
Rizky menyapa semua temannya, lalu temannya juga menyapanya kembali. Setelah itu, Naura dan Rizky duduk di kursi.
"Ky, bukannya kemarin pacar kamu bukan yang ini ya," heran teman Rizky.
"Yang kemarin udah putus. Soalnya aku itu sebenarnya gak suka sama yang kemarin. Tapi karena dia nembak aku duluan, jadi aku terpaksa terima."
"Terus putusnya gara-gara apa?"
"Ya gara-gara aku gak ada rasa sama dia. Waktu awal sih aku kira dengan menjalani hubungan sama dia akan tumbuh rasa cinta, tapi ternyata enggak. Dan akhirnya aku memilih pacaran sama orang yang udah lama aku suka."
Naura hanya tersenyum, padahal kenyataannya Naura sangat malas mendengar kebohongan Rizky.
"Oh iya, ayo kenalan dong," suruh Rizky kepadaku.
Naura memperkenalkan dirinya kepada teman-temannya Rizky. Lalu, teman-temannya Rizky juga memperkenalkan dirinya. Sesudah berkenalan, kami memesan makanan dan minuman yang ada di cafe tersebut. Setelah itu kami mengobrol bersama.
Entahlah apa yang mereka bicarakan, tapi intinya Naura ingin sekali pulang ke rumah. Ia sangat mengantuk sekarang. Ingin sekali ia tidur sekarang juga, tapi kalau tidur bisa-bisa Rizky memarahi Naura.
"Ky, kayaknya pacar kamu ngantuk deh," ujar pacar temannya.
Rizky menatap kearah Naura "Sayang, kamu ngantuk?" lalu Naura hanya mengangguk.
Rizky mendekatkan kursi yang didudukinya ke dekat kursi Naura. "Sini tidur," ujar Rizky sambil menepuk pundak.
"Gak mau, aku jadi gak ngantuk lagi."
"Oh iya! aku ke toilet bentar ya."
"Iya, tapi jangan lama-lama ya. Soalnya aku malu." bisikku.
"Iya, aku gak akan lama," ujarnya, lalu ia pergi ke toilet.
Karena Rizky sedang ke toilet, jadinya Naura merasa canggung didekat teman-temannya Rizky.
"Pacaran sama Rizky dari kapan?" tanya teman Rizky.
"Kemarin."
"Satu kuliah sama Rizky?"
"Iya, tapi beda jurusan."
"Sayang, aku pingin pulang. Soalnya aku takut dimarahin sama mamah dan papah."
Spontan Naura melihat kearah cewek salah satu temannya Rizky. Sepertinya dia ingin pulang tapi cowoknya menyuruhnya untuk tetap disini.
Dilihat-lihat sepertinya cowoknya sangat toxic, karena saat ceweknya mengatakan seperti itu, cowok itu langsung menatap tajam kearah cewek itu.
Kalau Naura diposisi cewek itu, lebih baik ia langsung pulang saja karena untuk apa meminta ijin pulang kepada cowok yang seperti itu. Harusnya saat ceweknya ingin pulang, cowok itu harus mengantarnya, bukan malah menatap tajam kearah ceweknya.
Tak lama, Rizky datang menghampiri Naura dan teman-temannya. Entah kenapa dia senyum-senyum sendiri. Apakah dia sedang mengejek Naura atau dia tersenyum karena ingin tertawa sebab pura-pura berpacaran dengan Naura?
Entahlah, Naura sangat lapar, jadi lebih baik ia menghabiskan makanan dan minuman. Lumayan juga gratisan.
Sambil menikmati makanan dan minuman, Naura kembali mendengarkan percakapan mereka.
"Oh iya, Naura. Nanti datang ya ke acara ulang tahun aku," ucap temannya Rizky yang bernama Rangga.
"Emang boleh ikut?" tanya Naura memastikan.
"Ya boleh lah. Kan kamu pacar teman aku."
"Kapan acaranya?"
"Lima hari lagi."
"Wah! deketan dong ulang tahunnya. Soalnya satu hari setelah ulang tahun kamu, aku juga ulang tahun."
...****************...
Sesudah dari cafe, Naura dan Rizky segera pulang. "Ra, nanti waktu ke acara ulang tahunnya temen aku jangan lupa pakai dress."
"Tapi aku gak punya dress."
"Masa gak punya dress."
"Iya gak punya."
Kemudian, Rizky berkata bahwa dia yang akan membelikan dress untuk Naura, karena ia ingin melihat Naura menjadi feminin.
Tadinya Rizky juga berniat membelikan Naura makeup. Tetapi karena Naura sudah mempunyai makeup, jadinya Rizky hanya akan membeli dress saja.
"Iya, aku ngantuk banget."
"Ya udah kamu tidur aja. Nanti kalau udah sampai, baru aku bangunin." Akhirnya Naura memejamkan mata karena ia sangat mengantuk.
Beberapa menit kemudian, Rizky memberhentikan mobilnya. Spontan aku kembali bangun karena Naura bingung kenapa mobilnya berhenti.
Sebenarnya Naura tadi memang tidak tidur dengan nyenyak, makanya ia sadar bahwa mobilnya berhenti.
Pada saat melihat kearah luar, ternyata Rizky memberhentikan mobilnya di SPBU. "Mau kemana?"
"Tunggu sebentar ya, aku mau ke toilet dulu. Kamu kalau mau tidur, tidur dulu aja," ujarnya, lalu ia pergi.
Bukannya tidur, Naura malah bangun karena ia takut jika ada orang yang masuk kedalam mobil.
Beberapa menit kemudian, Rizky kembali masuk kedalam mobil. "Loh! kok gak tidur."
"Soalnya takut ada yang masuk kedalam mobil."
"Gak akan lah, lagian ada satpam," ujar Rizky sambil melajukan mobilnya.
Selama diperjalanan, Naura terus melirik kearah Rizky. Ia berpikir kalau Rizky terlihat keren saat menyetir mobil, apalagi dia menyetirnya dengan satu tangan.
"Kenapa lihatin aku?" tanya Rizky.
Naura mengalihkan pandanganku karena ia merasa malu sebab terciduk melihat kearah Rizky. "Siapa juga yang lihatin kamu."
"Kamu suka sama aku ya?"
"Ih! percaya diri banget kamu."
"Terus ngapain curi-curi pandang kearah aku?"
"Hmm...aku lihatin kamu karena aku pingin bisa mobil juga kayak kamu."
Rizky bertanya kepada Naura, apakah Naura ingin bisa mobil atau tidak. Lalu, Naura menjawab bahwa ia sangat ingin mengendarai mobil.
Karena sepertinya Naura sangat ingin mengendarai mobil, akhirnya Rizky mengajak Naura untuk belajar mobil dihari esok. "Kalau gitu besok jam 6 aku ke rumah kamu."
"Pagi banget."
"Ya kan kalau pagi jalanan sepi, jadi biar kamu gak nabrak."
"Kalau aku nabrak gimana?"
"Gak akan."
"Aku gak jadi deh belajar mobilnya. Soalnya aku takut nabrak."
"Tenang aja. Selama ada aku, kamu gak akan nabrak."
...****************...
Naura dan Rizky telah sampai di rumah Naura. "Aku masuk duluan ya, soalnya aku ngantuk banget," ujar Naura sambil turun dari mobil.
Naura masuk kedalam rumah dan ia langsung mengunci pagar rumah, karena sepertinya orang tuanya sudah tidur. Lalu, Naura juga mengunci pintu rumah.
"Kamu dari mana?" tanya Papah.
"Habis jalan-jalan sama Rizky."
"Kamu sama Rizky itu cuma sahabatan atau pacaran sih? kok papah lihat kalian sering berduaan mulu."
"Sahabatan kok, Pah."
"Tapi papah curiga deh, apa jangan-jangan salah satunya ada yang suka ya?"
"Enggak kok, Pah."
"Kamu kan yang suka Rizky?"
"Papah lebih baik tidur sana! kan papah lagi sakit, jadi jangan begadang."
"Jangan ngalihin pembicaraan." Karena takut ketahuan, akhirnya aku pergi menuju kamarku.
Sepertinya papah sudah mengetahuinya, tetapi biar saja, lagian papah juga tidak akan sampai memberitahu Rizky bahwa Naura menyukai Rizky.
Tapi kalau dipikir-pikir, bagaimana jika papah memberitahu Rizky kalau sebenarnya Naura mencintai Rizky.
Apakah dengan papah bilang begitu, Rizky akan menjauhi Naura? tapi sepertinya tidak mungkin, sebab Rizky pasti mengira kalau papah cuma bercanda.