
Entah mau sampai kapan mereka berada di pantai. Sebenarnya Naura ingin sekali pulang, tetapi karena disini ada Rizky, jadi Naura terpaksa berada disini hingga sekitar satu jam.
"Ra, kamu sama gebetan kamu yang ada diluar kota itu udah pacaran atau belum?," ujar Rizky tiba-tiba.
"Hmm...belum."
"Kalau belum, kamu mau gak jadi pacar aku?"
"Hah!" Naura sedikit terkejut saat mendengar ucapan Rizky.
"Pacar pura-pura maksudnya," jelas Rizky.
"Aku gak mau!"
Rizky terus memohon kepada Naura agar Naura mau menjadi pacar pura-pura Rizky.
"Bukannya kamu bilang kalau Dimas suka sama aku. Kenapa kamu malah mau jadiin aku pacar pura-pura kamu?"
"Ya kan kamu gak suka sama Dimas dan aku juga udah bilang ke dia kalau kamu gak suka."
Naura diam saja. Ia tidak ingin menjadi pacar pura-pura, tapi ia ingin menjadi pacar sungguhan Rizky.
"Mau gak? nanti aku beli apapun deh yang kamu mau."
"Emang kenapa harus aku?"
Rizky menjelaskan bahwa nanti dia akan datang ke acara ulang tahun temannya dan pastinya teman-temannya yang lain membawa pacar masing-masing.
"Kalau gitu nanti ketahuan Dimas dong, kan dia tahu bahwa kita cuma sahabatan."
"Enggak, soalnya beda circle. Dimas kan temen kuliah aku, kalau yang ngadain acara ulang tahun itu temen aku waktu SMA."
Karena sepertinya sangat menyenangkan, akhirnya Naura menyetujuinya.
"Ngomong-ngomong kamu juga kan sebentar lagi ulang tahun ya. Jadi kamu mau kado apa?"
Naura kira Rizky lupa dengan ulang tahun Naura. Tapi ternyata dugaan Naura salah, ternyata dia masih mengingat ulang tahun Naura. Sejujurnya Naura tidak menginginkan kado, ia hanya menginginkan Rizky untuk menjadi pacarnya.
"Kok diam aja sih."
"Terserah kamu aja deh, kan kamu yang kasih kado."
"Oke deh."
Sehabis dari pantai, Naura dan Rizky pulang ke rumah masing-masing.
...****************...
Naura disuruh oleh mamahnya untuk berbelanja bulanan, sebab papahnya sedang sakit, jadi mamah tidak bisa pergi ke supermarket dikarenakan dia tidak bisa motor.
Sebenarnya Naura malas, karena bukannya dari pagi mengatakannya, tetapi mamah malah mengatakannya sekarang.
Dengan terpaksa Naura keluar rumah. Pada saat diluar, ia melihat Rizky yang baru saja akan menekan bel rumah.
Lalu, Naura buru-buru menghampiri Rizky. "Kamu ngapain kesini?"
"Aku mau ngajakin kamu nongkrong."
"Aku gak bisa, soalnya aku mau ke supermarket."
"Ya udah aku anterin. Tapi habis itu kamu ikut aku."
Naura menatap datar kearah Rizky. "Pasti temen-temen kamu bawa cewek ya?"
"Kok kamu tahu sih," heran Rizky.
"Ya tahu lah."
"Ikut ya, please!"
"Ya udah ayo anterin aku dulu ke supermarket."
Kemudian, Rizky mengantarkan Naura ke supermarket. Ketika diperjalanan, Rizky membicarakan sikap teman-temannya. Katanya beberapa temennya ada yang suka mabuk, bahkan ada yang suka main cewek, tetapi walaupun begitu Rizky bilang dirinya tidak pernah mengikuti kebiasaan buruk teman-temannya.
Awalnya Naura tidak percaya dengan ucapannya, tetapi kalau dilihat dari caranya bicara, sepertinya Rizky memang tidak pernah melakukannya.
Naura sedikit takut. "Tapi nanti aku gak diapa-apain, kan?"
"Kamu tenang aja. Lagipula kan ada aku."
"Beneran ada ceweknya, kan?"
Perasaan Naura yang tadinya sedikit takut, kini menjadi tak takut lagi. Karena kalau ada ceweknya pasti ia tidak akan kenapa-napa.
"Ra, nanti kamu harus pura-pura jadi cewek gue ya."
"Iya bawel."
...****************...
Sesudah dari supermarket, Naura dan Rizky pergi ke rumah Naura untuk menyimpan belanjaan. Sesudah menyimpan belanjaan, Naura pamit kepada mamah karena ia akan pergi keluar bersama Rizky.
Anehnya mamah malah memperbolehkan, padahal dulu dia sering melarang Naura untuk keluar malam. Mungkin karena sekarang mamah tidak peduli lagi, makanya dia membiarkan Naura pergi kemanapun yang Naura suka.
Karena mamah sudah memberi ijin, akhirnya Naura keluar lagi untuk menghampiri Rizky. Lalu, ia masuk kedalam mobil Rizky.
Rizky melajukan mobilnya. "Mamah sama papah kamu ngijinin gak?"
"Ngijinin kok."
"Oh iya, saat disana kamu jangan jutek ya. Soalnya biasanya kalau aku atau yang lain punya cewek yang jutek, nanti bakal ada yang julid."
"Ya enggak lah. Lagian aku kan orangnya emang gak jutek."
"Emang gak jutek, tapi muka kamu yang jutek."
"Kok nyalahin muka gue."
"Habisnya muka kamu kayak yang cemberut mulu."
"Kalau dilahirkannya udah kayak gini, ya mau gimana lagi."
"Makanya harus belajar senyum, biar kamu gak disangka jutek."
Kebanyakan orang memang menganggap Naura jutek, makanya Naura tidak punya teman dekat di kampus.
Padahal sebenarnya ia ingin sekali bergaul dengan teman-teman kampus, tapi ketika Naura datang ke sebuah circle pertemanan, maka orang-orang dalam circle itu akan jadi canggung karena ada Naura. Karena itulah Naura tidak ingin bergaul dengan teman-teman kampus.
Naura juga bingung kenapa mereka seperti itu. Apakah mereka seperti itu karena waktu dulu Naura punya kasus di SMA?
Waktu dulu, Naura pernah dituduh mencuri uang temannya, karena waktu istirahat Naura ada di kelas.
Padahal sebenarnya waktu istirahat Naura sedang tidur, jadi mungkin saja ada orang lain yang masuk pada saat Naura tidur. Dan pada waktu itu beberapa teman kelasnya ada yang menuduh Naura sebagai pencurinya.
"Naura," panggil Rizky dan lamunan Naura langsung buyar.
"Apa?"
"Tadi waktu di cafe kamu kerja kelompok, kan?"
"Iya. Emang kenapa?"
"Aku lihat-lihat kayaknya yang ngerjain kamu doang."
"Mereka juga ngerjain kok."
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka telah sampai disebuah cafe.
"Ra, inget kan tentang apa yang tadi aku bilang?"
"Jangan pasang wajah jutek, kan?" tanyaku memastikan, lalu Rizky mengangguk.
Rizky mengambil sesuatu. Dan ternyata dia mengambil sebuah liptint. "Ini pakai dulu. Soalnya bibir kamu pucet banget"
"Liptint siapa itu?"
"Ini punya mantan aku, soalnya waktu itu ketinggalan disini."
"Aku gak mau pakai liptint bekas bibir orang."
Rizky mengoleskan liptint tersebut pada jarinya. Lalu, ia oleskan liptint yang ada di jarinya ke bibir Naura.
Naura hanya diam saja sambil menatap Rizky yang mengoleskan liptint ke bibirnya. Sesudah mengoleskan liptint, Rizky merapikan rambut Naura. "Ya udah ayo turun!" ajaknya.
Akhirnya Naura dan Rizky turun dari mobil. Lalu mereka berdua masuk kedalam cafe.
Sejujurnya Naura merasa gugup karena ia disuruh untuk berbohong kepada teman-temannya Rizky. Ia takut nantinya teman-temannya tahu bahwa Naura bukanlah pacar Rizky.
Saat berjalan menghampiri teman-temannya Rizky, Naura terkejut karena yang datang berjumlah enam orang. Naura tidak percaya diri saat melihat pacar teman-temannya Rizky, karena pacar-pacarnya berdandan full makeup.