
Sudah seminggu Naura tidak berkomunikasi dengan sahabatnya, Ia terlalu malas untuk chat, telepon atau bahkan bertemu dengannya.
Bukannya Naura ingin bermusuhan dengannya, tetapi Naura ingin menghindari dia sementara waktu. Ia ingin berusaha agar tidak jatuh cinta lagi dengan Rizky.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk aja!" teriakku.
Naura mengira yang mengetuk pintu adalah mamah atau papah, tapi ternyata yang mengetuk pintu adalah Rizky. "Ngapain kamu kesini?" sewot Naura.
"Aku kira kamu masih sakit, makanya aku kesini," ujarnya.
Naura heran terhadap Rizky, sudah tahu dia telah mempunyai pacar, tetapi dia tetap saja memperdulikan Naura.
Naura tahu dia cuma menganggap Naura sebagai sahabat, tetapi apa dia tidak kasian terhadap pacarnya. Pasti pacarnya overthinking bila dia sering perhatian kepada Naura.
Rizky duduk di pinggir tempat tidur Naura. "Katanya kamu berhenti kerja ya?"
"Hmm."
"Kenapa berhenti?"
"Aku capek."
"Oh iya, kamu mau tahu gak siapa orang yang suka sama kamu."
"Gak! aku gak pingin tahu."
"Masa gak pingin tahu sih. Perasaan waktu itu kayaknya kamu senang kalau ada orang yang suka sama kamu."
"Sekarang enggak."
"Kenapa enggak? apa kamu udah punya cowok ya, makanya jadi gak penasaran sama orang yang naksir kamu."
"Ky, kamu bisa gak pergi dari sini?"
"Kamu ngusir aku, Ra?"
"Iya."
"Kamu kenapa sih? perasaan dari tadi sewot mulu."
Sebenarnya Naura ingin menjauhi Rizky, tetapi sepertinya tidak mungkin, karena Rizky tidak bisa jauh dari Naura sehingga Naura juga jadi sulit untuk menjauh.
"Kalau aku punya salah maafin ya."
Akibat ucapan Rizky barusan, membuat Naura menjadi merasa bersalah. Tidak seharusnya Rizky minta maaf, karena memang sebenarnya dia tidak salah. Yang salah adalah Naura, harusnya ia tidak mencintai Rizky.
"Kamu gak punya salah kok."
"Terus kamu kenapa ngambek sama aku?"
"Aku gak ngambek kok."
"Yang bener?"
"Iya, aku gak ngambek."
Naura mulai goyah, sepertinya ia lebih baik tidak menjauh dari Rizky. Karena bagaimanapun Rizky adalah sahabat Naura.
"Oh iya, aku kasih tahu aja kali ya," ujar Rizky, lalu Naura menoleh kearahnya.
"Kasih tahu apa?"
"Sebenarnya yang suka sama kamu itu adalah Dimas."
Ya benar, dugaan Naura memang benar. Ia tahu bahwa orang yang dekat dengan dirinya selain Rizky adalah mantan bos nya.
Tapi menurut Naura, ia dengan Dimas tidak terlalu dekat. Kita berdua hanya sebatas karyawan dan bos saja.
"Kamu suka gak sama Dimas?"
"Gak! aku gak suka."
"Kenapa gak suka? padahal dia baik loh sama kamu."
"Ya karena aku suka sama cowok lain."
"Siapa cowoknya? kenalin dong ke aku."
"Gak mau"
"Kenapa? apa dia tinggal di luar kota ya? makanya kamu gak bisa ngenalin ke aku."
"Iya, dia tinggal di luar kota."
"Kamu kenal orang itu dari mana?"
"Dari sosial media lah."
"Hati-hati loh kalau deket sama cowok di sosial media, soalnya takutnya kamu ditipu. Oh iya, kalau misalnya gebetan kamu berani pinjam uang atau apapun, kamu jangan mau. Soalnya pasti orang itu cuma memanfaatkan kamu doang"
"Enggak, aku gak ditipu."
Bagaimana mau ditipu, orang Naura cuma berbicara omong kosong doang. Lagipula kalaupun Naura benar-benar dekat dengan cowok virtual, ia lebih baik tidak menjadikannya sebagai gebetan atau pacar. Karena ia tahu betul, bahwa belum tentu orang itu adalah orang baik.
"Aku pingin lihat dong fotonya."
"Gak boleh!"
"Kalau kamu gak ngasih lihat ke aku berarti kamu bohong."
"Aku beneran punya gebetan kok."
"Ya udah mana? aku pingin lihat fotonya sekarang juga."
Karena Rizky memaksanya, akhirnya Naura mencari foto cowok ganteng di internet. Setelah itu, aku menunjukkan foto itu kepada Rizky.
"Oh iya, Ra! aku kesini itu mau ngajak kamu pergi."
"Ngapain sih ngajak aku pergi mulu? kenapa gak ngajak pacar kamu aja."
"Pacar aku sibuk, Ra. Lagipula aku ngajak kamu karena aku mau beli kado buat pacar aku."
"Kalau gitu lebih baik jangan ngajak aku, soalnya aku juga lagi sibuk."
"Sibuk apa? perasaan dari tadi kamu gak ngapa-ngapain."
"Aku mau nonton drama Korea."
"Ya udah kalau kamu gak mau nganter, tapi kamu bisa gak rekomendasikan barang untuk cewek?"
Naura memberi saran kepada Rizky agar dia mencari rekomendasi di internet terkait kado-kado apa saja yang disukai perempuan.
Setelah itu, Naura menatap datar kearah Rizky yang mencari kado-kado rekomendasi untuk perempuan di internet. Naura sepertinya tidak punya harapan lagi. Ia tahu bahwa Rizky tidak akan pernah bisa mencintaiku.
Rizky menatap kearah Naura. Ia sedikit kesal karena ekspresi Naura seakan-akan menyuruh Rizky untuk pergi dari sini. "Kamu pingin aku pergi ya?"
"Iya."
"Jahat banget kamu, masa sahabat sendiri diusir."
Bagaimana tidak kesal, habisnya Rizky sangat menggangu. Yang tadinya Naura mau menonton drama Korea, eh malah tidak jadi gara-gara ada Rizky.
Naura menjelaskan bahwa dirinya sangat kesal karena ia tidak fokus menonton kalau ada Rizky disini.
"Pasti karena aku lebih menarik ya? makanya kamu jadi fokusnya ke aku."
"Jangan kepedean jadi orang," kesalku.
"Ra, aku cuma bercanda loh. Kamu kenapa sih nanggepinnya serius amat."
"Kalau sama cewek jangan suka bercanda, soalnya cewek suka nganggap serius."
"Itu kamu aja kali yang anggap serius."
Perkataan Naura dan Rizky seakan-akan merujuk pada perasaan Naura. Naura memang menganggap serius saat Rizky memperlakukan Naura layaknya seorang kekasih.
Naura kira saat Rizky memperlakukannya seperti itu karena Rizky menyukai Naura, tapi ternyata dia memperlakukan Naura seperti itu karena Rizky menganggap kalau Naura itu adiknya.
Naura ingat ketika Rizky waktu itu bilang kepada pacarnya kalau dia hanya menganggap Naura sebagai adiknya. Saat itu Naura merasa sedih saat Rizky berkata seperti itu, karena jika Rizky menganggap Naura sebagai seorang adik, berarti tidak ada kesempatan untuk Naura.
"Ra, lebih baik kado sepatu atau makeup sih?"
"Gak tahu."
"Pilih salah satu dong. Aku kan gak tahu selera cewek."
"Itu kan cewek kamu, harusnya kamu tahu apa kesukaan cewek kamu."
"Makeup kali ya," gumamnya.
Rizky bimbang, ia seharusnya beli makeup di tokonya langsung atau di online shop. Lalu, Naura menyarankan untuk beli di tokonya langsung.
Ketika diberi saran oleh Naura, Rizky malah menolak saran Naura karena ia malu jika membeli makeup.
Disitu rasanya Naura ingin membunuh orang yang berada dihadapannya. Ia sangat kesal, untuk apa Rizky bertanya kalau ujung-ujungnya dia sendiri yang menjawab.