aku pikirin."


"Mungkin kamu ngebosenin kali, makanya dia putusin kamu."


"Bukan ngebosenin, tapi kayaknya dia emang niat pacaran sama aku karena dia matre. Soalnya biasanya aku pergi naik mobil, sedangkan waktu aku ngasih surprise ke dia malah pakai motor. Mungkin dia malu kali ya."


"Kalau matre, kenapa kamu pacarin dia?"


"Ya karena aku suka. Jadi matre juga gak apa-apa."


Naura sedikit sedih karena sepertinya Rizky masih mencintai perempuan itu. Tapi disisi lain, ia juga sangat bahagia karena Rizky telah putus dengannya.


Menurut Naura, sebenarnya ia juga bingung kenapa perempuan itu memutuskan Rizky. Apa jangan-jangan dia memutuskan Rizky karena ada cowok lain yang lebih baik dari Rizky?


Entahlah, Naura tidak akan memikirkan soal ini. Untuk sekarang ia hanya ingin fokus mengungkapkan isi hatinya.


Rasanya Naura ingin sekali mengungkapkannya, tapi sepertinya saat ini waktunya belum tepat.


"Ra, kamu pasti belum sarapan, kan?"


"Iya, aku belum sarapan."


"Ya udah kalau gitu kita cari makan dulu ya."


"Tapi aku gak bawa uang."


"Tenang aja, aku yang bayarin."


Lalu, Rizky melajukan mobilnya ke tempat yang berjualan nasi uduk. Ketika sampai kita turun dari mobil. Kemudian, Rizky memesankan nasi uduk untuk dirinya dan Naura.


"Ra, makan disini aja ya."


"Iya."


Mereka duduk ditempat yang telah disediakan.


"Ky, aku boleh nanya sesuatu?"


Rizky menoleh kearah Naura. "Mau nanya apa?"


"Tipe cewek kamu yang kayak gimana?"


"Enggak! aku cuma nanya doang. Lagian ngapain aku suka sama kamu."


"Kalau gak suka kenapa nanya kayak gitu?"


"Soalnya ada temen aku yang suka sama kamu."


"Siapa?"


"Ada lah pokoknya."


Rizky menatap kearah Naura. Sebaliknya, Naura malah mengalihkan pandangannya. Beberapa detik kemudian, ia kembali melihat kearah Rizky untuk memastikan apakah Rizky masih menatap Naura atau tidak. Dan ternyata, Rizky masih menatap Naura. "Kamu ngapain sih lihatin aku mulu?"


"Aku ngerasa akhir-akhir ini ada yang beda sama kamu."


"Beda gimana?"


"Kamu jadi lebih kalem, gak kayak dulu."


"Emang iya?"


"Iya. Dulu kan kamu suka ngomong kasar, sekarang kok gak pernah."


Naura juga merasa kalau dirinya menjadi seperti apa yang Rizky bicarakan. Mungkin juga karena ia menyukai Rizky, makanya ia tidak berbicara kasar lagi.


"Kamu juga ngerasa kalau kamu berubah, kan?" Naura hanya mengangguk mengiyakan ucapan Rizky.


Tak lama, pedagang nasi uduk menghampiri mereka berdua. "Ini nasi uduknya," ujarnya sambil meletakkan nasi uduk.


"Makasih, Pak," ujar Naura dan Rizky bersamaan.


"Iya sama-sama," ujar penjual nasi uduk. Setelah itu, ia segera pergi untuk membuatkan nasi uduk untuk pelanggan yang lain.


Rizky mengambil air mineral, lalu ia memberikan air mineral tersebut kepada Naura. "Ini minumnya."


"Makasih."


"Iya sama-sama."


Selama makan, Naura hanya menunduk. Tidak tahu kenapa Rizky terus melihat kearah Naura. "Ky, kamu ngapain sih lihatin aku mulu?"


"Emangnya gak boleh? masa iya aku harus lihat ke tanah."


"Iya lihat ke tanah aja."


"Mata-mata aku, jadi terserah aku mau lihat kemana."


"Iya deh iya."


Ngomong-ngomong soal gebetannya Naura, Rizky jadi penasaran dengan orang itu. Akhirnya Rizky menyuruh Naura untuk menelpon gebetan Naura. Tetapi Naura malah menolaknya, karena ternyata gebetannya mempunyai banyak perempuan.


Ketika Naura meminum air mineral, tiba-tiba Rizky bertanya. "Berarti sekarang kamu suka sama aku ya?"


Uhuk! Uhuk!


Naura tersedak air minum saat Rizky berkata seperti itu. "Siapa juga yang suka sama kamu."


"Terus tadi ngapain nanya tipe cewek aku segala?"


"Aku kan udah bilang kalau temen aku ada yang suka sama kamu."


"Iya aku tahu, tapi temen kamu itu siapa?"


"Pokoknya rahasia. Karena dia waktu itu udah suruh aku buat merahasiakan namanya dari kamu."


Rizky menahan tawanya. "Iya deh aku percaya. Gak mungkin juga kamu suka sama aku kan?"


Naura terdiam. Sedangkan Rizky, ia sudah tahu kalau Naura sebenarnya menyukainya. Hanya saja Rizky ingin Naura mengungkapkan isi hatinya kepada Rizky.


"Oh iya, Ky. Makasih ya udah diajarin mobil dan juga makasih udah ditraktir."


"Iya sama-sama."


"Oh iya, nanti kamu gak usah beli dress. Soalnya aku mau pinjam ke saudara."


"Jangan pinjam. Biar aku beli aja. Soalnya kalau pinjam nanti ada kerusakan, terus nanti saudara kamu marah."


"Kalau dibeliin, akunya jadi gak enak."


"Gak apa-apa. Kan aku yang nyuruh kamu sebagai pacar pura-pura aku, jadi aku yang harus tanggung jawab atas semua hal yang kamu perlukan."


"Nanti waktu di acara ulang tahunnya, kamu jangan ninggalin aku ya. Soalnya aku malu kalau ditinggal sendirian."


"Aku akan pastikan bahwa aku akan selalu ada disamping kamu terus."