Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bisnis?


Tak ayal, perkataan Remon membuat Ezz kepikiran juga.


"Bisnisnya Zella? Besar-besaran? Bisnis apa sebenernya?"


Zolla pun tak tahu apa-apa. Zella hanya memberitahu ada bisnis di luar kota.


"Remon pasti cuma gertak gue. Tapi, omongannya perlu diwaspadai juga."


Pintu ruangannya diketuk.


"Masuk!"


Muncul tiga temannya dengan wajah lesu.


"Panas banget di luar."


"Tau. Ada apaan sih lo tiba-tiba nyuruh kita kumpul?"


"Mau ngasih makan gratis?"


Ezz berdecak pelan. "Nanti pasti gue siapin makanan spesial buat lo semua. Sekarang gue panggil kalian ke sini, mau kasih tau. Si Remon barusan datang ke mari."


"Hah???"


"Emang dia udah keluar dari penjara??"


"Udah sebulan lalu." Kata Ezz. "Dan gue yakin dia ada niat jahat."


"Ya pasti.. mana ada makhluk yang namanya Remon si bandar narkoba itu, punya niat baik sama lo. Gue aja gedek banget waktu dia tangkap kita semua di markasnya." Wahyu geram mengingat ia pernah disekap.


"Makanya itu. Gue curiga dia mau ngerusak bisnis gue. Apalagi begitu lo semua udah bebas, dia sekap gue karena gue ulur waktu. Gue udah panggil polisi begitu di perjalanan. Semua anak buahnya ketangkep, barang bukti obat-obatan terlarang disita polisi. Kerugian mereka jelas lebih dari 1 milyar."


"Ya jelas dia ngincer lo, gue yakin dia mau meras lo, Ezz.." Wahyu begitu yakin.


"Dia juga bilang, dia tau bisnis yang sedang Zella jalani. Karena anak buahnya yang sudah keluar penjara sekarang direkrut jadi anak buah Zella."


"Bisnis apa?" Tanya Reno.


Ezz angkat bahu. "Remon cuma bilang, pantengin aja berita nanti juga pecah sendiri."


"Nggak bisa didiemin nih, Ezz. Tapi kalo urusan kriminal gue nggak ragu sama info dari dia. Perlu kita cari tau."


"Ezz, biar gue lacak keberadaan Zella. Selama HP nya masih nyala, gue bisa pake peralatan yang lebih canggih buat lacak dia." Oka begitu bersemangat.


"Lo semua mau bantuin gue?"


"Iya lah!!" Jawab semua kompak.


"Gue beri juga lo ntar berani nanya gitu sama brother brother lo sendiri!" Reno sungguh sewot.


Setia kawan mereka memang tidak diragukan lagi setelah pensiun jadi anggota geng.


Ezz mesem-mesem jadinya.


***


"Duuhh Neng Zolla pinter banget masaknya. Bibi aja belum pernah masak sapi begini," komentar Bi Inah.


"Beef teriyaki, Bi. Bukan masak sapi," ralat Zolla sambil menghidangkan makanan. "Aku diajarin Ibu waktu Ibu kerja di restoran Jepang. Yuk makan Bi?"


"Bibi udah makan Neng. Neng makan aja. Lagian Bibi lagi kurangi makan daging, Neng."


"Ah nggak asyik aku makan sendirian."


"Telepon Mas Essss aja Neng. Ajak makan bareng. Sekalian pacaran lagi." Bi Inah terkikik mengingat semalam memergoki Ezz dan Zolla sedang ehm ehm.


Zolla kontan malu. "Iihhh Bibi nih.."


"Neng, mending nikah aja sama Mas Essssss. Daripada kebablasan. Lagian udah sama-sama dewasa."


Zolla terdiam sambil mulai makan.


"Bibi gosok baju dulu, Neng. Nanti panggil aja kalau Neng perlu apa-apa."


"Iya Bi."


Zolla makan sendirian sambil berpikir perkataan Bi Inah.


Ia pernah menikah dengan Ezz walau tidak sah dan atas nama Zella.


Meski begitu ia pernah berhubungan secara fisik dengan Ezz. Walau Ezz begitu kasar.


Namun ia sudah terikat tak bisa ke lain hati.


Bahkan Zolla mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan Ezz.


Ia masih takut jika sikap Ezz padanya...


Ting..


Ia tersentak HP nya berbunyi ada chat masuk.


#Udah makan?#


Senyum Zolla mengembang lalu mengambil foto makanannya dan mengirim foto.


#aku masak beef teriyaki. Kakak mau?#


Tak lama ada balasan.


#enak kayaknya.#


Zolla langsung membalas.


#aku kirim ke restoran, mau?#


Ezz membalas lagi.


#lebih seneng dikirim bareng kamu nya... Biar aku dapat suntikan semangat lagi..#


"Iiihhh Kak Ezz nih..." Zolla sungguh malu mengingat semalam terbawa suasana hingga berciuman cukup dalam dengan Ezz.


#kak Ezz nggak boleh nakal. Aku kirim makanannya ya..#


Ia membayangkan Ezz menertawakannya yang malu-malu.


#iya sayang.. aku pengen ngerasain masakan kamu.#


Zolla langsung menyiapkan masakannya untuk Ezz. Untung ia masak lebih banyak karena ingin Ezz mencoba masakannya.


***


Para chef yang bekerja dengan Ezz langsung berkumpul dan mencicipi makanan yang dikirim Zolla.


"Gimana?" Tanya Ezz.


Semua langsung berdecak kagum.


"Delicious, Mas."


"Mas, ini siapa yang buat? Bumbunya asli racikannya top banget."


"Enak kan?" Ezz begitu bangga dengan masakan Zolla. Pacarnya itu selalu masak enak.


"Chef mana yang buat, Mas?"


Ezz tersenyum rahasia. Jika chef restorannya sudah memuji, berarti kemampuan masak Zolla sudah diakui.


Ia berencana segera menemukan Zella, agar Zolla tidak perlu bersembunyi lagi.


Restoran gue pasti makin maju kalau Zolla ikut berpartisipasi, batinnya yakin.


HP nya berbunyi. Telepon dari Gunadi.


Ezz bergegas menuju ruangannya lagi, membiarkan para karyawannya berebutan mencicipi masakan Zolla.


"Halo, Pa?" Jawabnya.


"Halo, Ezz.. maaf Papa ganggu."


"Ada apa, Pa?"


"Gini Ezz, Papa akan berangkat ke Bali malam ini. Langsung dari Surabaya. Papa kangen sekali pada Zolla dan ingin bawa Zolla liburan. Apa kamu bisa menemani Zolla ke Bali? Papa khawatir kalau Zolla pergi sendiri."


Ezz berpikir sejenak. "Ke Bali?"


"Iya. Bisa?"


"Bisa, Pa. Aku akan temani Zolla. Papa jangan cemas."


"Terima kasih, Ezz. Papa akan kabari Zolla."


"Baik, Pa."


Senyum Ezz mengembang membayangkan akan melewati moment moment indah bersama Zolla di Bali.


***