Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Nyebelin


Sore itu sepertinya biasanya Reza memasuki mobilnya dan hendak pergi.


"Minggir... minggir... minggir!!", teriak Reza pada Fitri yang sedang menyapu teras garasi saat itu.


Tin tin tin~


Klakson tak henti-hentinya ia pencet sebagai pertanda agar Fitri segara menepi. Fitri pun segara menyudahi kegiatannya dan menepi.


"Lalet amat di suruh minggir aja!", ucap Reza ketika tepat dihadapan Fitri sebelum akhirnya dia pergi.


Tampaknya Reza masih menyimpan kekesalan pada Fitri, setelah beberapa kali ulah Fitri yang membuatnya emosi. Fitri pun menyadari hal itu, menyadari kesalahannya yang fatal bahkan membuat alergi majikannya itu kambuh. Melihat perlakuan Reza terhadapnya Fitri hanya bisa menerima dan pasrah.


Sesampainya di Next Cafe yaitu tempat tongkrongan dia dan teman-temannya. Segera dia memesan camilan dan minuman. Beberapa kali tampak melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.


"Hai beb", suara seorang perempuan menghampirinya.


"Eh hai", ucap Reza.


"Mau pesen apa?", tanya Reza setelah perempuan itu duduk di sampingnya.


"Mau vanilalatte dong beb", jawabnya.


Reza segara memanggil waiters dan memesan pesanan yang diinginkan Evelin. Ya, perempuan itu bernama Evelin. Bisa dibilang Evelin ini termasuk gebetan Reza. Namun, statusnya belum seresmi Syerin yang sudah diakuinya secara di depan publik.


"Ada acara nggak malam ini?", tanya Evelin.


"Hmmmm... Udah janjian sama temen", jawab Reza.


"Ih ikutan dong", punya Evelin.


"Jangan dong, cowok semua kok", Reza beralasan.


"Ya gak apa-apa kan ada lo juga beb", kata Evelin lagi.


"Kapan-kapan aja ya, tar gue bilangin temen-temen gue dulu", kata Reza.


"Yah, lama gak clubing lho beb kita", ucap Evelin.


"Apaan orang baru tiga hari yang lalu kita ke Dark City kok", kata Reza membantah pernyataan Evelin. Pasalnya baru tiga hari yang lalu dia dan Evelin menghabiskan waktu di club malam bernama Dark City.


"Eh masa sih? Perasaan udah lama gak clubing bareng deh", kata Evelin.


"Kok kamu pelupa sih beb. Ingat-ingat lagi deh", kata Reza.


Setelah melepas rindu dan akhirnya Reza mengantar Evelin pulang. Reza pun segara melajukan mobilnya ke arah suatu club malam baru milik temannya yang malam ini sedang grand opening. Reza sampai di club itu sekitar jam 21.30 WIB.


"Hai Bro", sambut Rocky si pemilik club.


"Selamat ya bro atas openingnya", kata Reza.


"Thankyou juga sudah mau datang dan meramaikan", ucap Rocky.


"Yang lain pada dimana?", tanya Reza.


"Itu pada disana", kata Rocky sembari menunjuk segerombolan lelaki geng mereka.


"Gue ikutan kesana ya", pamit Reza.


"Oke. Enjoy bro. Ohiya sering-sering mampir ya. Bawa temen dan pacar-pacar lo kesini", teriak Rocky kepada Reza yang sudah beranjak menjauhinya.


"Siap", sahut Reza sembari mengacungkan dua jempolnya.


Ketika alunan hentakan musik keras itu menemani malam mereka. Sesekali disertai seruputan alkohol ke dalam mulut neraka. Tak lupa asap rokok sisa hisapan para pengunjung mendominasi ruangan tersebut.


"Lo berani gak kenalan sama cewek itu", kata Reza pada Dave yang berada di sebelahnya.


"Itu tuh", kata Reza sembari menunjuk seorang cewek berambut panjang dengan pakaian sangat seksi yang sedang duduk beberapa langkah di depannya.


"Ogah ah, serem kayaknya cewek yang kaya gitu", tolak Dave.


"Sama yang gitu aja lo gak berani bro?", tantang Reza.


"Terlalu seksi bro", kata Dave.


"Lihat gue nih", kata Reza sembari bangkit dan berjalan menuju ke arah cewek itu.


"Hai boleh kenalan gak?", sapa Reza pada


cewek itu.


"Hai", tambah Reza karena cewek itu hanya menatapnya tajam.


Cewek itu pun tersenyum sinis dan


Bugh...


Sebuah tendangan tepat mendarat di area sensitif Reza.


"Awwww...", teriak Reza menahan kesakitan.


"Bangs4t", kata Reza sembari pergi menjauh dari cewek itu dan menuju tempat duduknya semula.


"Hahaha.... Gimana bro?", ledek Dave.


"Seperti yang lo lihat", sahut Reza.


"Makanya bro, jangan sok berani deh", ucap Dave.


"Halah gue belum nyerah, gue gentle man. Tunggu mangsa selanjutnya", kata Reza.


"Terserah lo deh", kata Dave.


Beberapa menit kemudian.


"Bro lihat tuh cewek yang baru dateng", kata Reza tiba-tiba.


"Gue buktiin gue bisa kenalan sama dia", kata Reza dengan percaya diri.


"Hati-hati kalau nanti terulang lagi", pesan Dave.


"Tenang aja, kali ini gue berhasil", kata Reza sembari bangkit dari duduknya.


Reza menghampiri cewek berambut ikal itu. Segera duduk di sampingnya dan memulai basa-basi.


"Hai sendirian saja nih?", sapa Reza.


"Hehe iya, temen gue lagi ke toilet", jawab cewek itu.


"Boleh kenalan?", tanya Reza.


"Oh hai, gue Gisela", jawab cewek itu dengan ramah.


"Kenalin gue Reza", sahut reza sembari tersenyum sinis menatap Dave dari kejauhan.


Hai hai hallo, episode kali ini kita bahas dunia Reza yang suka keganjenan ya. Gimana menurut kamu seorang Reza ini?


Next kita akan bahas dunianya Fitri. Stay tune ya.