
Gadis cantik berparas kecil dan tinggi itu sedang memperhatikan name tag Safitri Permata Putri di jas almamaternya. Sembari membayangkan kampus impiannya itu. Sore itu gadis yang sering dipanggil Fitri itu bersiap-siap memasukan pakaian-pakaiannya ke dalam kopernya.
"Alhamdulillah impianku kuliah tercapai. Terimakasih Ya Allah", batin Fitri sembari tersenyum lebar.
Hari ini adalah hari pertama Fitri datang ke Jakarta. Setelah satu bulan yang lalu Fitri mendapatkan pengumuman bahwa dirinya keterima untuk kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Betapa senangnya dia, ditambah lagi Fitri mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan perkuliahannya.
"Assalamu'alaikum ibu", kata Fitri saat bertemu ibunya di depan pintu.
"Waalaikumusaalam nak. Ayo masuk dulu", ajak Yuni.
"Iya Bu", kata Fitri
"Kamar kamu disitu ya nak, di sebelah kamar ibu", kata Yuni sembari menunjukkan kamar untuk Fitri.
Yuni adalah ibu dari Fitri yang selama puluhan tahun ini merantau ke Jakarta untuk menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di keluarga pengusaha kaya raya. Ya, Yuni hampir tiga puluh tahun bekerja di rumah Keluarga Munaf. Tak heran jika Yuni menjadi salah satu PRT kepercayaan Keluarga Munaf dibandingkan PRT lainnya yang bekerja di rumah itu. Karena Yuni telah sejak awal mengikuti perjuangan keluarga ini dari keluarga pengusaha biasa hingga menjadi pengusaha kaya raya. Dari mengurus anak pertama sejak bayi hingga sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan-tampan.
Niko Munaf
Merupakan anak pertama Keluarga Munaf yang berparas tampan dengan tubuh tinggi besar. Memiliki hobi olahraga sehingga membentuk otot-otot di lengan tangannya dan diperutnya. Banyak cewek yang mengidam-idamkannya. Ditambah lagi kecerdasan yang dimilikinya membuat cewek-cewek semakin berebut mendapatkan hatinya.
"Hallo mami, seminggu lagi Niko akan pulang ke Indonesia", suara itu terdengar dari sambungan telepon.
"Oke mami. I love you", tutup Niko dalam panggilan teleponnya.
"Love you to honey", sahut Sary.
'Anak Kesayangan' begitulah pujian yang selalu Sary Munaf ungkapkan pada Niko. Bagi Sary Munaf yang tak lain adalah nyonya besar di Keluarga Munaf, selain anak penurut, Niko selalu membanggakan keluarga. Mulai dari prestasi yang dicapainya sejak dibangun sekolah, prestasi di luar sekolah seperti olahraga, dan yang pasti anak sulungnya itu berhasil melanjutkan kuliahnya di jurusan Master Economics and Management, Harvard University.
Fahreza Munaf
Tampaknya berbanding terbalik dengan kakaknya. Anak kedua sekaligus anak terakhir Keluarga Munaf bisa dibilang anak badung (bandel). Suka bertingkah seenaknya sendiri dan sesuka hatinya. Tidak pernah menuruti kata orang tuanya, apalagi kata-kata maminya.
"Eza dengerin mami dong kalau mami lagi ngomong", teriak Sary kepada Reza.
"Ezaaa!!!!", lanjut Sary.
Reza melirik ke arah maminya dengan tetap memakai headphone di telinganya. Seolah tak peduli dengan teriakan maminya, Reza langsung berjalan menuju kamarnya. Ya Reza atau Eza adalah anak yang sering membuat ulah di keluarga itu. Hobi bermusiknya dan menyukai dunia malam. Club malam dan kafe merupakan langganannya setiap malam hari. Bahkan Reza tak pernah absen dalam mengunjungi dua tempat tersebut. Sary semakin jengkel dengan ulah anaknya yang satu ini, karena sampai sekarang belum merampungkan kuliah sarjananya. Belum lagi beberapa ulah yang sering harus melibatkan orang tuanya.
Perbandingan sifat dua anak laki-laki Keluarga Munaf ini memang sudah telihat sejak keduanya masih kecil. Meskipun bertentangan sifat, untuk masalah wajah keduanya bisa dikatakan 'mirip' yaitu sama-sama tampan. Dengan wajah campuran Jawa-Arab dengan postur tubuh yang tinggi. Memang tidak heran jika keduanya sama-sama jadi rebutan para perempuan di luar sana. Apalagi ketika perusahaan ayah mereka melejit, sosok kedua laki-laki inipun ikut melejit dan tampil diberbagai laman di internet.