Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
34. Show Off the Relationship


🌼 Eza


"Mas, aku upload foto kita yaa..?" tanya Bian, sesampainya kami di rumah usai makan malam di luar.


Aku mengangguk, lantas mendekatkan kepala wanita itu agar mudah kucium rambutnya yang wangi. "Tapi pilih yang wajahku tidak kelihatan ya sayang.."


"Yaah.. Kenapa gitu?"


"Biar kesannya suami kamu misterius gitu.." jawabku. Kami bertatapan sepersekian detik. Lalu tertawa bersama.


"Jawaban sebenarnya sih karena aku gak pede aja sayang.. Kamu tau kan, di sosial mediaku juga aku ga pernah upload foto mukaku sendiri.."


"Mas Eza ini aneh.. Mas kan ganteng.. Kok bisa gak pede sih...?" cibir Bian. Aku hanya terkekeh.


"Tapi mas tenang aja... Aku sudah pilihin angle terbaik mas Eza. Dan udah aku upload sejak kita di restoran tadi. Hehehee..."


Aku mencubit ujung hidung Bian. Kukira tadi dia meminta ijin. Ternyata hanya memberi informasi. Karena dia sudah lebih dulu meng-upload foto di akunnya.


Sejujurnya, ada perasaan takut kebohonganku akan terbongkar kalau Bian meng-UP hubungan pernikahan kami ke sosial media. Bian adalah selebgram yang cukup punya nama. Bukan tidak mungkin banyak orang yang akan melihat. Termasuk salah satu keluargaku, keluarga Maharani, atau bahkan... Maharani!


Tapi kemungkinan Maharani melihat langsung sangat kecil. Karena wanita itu tidak memiliki akun media sosial apapun. Dia juga tidak 'melek' informasi sosial. Dia tidak akan tahu siapa itu Bian. Selebgram Biani Andrea. Aman.


Dua bulan menikah dan masih menjadi istri rahasia, aku tau insecurity yang dirasakan Bian. Aku paham. Karena itu aku tidak pernah melarangnya untuk mengumbar kehidupan pribadi di sosial media. Namun tetap ada batasan untuk itu. Syukurlah Bian nengerti.


......................


🌼 Maharani


Hari rabu siang yang terik. Usai menyantap bekal makan siangku di pantry, aku kembali ke toko. Kupastikan tidak ada pembeli di seluruh penjuru setelah berjalan mengelilingi toko. Biasanya pun demikian. Di hari kerja dan di jam-jam segini, jarang ada pelanggan datang.


Rumi, Tia, dan Sari melambai ke arahku. Agar aku bergabung duduk santai di area belakang toko bersama mereka. Kujejakkan kaki mendekati mereka. Toh tidak ada pembeli dan toko dalam keadaan rapi dan bersih, apa salahnya bersantai.


"Sini aja, Ran.." sambut Sari. "Mumpung sepi pelanggan dan mas Reno juga lagi pergi.."


"Iya." sahutku seraya mendudukkan diri di dingklik plastik kecil. Karena hanya dingklik itu yang tersisa untuk dijadikan tempat duduk.


Mereka bertiga asyik membicarakan seseorang yang tidak kuketahui siapa. Tentang kecantikan yang katanya 'gak kaleng-kaleng'. Tentang kecermelangan karir dan pendidikan akademis yang gemilang. Juga seseorang yang tidak mengumbar kebaikannya di sosial media manapun, tapi nyatanya keharuman sikap mulianya tercium juga hingga jadi bahan perbincangan Sari, Tia, dan Rumi.


"Keren sih dia itu.. Bisa gitu ga risih deket sama anak-anak jalanan yang you know laah.. Dekilnya kek gimana..." ucap Rumi dengan gaya bicara centil yang menjadi ciri khasnya.l


"Yang bikin aku salut sih, dia itu ga pernah sekalipun upload kebaikannya di sosial media. Sosmednya khusus buat kesehariannya pribadi dan iklan-iklan endorse-an.." timpal Tia.


"Padahal yaa.. kalau dia mau up tentang kehidupan sosialnya, yakin seribu persen, popularitasnya pasti bakalan makin melejit." imbuhnya. Dan diiyakan tanpa ragu oleh Rumi dan Sari.


"Pada ngomongin siapa sih?" rasa penasaranku tak tertahan lagi.


"itu loh Ran.. Selebgram lokal dari Surabaya yang lagi viral.." sahut Sari.


"Biani Andrea."


Biani Andrea?


"Kamu ga tau, Ran?" tuding Tia.


Aku menggeleng. Dan wajah keheranan ketiga orang itu seolah aku tidak tahu menahu siapa Bapak Presiden Jokowi. Tampak aneh. Padahal kan cuma selebgram.. Wajar kalau aku tidak tau. Ya ga sih..?


"Ya ampun Ran.. Wajahnya sudah sering kejembreng dimana mana.. Seliweran di instagram.. Eh, sek sek.. Jangan bilang kamu ga punya akun instagram, Hooh tho Ran?"


Aku mengangguk.


Tawa meledek mereka bertiga langsung menggaung. Bahkan mereka menggeleng tak percaya, hanya gara-gara aku tak punya akun instagram. Segitu aneh kah?


Eh tunggu.. Mas Eza. Apa mas Eza punya akun instagram? Segitu udiknya kah aku sampai tidak tau suamiku berselancar di dunia maya atau tidak.


"Nah, si Biani Andrea ini tau-tau kemarin malam posting foto suaminya, mbak Rani.." Rumi memapaparkan keviralan seorang selebgram yang tadi mereka perbincangkan padaku.


"Di foto itu mereka lagi makan malam romantis untuk ngerayain monthversary dua bulan pernikahan mereka. Padahal Biani ini ga pernah post sebelumnya kalau dia sudah menikah.. Heboh deh fans-fans Bian yang cowok-cowok terutama.. Jadi hari patah hati regional. Hahahaa.." pungkas Rumi.


Aku tersenyum dan mengangguk paham sebagai reaksi atas cerita Rumi. Kalau ngomongin perayaan pernikahan, tiga hari lagi tepat setahun aku menikah dengan mas Eza. Alangkah romantisnya kalau kami juga merayakannya seperti seseorang bernama Biani itu. Mungkinkah? Bisakah?


"Beruntung banget suaminya ini yaa.. Dapet Biani. Manusia spek bidadari.."


"Ho'oh.. Rupane koyok bidadari, kelakuane, atine, yo persis titisan Bidadari."


"Sayange muka suamine iki ga jelas.. Tapi dari belakang yo wes ketok ganteng e seh.."


Mereka masih bersahut-sahutan membicarakan orang yang sama. Membuatku ikut penasaran. "Lihat fotonya dong.."


Tia mengangsurkan ponselnya padaku. Kulihat layar 6,5inch itu dengan seksama. Seorang wanita bergaun putih yang sangat cantik, memeluk seorang pria yang hanya tampak punggungnya saja, seraya menggenggam buket bunga yang indah.


Biani Andrea


...Happy 2nd months-versary, hubby... I love you so (emoticon love)...



...****************...


Langsung UP sampe lupa ganti judul ✌️🙈


🌼 Happy Reading Eza lovers 😅✌️