Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 13


Tok! Tok! Tok!


Naura mengetuk pintu kamar Rizky, karena ia ingin meminta obat.


"Masuk aja!" teriak Rizky dari dalam kamar. Lalu, Naura membuka pintu kamar Rizky.


"Ada apa?" tanya Rizky.


"Ada obat demam gak?"


Rizky sempat lupa membeli obat untuk Naura. Tadi pagi juga ia malah mengompres bukan memberi obat.


Rizky memegang kening Naura. "Kok makin panas sih."


"Ky, ada obat gak?" Naura mengulangi ucapannya karena Rizky tidak menjawab pertanyaan Naura.


"Ya udah aku beli obat dulu." Rizky mengambil kunci motornya.


"Kamu tidur dulu aja disini, soalnya disini ada selimut. Jadi nanti kalau kedinginan, kamu bisa pakai selimut aku," ujar Rizky, lalu ia pergi.


Naura naik ke kasur Rizky dan ia tidur dengan menggunakan selimut. Sebenarnya tadinya ia juga ingin meminjam selimut karena kedinginan, sebab di kamar tamu tidak ada selimut.


...****************...


Setibanya di rumah, Rizky buru-buru mengambil air minum. Setelah itu, ia pergi ke kamarnya untuk memberi obat kepada Naura.


"Ra, bangun." Rizky menepuk-nepuk pundak Naura. Lalu, Naura membuka matanya dan ia bangun dalam posisi duduk.


"Ayo makan dulu obatnya." Rizky memberikan obat dan air minum kepada Naura.


"Makasih."


"Iya sama-sama."


Naura memakan obat itu. Saat ia selesai memakan obat, Rizky mengambil gelas yang dipegang oleh Naura, lalu dia menyimpan gelas itu dimeja.


Kemudian, Rizky naik ke kasur. Spontan Naura menjaga jarak dengannya. "Kamu mau ngapain?"


"Aku mau tidur."


"Tidur disini?"


"Ya iyalah! kan ini kamar aku."


Dipikir-pikir memang benar juga. "Kalau gitu aku ke kamar tamu dulu."


Rizky memegang pergelangan tangan Naura. "Tidur disini aja sama aku."


"Gak mau."


"Aku gak akan macem-macemin kamu kok. Paling aku peluk kamu doang."


Bohong kalau Naura tidak ingin. Sejujurnya ia memang menginginkan dipeluk oleh Rizky.


"Ya udah ayo tidur." Akhirnya Naura tidur disebelah Rizky, namun ia tidur tidak sambil menghadap kearah Rizky.


Grep!


Rizky memeluk Naura dari belakang. Tubuhnya yang tadinya dingin, seketika menjadi panas saat Rizky memeluk tubuh Naura. "Kamu deg-degan ya, Ra?"


"Ee-enggak kok."


Rizky membalikan badan Naura agar menghadap kearahnya. Ia merapihkan anak rambut Naura sambil tersenyum. Sedangkan Naura, tentu saja ia salah tingkah saat Rizky tersenyum seperti itu.


"Kenapa senyum?"


"Aku senyum karena gak nyangka kalau kamu udah sebesar ini."


"Hmm...aku tidur duluan ya, soalnya aku ngantuk." Naura mengalihkan pembicaraan.


"Iya."


Pada saat Naura menutup mata, tiba-tiba Rizky memeluk Naura dengan erat sambil mengelus-elus rambut Naura. Karena Naura sangat nyaman dengan perlakuan Rizky, akhirnya ia tertidur dengan pulas.


...****************...


Keesokan harinya, Naura terbangun dari mimpi indahnya. Naura tersenyum saat melihat Rizky yang masih setia memeluk Naura.


Tadinya Naura ingin membangunkan Rizky, tapi karena Rizky sepertinya sangat mengantuk, akhirnya ia tidak jadi membangunkannya.


Pada saat Naura mendekat kearah wajahnya, tiba-tiba Rizky juga mendekat namun dia masih dalam keadaan tertidur.


Chup


Naura membulatkan mata saat Rizky lebih dulu menciumnya. Padahal tadinya Naura yang ingin mencium dia terlebih dahulu.


Tingtong! Tingtong!


Spontan Naura menjauhkan wajahnya, karena ia takut Rizky akan bangun akibat mendengar suara bel. Naura melepaskan pelukan Rizky dan ia buru-buru pergi keluar untuk menghampiri orang yang menekan bel.


Ketika keluar, Naura melihat seorang wanita cantik. Ia tidak tahu siapa wanita itu, tapi yang jelas dia bukan saudara Rizky. Naura membukakan pagar rumah Rizky. "Ada perlu apa, ya?."


"Ada."


"Sayang!" teriak Rizky.


Sontak Naura melihat kebelakang, ia mendengar Rizky memanggil cewek tersebut dengan panggilan sayang.


Rizky menghampiri cewek itu dan memeluknya. "Aku kangen banget sama kamu."


"Baru juga Minggu lalu ketemu, masa udah kangen lagi," kata cewek itu.


Rasanya Naura ingin menangis sekarang. Ia mengira bahwa Rizky mencintainya, tapi ternyata dia mencintai cewek lain.


"Dia siapa, Ky?" tunjuk cewek itu kepada Naura.


"Dia sahabat aku yang sering aku bicarakan."


"Oh jadi kamu Naura ya?" tanya cewek itu, lalu Naura hanya mengangguk.


"Ky, kayaknya aku mau pulang aja deh. Soalnya aku udah sembuh."


"Dia nginep disini, Ky?"


"Iya."


"Pasti saking seringnya kesini, sampai-sampai udah dianggap keluarga ya sama orang tua kamu."


Entah kenapa, Naura merasa ucapan cewek itu terasa seperti menyindir. Ia tahu bahwa cewek itu sepertinya tidak suka dengan Naura.


Wajar saja, lagian cewek mana yang ingin punya pacar yang mempunyai sahabat lawan jenis.


"Iya dia sering kesini, bahkan aku udah anggap dia sebagai adik aku."


Adik katanya? bagaimana bisa dia melakukan hal romantis kepada seseorang yang dianggap adik olehnya.


Karena Naura tidak ingin berlama-lama disini, akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam dan mengambil barang-barangnya. Sesudah mengambil barang-barang, ia keluar dari rumah Rizky.


"Ra, maaf ya gak aku antar. Soalnya kan ada cewek aku disini."


"Iya gak apa-apa, lagipula rumah aku deket kok," ujar Naura sambil pergi. Selama diperjalanan menuju rumah, aku hanya bisa menahan tangis.


Naura memang bodoh karena sudah kepedean. Tapi disatu sisi ia juga tidak salah, sebab Rizky memperlakukan Naura seperti seorang kekasih. Bahkan saat tidur, Rizky memeluk Naura.


Katanya dia juga berkata bahwa ada seseorang yang menyukai Naura yang Naura pikir itu adalah Rizky. Tapi siapa orang itu? ciri-cirinya seperti merujuk padanya, tapi kenyataannya bukan.


...****************...


Sesampainya di rumah, Naura hanya duduk sambil melamun. Sepertinya mulai sekarang ia harus menjauhi Rizky, karena ia tidak mau mencintainya lagi.


Sepertinya ini juga yang menjadi alasan sehingga Naura jomblo dari lahir. Ia begini mungkin karena sudah terlalu nyaman dengan Rizky, sehingga ia tidak membutuhkan lelaki lain.


Harusnya Naura sadar diri dari awal. Mana mungkin Rizky mencintainya. Kalau dibandingkan dengan pacarnya yang sekarang, jelas sekali Naura kalah dalam hal apapun. Ceweknya Rizky yang sekarang sangat cantik, lebih cantik dari mantan-mantan Rizky sebelumnya.


Trining! Trining!


Naura mengira telepon tersebut dari Rizky, tapi ternyata itu dari Dimas. Ia jadi teringat perkataan Rizky. Apakah Dimas adalah orang yang menyukai Naura?


Naura menjawab panggilan telepon dari Dimas. "Hallo."


"Ra, katanya kamu lagi sakit ya?"


"Iya."


"Cepet sembuh ya, maaf aku gak bisa jenguk kamu."


"Iya gak apa-apa."


Naura memikirkan matang-matang, soal aku yang ingin keluar. "Oh iya! aku pingin ngomong sesuatu."


"Mau ngomong apa?"


"Aku pingin resign."


"Pasti kamu capek banget ya, sampe-sampe pingin resign."


"Iya, aku capek dan juga aku juga jadi sering banget sakit. Mungkin karena aku kelelahan."


"Ya udah kalau kamu mau berhenti bekerja gak apa-apa, tapi nanti main-main ke cafe ya."


"Iya, nanti aku kesana kalau gak sibuk."


"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya, soalnya gak mau ganggu kamu." Kemudian, Dimas mematikan panggilan teleponnya.


Ya, sepertinya dugaan Naura benar. Orang yang menyukainya itu adalah Dimas, temannya Rizky.


Dari awal sebenarnya Naura sudah curiga, mana ada orang langsung masuk kerja tanpa melamar kerja terlebih dahulu.


Tapi meskipun Dimas sangat baik kepada Naura, tapi kalau soal rasa, Naura sama sekali tidak mencintainya.