Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Honeymoon # 1


Matahari sudah meninggi, sepasang suami istri itu masih terlelap di ranjang hanya terbungkus selimut. Keduanya berpelukan berbagi kehangatan dari kulit masing-masing.


Zolla menggeliat kegelian begitu nafas Ezz menerpa telinganya.


Kala itu mata Ezz terbuka, mengerjap sebentar, lalu tersenyum melihat wajah cantik yang polos dalam pelukannya.


Masih terdengar dengkur halus istrinya, menandakan masih pulas.


Ezz mengusap pipinya lembut. "Makasih ya sayang, udah percaya sama aku. Aku masih nggak nyangka perempuan yang aku cinta sejak lama, kini menjadi istriku. Istri sah ku. Aku akan lindungi kamu sekuat tenaga, sayang. Nggak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut."


Zolla menggeliat mengubah posisinya.


Ezz tak jenuh memandangi Zolla yang tertidur.


Tak lama Zolla terbangun dan mengerjapkan mata.


"Lho kok udah pagi?" Ia menoleh dan bingung. "Kak Ezz udah bangun dari tadi?"


"Iya. Udah setengah jam lalu."


"Ihh kok nggak bangunin aku sih.."


"Istriku capek kan kita baru berhenti olahraga panas."


Zolla cemberut dan beringsut bangun meregangkan otot tubuhnya. Ia langsung meringis merasakan sakit pada kewanitaannya.


"Kenapa sayang?"


"Perih. Kak Ezz ganas banget sih semalam. Nggak kenyang-kenyang, lagi.. Aku nggak dikasih istirahat." Kata Zolla membuat Ezz terkekeh.


"Maaf sayang. Kan udah nahan lama. Kalau waktu itu aku tau itu kamu, udah aku tancap tiap hari bisa-bisa sekarang kamu udah hamil."


Zolla merengut sebal dan menarik selimutnya. "Jangan nakal. Aku laper."


Ezz tersenyum geli. "Iya sayang, kita mandi dulu abis itu kita turun ke restoran untuk sarapan."


"Jangan iseng tapinya. Masih sakit ini."


"Iya aku nggak akan iseng. Aku gendong ya." Hati-hati Ezz menggendong Zolla ala bridal style ke kamar mandi.


Di bawah guyuran shower, Ezz membersihkan tubuh Zolla dengan telaten.


Zolla sendiri begitu bahagia mendapat perlakuan manis dari suaminya.


Ezz berlutut untuk menyabuni kaki Zolla, ketika matanya menatap arah perut Zolla yang ada bekas luka jahitan. Jelas ia tak bisa melupakan pengorbanan Zolla kala itu untuknya. Yang membuat Zolla mengatakan kejujuran tentangnya.


Zolla menyadari Ezz sedang memperhatikan bekas lukanya.


"Ini nggak bisa hilang Kak. Jelek ya?"


Ezz tersenyum dan mengecup bekas luka itu penuh sayang, berkali-kali.


"Sama dengan rasa cintaku sama kamu, nggak akan pernah hilang."


Pipi Zolla kontan memerah. "Pagi-pagi udah gombal aja."


"Nggak gombal. Fakta dari lubuk hati terdalam, sayang."


Zolla tersenyum manis meski terkesan gombalan tapi Zolla senang juga.


Tak lama mereka selesai mandi, Ezz bantu mengeringkan rambut Zolla dengan hair dryer sementara Zolla sibuk mengenakan pelembab dan bedak tipis.


"Udah cantik kok sayang, nggak usah dandan juga."


"Udah libur berapa hari nggak dapet jatah cium. Rasain kan aku makan nggak habis-habis."


Zolla mencibir lalu merapikan penampilannya yang mengenakan dress selutut warna abu muda.


Begitu siap, mereka keluar kamar menuju restoran.


***


"Ezz, kita bertiga mau balik ke Jakarta siang ini."


Perkataan Reno membuat Ezz dan Zolla berhenti makan.


"Kok balik? Santai aja liburan dulu."


"Gue dipanggil sama kantor jangan cuti lama-lama." Kata Wahyu sambil makan.


"Iya gue juga belum kelarin desain gue. Deadline 2 hari lagi harus gue setor ke bos." Reno menambahkan. Ia dapat proyek besar mendesain kawasan waterpark. Reno ahlinya mendesain kolam.


"Gue juga harus cek barang datang ke toko." Kata Oka.


"Iya deh, thanks ya udah dateng ke pernikahan gue sama Zolla."


"Kak Reno, Kak Oka, Kak Wahyu... Makasih banyak ya udah hadir." Kata Zolla. "Nanti undang semua makan malam di rumah Kak. Biar aku yang masak."


"Wah boleh tu. Ezz bilang, masakan lo enak-enak, La."


"Iya gue juga penasaran pengen nyobain masakan istrinya Ezz."


"Eh Kak, ada Papa. Aku ke sana dulu." Zolla bergegas ke meja yang berselang tiga meja darinya.


"Ada apaan?" Tanya Ezz. "Kalian mau balik bukan karena kerjaan kan?"


"Ya kita nggak bisa bicara di depan Zolla, Ezz. Kita berencana menyelidiki tentang sindikat pengedar uang palsu itu. Karena kita punya kecurigaan besar sama Zella."


"Ada buktinya?"


Oka mengeluarkan HP milik Zolla yang lama. "Tadi pagi Zella kirim SMS."


Ezz membaca SMS dari Zella.


#eh cewek bloon! Awas ya kalau sampai lo hamil anak Kak Ezz, tamat riwayat lo! Gue udah banyak duit sekarang, gue bisa sewa orang buat lenyapin lo! Jangan ngarep sedikitpun harta bokap!#


Ezz meremas HP emosi.


"Keterlaluan Zella! Berani dia ngancem Zolla!"


"Gue curiga kata-kata dia yang perlu digarisbawahi, 'gue udah punya banyak duit sekarang'."


"Memang ambigu artinya. Zella kan nggak punya uang begitu pergi dari rumah. Tiba-tiba dia punya uang banyak. Nggak salah kalau ada kecurigaan ke arah sindikat itu."


"Maka dari itu, kita nggak bisa libatin Zolla. Tugas lo cuma jagain Zolla. Biar Zella urusan gue bertiga. Kalau sampai terbukti pun dan dia harus ditangkap. Itu tugas lo kasih pengertian ke Zolla."


Ezz sungguh geram dengan kata-kata Zella yang mengintimidasi Zolla.


"Oke. Gue percaya sama kalian. Thanks ya udah bantu gue. Gue cuma pengen Zolla dan Papa aman. Dan kalau untuk lindungin mereka gue mesti singkirkan Zella, gue bakal lakuin."


"Lo bisa percaya sama kita bertiga, Ezz.."


***