
Beberapa hari kemudian.
Tingtong! Tingtong!
Baru juga dibicarakan, akhirnya Rizky datang juga. Kemudian, Naura buru-buru pergi keluar untuk menemui Rizky.
"Ra, ini dress sama high heels nya." Rizky memberikan dua box yang berisi dress dan high heels.
"High heels?"
"Iya."
"Aku gak bisa pakai high heels."
"Tenang aja, lagian gak terlalu tinggi kok. Jadi lo masih bisa pakai."
Naura membuka salah satu box, dan benar saja bahwa high heels nya tidak terlalu tinggi. Jadi ia masih bisa menggunakannya.
"Acara ulang tahunnya kapan sih?"
"Nanti jam tujuh malam."
"Kamu nanti malam kesini, kan?"
"Ya iyalah, kan kamu pacar aku."
Naura menahan senyumnya saat Rizky mengatakan bahwa aku adalah pacarnya.
"Maksudnya pacar pura-pura." Rizky menahan tawanya.
Senyum Naura jadi luntur setelah Rizky berkata seperti itu. Tapi tak apa, yang penting hari ini ia akan pergi bersama Rizky.
"Ya udah aku pergi dulu ya."
"Iya."
Rizky pergi dengan mengendarai motornya. Setelah Rizky pergi, Naura masuk kedalam rumah dan ia pergi menuju kamar untuk mencoba dress yang dibelikan Rizky.
Pada saat memakai dress itu, Naura sedikit tidak percaya diri. Entahlah mungkin karena ia tidak pernah memakai dress, makanya ia tidak percaya diri.
...****************...
Tingtong! Tingtong!
Karena Naura belum selesai berdandan, jadi ia tidak akan pergi keluar. Biar saja orang tuanya yang membukakan pagar.
Tak lama seseorang mengetuk pintu kamar Naura.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar Naura diketuk oleh seseorang yang aku yakin itu adalah Rizky.
"Udah siap, Ra?" tanya Rizky.
"Sebentar lagi! ini lagi makeup."
"Aku masuk ya."
"Iya."
Rizky masuk kedalam kamar dan ia berjalan menghampiri Naura. Dia terpesona dengan Naura, karena baru kali ini Rizky melihat Naura full makeup.
"Ini baru jam berapa sih?" tanya Naura yang masih memakai maskara.
"Jam setengah tujuh."
"Tunggu sebentar ya, ini aku juga udah berusaha untuk cepet-cepet kok."
"Udah pelan-pelan aja, lagian gak apa-apa telat juga."
"Bilang dong dari tadi. Mata aku jadi kecolok nih karena buru-buru."
Rizky duduk dipinggir kasur dan ia diam-diam memotret Naura yang sedang berdandan.
"Kamu foto aku ya?"
"Enggak."
"Terus kenapa handphone nya mengarah ke aku?"
"Jangan kepedean deh kamu."
Naura terdiam karena tidak mungkin juga Rizky memotret Naura.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Naura telah selesai ber-makeup. "Gimana? cantik gak?"
Kini Naura jadi terdiam, rasanya ia ingin menangis sekarang juga.
"Ayo berangkat!" ajak Rizky.
Naura mengambil kado, tas dan ponselnya. Setelah itu, ia dan Rizky pergi menuju acara ulang tahun Rangga.
Selama didalam mobil, Naura hanya bisa menahan sambil menahan tangisnya. Karena ia merasa tidak percaya diri dan ditambah dengan Rizky yang berkata kalau Naura terlihat biasa saja.
Sejujurnya perkataan Rizky tadi membuat Naura sakit hati. Kalau saja dia tidak membelikan Naura dress dan high heels, mungkin Naura akan menolak ajakannya sekarang juga.
"Nanti disana kamu harus ramah ya sama orang-orang," ujar Rizky, namun tidak dijawab oleh Naura. Karena jika Naura mengucapkan satu kata, pasti nada suaranya akan bergetar.
"Ra, kamu denger aku gak sih?" Rizky menatap kearahku, lalu aku hanya mengangguk.
"Disana kamu harus senyum ya, jangan cemberut kayak gitu." Lagi-lagi Naura hanya mengangguk.
...****************...
Sesampainya di rumah Rangga, Naura dan Rizky turun dari mobil. Naura tampak terkejut karena ternyata rumah temannya Rizky sangatlah mewah. Pantas saja jika dia mengadakan acaranya di rumah.
"Ayo!" ajak Rizky sambil menggenggam tangan Naura dan membawa Naura ke taman yang ada di rumah Rangga.
Naura sedikit kesusahan karena memakai high heels. "Pelan-pelan jalannya."
"Oh iya, aku lupa kalau kamu pakai high heels."
Tiba di taman, kita langsung menemui Rangga untuk mengucapkan selamat dan memberi kado. Habis itu, kita berdua saling menyapa kepada yang lainnya. Bukan kita, tapi lebih tepatnya Rizky yang menyapa dan memperkenalkan Naura kepada beberapa teman SMA nya.
Naura sangat pusing melihat banyak orang di taman ini. Mungkin Rangga mengundang teman SD, SMP, SMA sampai teman kuliahnya. Sehingga banyak sekali orang yang berada disini.
"Senyum, jangan cemberut," bisik Rizky, lalu aku tersenyum dengan terpaksa.
Karena Naura haus, ia mengambil minuman yang telah disediakan dimeja. Pada saat akan diminum, tiba-tiba Rizky mengambilnya.
"Ih Rizky!" kesal Naura.
Bukan meminumnya, Rizky malah mencium minuman itu. Kemudian, dia meletakkan minuman itu dimeja. "Itu ada alkoholnya."
"Oh ada alkoholnya ya?" Naura sedikit malu karena ia sama sekali tidak tahu.
"Emang tadi kamu gak cium baunya?"
"Cium sih. Tapi kan aku gak tahu kalau minuman beralkohol itu kayak gitu."
Rizky memegang pergelangan tangan Naura dan ia membawa Naura ke meja yang terdapat jus buah. Lalu, Rizky mengambil jus lemon dan jeruk.
"Ini ambil." Rizky memberikan jus jeruk kepada Naura. Lalu, Naura mengambil jus tersebut dan langsung meminumnya.
"Mau gak?" Rizky memberikan cupcake kepada Naura. Lalu, Naura hanya mengangguk.
"Ya udah ambil."
Naura mengambil cupcake tersebut dan memakannya perlahan agar terlihat anggun.
Rizky tertawa kecil. "Tumben makannya dikit-dikit."
"Kan harus feminim."
Entah kenapa Rizky malah tersenyum saat Naura berkata seperti itu. Meskipun Rizky tersenyum, Naura malah berpikir, sepertinya Rizky mengejekku didalam hatinya.
Ekspresi Naura berubah menjadi masam, ia tak tahan jika Rizky terus menerus mengejek Naura.
Tiba-tiba Rizky menarik pinggang Naura agar mendekat dengannya. "Lihat-lihat dong! hampir aja kamu kesenggol orang."
Naura masih syok karena Rizky menarik pinggang. Dan juga tubuh Naura merasa tak bisa bergerak karena ia sangat gugup.
"Jangan bengong," ujar Rizky.
Karena tak mau ketahuan kalau sedang gugup, akhirnya Naura buru-buru mengalihkan pandangannya.
Rizky mengambil tisu dan ia mengelap krim kue yang menempel dibibir Naura.
Sudah biasa Rizky melakukan hal seperti itu, tapi anehnya Naura terus-menerus salah tingkah karena perlakuan Rizky.
Sejujurnya tadi ia sangat kesal kepada Rizky, tapi karena Rizky tadi membantu Naura agar tidak tersenggol dan juga membantu mengelap krim dibibir, jadinya Naura tidak kesal lagi terhadap Rizky.
Bodoh memang, harusnya Naura masih kesal kepada Rizky. Tapi bagaimana bisa seseorang membenci cowok yang ia cintai.
Mau sekasar apapun cowoknya, tapi jika cewek itu sangat mencintainya, tetap saja cewek itu akan memaafkan. Tapi beda lagi jika ceweknya yang kasar, mungkin cowok tidak akan memaafkannya dan malah memilih untuk meninggalkan ceweknya.
Memang benar sih kata orang, jika cewek lebih memakai hati. Sedangkan cowok, ia lebih memilih memakai otak.