Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 6


Pukul 04.00 WIB.


Naura membuka matanya karena ia merasakan ada seseorang yang memeluknya dengan erat. Sontak Naura menelan salivanya saat melihat wajah Rizky yang sangat dekat dengan wajahnya. Jantungnya juga berdetak kencang.


Apakah ini yang dinamakan cinta?


Pada saat Naura akan melepaskan pelukan, tiba-tiba Rizky semakin mempererat pelukannya dan mengunci badan Naura dengan kakinya.


"Ky, lepasin," ujar Naura, tetapi Rizky masih tidak bangun juga.


Saat ku tatap wajah Rizky, perasaan Naura menjadi gelisah. "Kenapa aku deg-degan ya."


Chup


Naura membulatkan matanya, ia sangat terkejut saat Rizky menciumnya dengan keadaan tertidur. Entah apa yang Rizky mimpikan, sampai-sampai dia mencium Naura. Meskipun ciumannya sekilas, tetapi tetap saja itu membuat Naura merasa salah tingkah.


Naura buru-buru menutup mata saat Rizky mengucek matanya. Naura yakin saat ini Rizky akan bangun dan melepaskan pelukannya.


Tapi bukannya bangun, Rizky malah mengecup puncuk kepala Naura dan memeluknya semakin erat. Bahkan saat ini Naura merasa sesak karena pelukan Rizky. Naura bingung, kenapa Rizky malah mencium puncuk kepala Naura.


Apakah Rizky jatuh cinta kepada Naura?


Naura cepat-cepat membuang pikiran itu. Lagipula bisa saja dia mencium puncuk kepala Naura dengan keadaan yang tidak sadar.


Karena penasaran, akhirnya Naura membuka matanya secara perlahan. Kini posisi wajahnya berada didekat leher Rizky. Sejujurnya ia sangat nyaman dengan posisi ini.


Tak lama, Rizky melepaskan pelukannya. Spontan Naura menutup kedua matanya.


Tiba-tiba Rizky menggendong Naura. Naura yang masih menutup matanya yakin bahwa Rizky akan membawa Naura ke kamar tamu. Lagian tidak mungkin jika membawa Naura ke kamarnya.


Rizky menidurkan Naura di kasur. Setelah itu, sepertinya Rizky keluar dari kamar, karena Naura mendengar suara pintu yang ditutup. Karena dirasa sudah pergi, Naura kembali membuka mata.


Naura bangun dengan posisi menyandar di hardboard tempat tidur. Ia terus kepikiran, apakah saat Rizky mencium puncuk kepala itu secara sadar atau tidak?


Cklek


Pintu kamar tamu dibuka oleh Rizky. Karena sangat mendadak, jadi Naura tidak bisa berpura-pura tidur lagi.


"Loh! kok kamu bangun," heran Rizky.


"Iya, aku baru bangun." Naura mengucek mata agar meyakinkan.


"Ini bantalnya." Rizky melemparkan bantal tepat ke kepalaku.


"Nyebelin banget sih."


Rizky keluar dari kamar tanpa meminta maaf dan ia kembali menutup pintu.


...****************...


Keesokan harinya, Naura berjalan menghampiri Rizky. Naura memberitahu Rizky bahwa dirinya akan pergi mencari kerja.


Tadinya Rizky ingin mengantarkan Naura, tetapi karena Naura tidak ingin merepotkan Rizky, jadi Naura melarang Rizky untuk mengantarnya.


Sesudah berpamitan dengan Rizky, Naura buru-buru pergi dengan mengendarai angkutan umum.


Ketika diperjalanan, tiba-tiba ada seorang lelaki yang duduk disebelah Naura. Tingkahnya sangat menyebalkan karena orang itu menatap Naura dari bawah hingga atas.


Karena takut, Karina menggeser duduknya agar tidak terlalu dekat dengannya. Tetapi alhasil, orang itu juga mendekat kearah Naura.


Didalam angkutan umum memang hanya ada Naura, supir dan orang itu, jadi Naura agak takut karena hanya dia sendiri yang perempuan. Akhirnya Naura menyuruh supir untuk memberhentikan kendaraannya.


Pada saat turun, orang itu menyentuh bagian belakang Naura, sehingga Naura tak terima dan ia memarahi orang itu.


Bukannya takut terhadap amarah Naura, orang itu justru cengengesan sambil menatap Naura.


Naura turun dari angkutan umum dan tidak lupa membayar ongkos.


Setelah angkutan umum itu pergi, Naura terus menangis karena baru kali ini ia dilecehkan oleh seseorang.


...****************...


Sudah beberapa toko yang Naura datangi, namun tidak ada satupun yang membutuhkan pegawai.


Naura mulai capek, ia beristirahat sejenak didepan rumah orang. "Kenapa ya gak ada yang mau menerima aku kerja?" gumam Naura.


BYUR!


Tiba-tiba seseorang menyiram Naura. Spontan Naura menengok keatas. Naura sangat kesal, seharusnya orang itu melihat-lihat apakah dibawah ada orang atau tidak. Tetapi orang itu malah menyiram begitu saja, sudah tahu hari ini Naura ingin melamar pekerjaan.


Jadi kalau sudah seperti ini, pasti tidak ada yang mau menerima pegawai dengan pakaian yang basah.


Naura melihat kesekitarnya, ia sangat malu karena orang-orang menatapnya dengan tatapan jijik. Ya bagaimana tidak, penampilan Naura memang sangat berantakan saat ini.


Karena sangat malu, akhirnya Naura memutuskan untuk kembali ke rumah Rizky.


Skip


Setelah sampai, tiba-tiba Rizky menghampiri Naura. "Pakaian kamu kenapa basah?"


Naura diam saja, tak lama air matanya menetes. Ia menceritakan kepada Rizky tentang kejadian tadi saat dirinya dilecehkan hingga disiram.


Rizky memeluk Naura. "Udah aku bilang sama kamu, biar aku aja yang antar kamu pergi."


"Aku sama sekali gak repot kok."


Naura melepaskan pelukan Rizky. "Kamu ngapain sih peluk aku, udah tahu pakaian aku basah."


"Ya gak apa-apa."


"Ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya."


"Ya udah sana."


Kemudian, Naura berjalan menuju ruang tamu.


...****************...


Saat sedang memainkan ponsel, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Dengan cepat, Naura membuka pintu tersebut.


"Ada apa?"


"Ra, ini katanya ada lowongan di cafe temen aku. Kamu mau gak?"


"Mau. Syaratnya apa?"


"Gak ada syaratnya. Besok kamu cukup datang aja kesana, tapi langsung kerja ya."


"Oke. Tapi besok anterin aku ya, soalnya aku malu kalau datang sendiri."


"Masa aku harus nemenin kamu kerja sih."


"Gak nemenin. Kamu cukup anterin aku ke cafe-nya, terus nanti kan pasti aku ngobrol tuh sama pemiliknya alias temen kamu. Jadi kamu temenin akunya cukup saat itu juga. Setelah aku kerja, kamu boleh pergi kok."


"Ya udah, besok aku antar kamu kesana."


"Makasih ya, Ky."


"Iya sama-sama."


Naura meminta nomer telepon teman Rizky. Lalu, Rizky mengirimkan nomor telepon temannya.


"Ya udah aku ke kamar dulu ya, soalnya aku udah ngantuk." Rizky keluar dari kamar dan tak lupa ia menutup pintu kamar yang ditempati Naura.


Naura merasa senang karena akhirnya ia mendapatkan pekerjaan. Naura berharap, semoga ia bisa mendapatkan uang yang banyak biar kedua orang tuanya jadi menyayanginya.


...****************...


Keesokan paginya, Rizky mengantarkan Naura ke cafe temannya. Selama diperjalanan menuju cafe, Naura hanya diam sambil mengingat kejadian saat Rizky mencium dan memeluk Naura.


"Jangan gugup. Lagian teman aku baik kok."


"Siapa juga yang gugup."


"Gak gugup tapi ekspresinya tegang gitu."


"Ekspresi aku biasa aja kok."


"Nanti disana jangan malu-maluin."


"Iya."


15 menit kemudian, akhirnya Naura dan Rizky sampai di cafe. Mereka turun dari mobil, lalu masuk kedalam cafe untuk menemui temannya Rizky.


"Hai, Ky," sapa temannya Rizky.


"Hai." Rizky kembali menyapanya.


"Dia yang mau kerja?"


"Iya."


"Ayo kenalan dong," suruh Rizky.


"Kenalin nama aku Dimas," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Naura." Naura membalas uluran tangan Dimas.


Rizky menertawakan Naura. "Alah sok kalem."


Ingin rasanya aku menyumpal mulut sahabatku dengan tisu.


"Zidny!" panggil Dimas.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Naura, Rizky dan Dimas.


"Iya, ada apa?" tanya cewek yang tadi dipanggil Dimas. Naura tahu dia bernama Zidny karena tadi Dimas memanggilnya dengan nama itu.


"Dia pelayan baru, nanti kamu kasih tahu ya tentang peraturan-peraturan kalau kerja disini."


"Iya siap."


"Ya udah ayo kerja," ucap Zidny kepadaku.


Lalu, Naura bekerja bersama Zidny dan pelayan lainnya. Sedangkan Rizky, ia asik mengobrol dengan Dimas.