Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 11


Sepertinya ekspektasi Naura terlalu tinggi. Ia kira Rizky akan mengajak Naura ke restoran, tetapi Rizky malah membawa Naura ke pasar malam.


Memang sahabat Naura ini sangat pandai dalam membohongi orang.


Saat turun dari mobil, Naura sudah menebak bahwa nanti Rizky akan mengajaknya naik wahana-wahana yang ada di pasar malam.


"Nanti naik kora-kora yuk!" ajak Rizky.


Tebakan Naura memang benar. Sepertinya Rizky berniat untuk menyiksa Naura. Sudah tahu Naura sangat takut naik wahana seperti itu.


"Gak mau! kamu aja yang naik."


"Gak asik banget sih."


"Kalau gitu ngapain ajak aku? udah tahu aku gak mau naik kayak gitu."


Rizky hanya diam saja, sepertinya dia sedang kesal kepadaku.


Sungguh menyebalkan sekali ekspresinya, seolah-oleh dia membuat Naura merasa menjadi orang berdosa karena telah menolak ajakannya.


"Ya udah deh ayo!" kesal Naura, sedangkan Rizky malah tersenyum karena keinginannya tercapai.


Sebelum menaiki wahana-wahana, Naura dan Rizky membeli makanan dan minuman terlebih dahulu.


Jika kalian bertanya siapa yang membayar makanan dan minuman, tentu saja yang mentraktir Naura adalah Rizky. Sebab Naura sama sekali tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun, karena sudah jelas dari awal bahwa Rizky akan mentraktir Naura.


Sambil menunggu orang yang sedang naik wahana, Naura dan Rizky makan terlebih. Naura terus memperhatikan Rizky yang sepertinya sangat antusias untuk menaiki wahana tersebut.


Rizky terlihat seperti sedang menahan tawanya saat melihat Naura, sepertinya dia sangat ingin melihat Naura ketakutan.


Naura terus menelan salivanya saat melihat wahana yang sekarang tepat di hadapannya. Sejujurnya ia sangat takut jika tiba-tiba aku terjatuh dari wahana. Apalagi tidak ada pengaman sama sekali, cuma hanya ada pegangan besi saja.


"Ky, kalau aku muntah gimana?"


"Ih, jorok banget kamu."


"Habisnya aku mual nyium bau mesinnya."


"Alasan! bilang aja kalau kamu takut, kan?"


"Serius, aku pusing nyium bau mesinnya."


"Ya udah jangan dicium baunya."


"Kan aku punya hidung b*go!"


"Mulutnya dijaga! aku cium baru tahu rasa."


"Kayak berani aja cium aku."


"Kalau memang aku berani cium kamu gimana?"


Naura terdiam karena ia akan panik jika Rizky melakukannya.


"Kok kamu diam aja?"


"Ky, itu udah selesai." Naura mengalihkan pembicaraan, karena khawatir juga kalau dia beneran melakukannya.


"Ya udah ayo naik," ajak Rizky. Lalu, Naura dan Rizky menaiki kora-kora.


Karena Naura takut terjatuh, ia memegang erat besi pengaman yang ada dihadapannya. Walaupun pengamanannya tidak benar-benar aman, tapi setidaknya ada bahan untuk dipegang.


"Belum juga mulai, kok udah pucet gitu mukanya," heran Rizky.


"Ky, kalau aku mati, nanti kamu tanggung jawab ya."


"Iya, nanti aku tanggung jawab. Lagipula gak akan mati kali, orang-orang yang tadi naik juga gak mati, kan?"


"Siapa tahu kan aku serangan jantung atau gimana gitu."


"Jangan ngomong kayak gitu. Ucapan itu adalah doa."


"Berisik!"


Pada saat wahana dimulai, Naura menutup matanya dan tanpa sadar ia memegang tangan Rizky. Lalu Rizky juga memegang tangan Naura agar aku tidak terjatuh.


Selama wahana bergerak, semua orang yang menaiki wahana ini berteriak. Apalagi Naura, kayaknya Naura yang paling ketakutan dibandingkan orang-orang.


Setelah beberapa menit, akhirnya wahana berhenti. Semuanya langsung turun dari wahana tersebut.


Rizky berjongkok dihadapan Naura. "Kamu pingin muntah ya?" tanyanya, tapi Naura tidak menghiraukan ucapan Rizky.


"Ya udah ayo duduknya disana, soalnya disini banyak orang yang lewat," ujar Rizky sambil menuntun ku agar duduk di kursi kayu. Setelah mereka berdua duduk, Rizky memijat pelipis Naura.


Naura menatap wajah Rizky, sepertinya Rizky merasa bersalah karena telah mengajak Naura menaiki wahana yang ekstrim seperti yang tadi.


"Kamu tunggu disini ya. Soalnya aku mau beli air mineral dulu," ujar Rizky sambil pergi.


Tiba-tiba seseorang duduk di sebelah Naura. Naura merasa takut karena jarak duduknya sangat dekat dengan Naura, padahal orang itu masih bisa bergeser kesamping.


Naura melihat kesekitar, arah pandangnya mencari keberadaan Rizky. Tetapi ia melihat kalau Rizky masih membeli air mineral.


"Namanya siapa?" tanya orang yang duduk di sebelah Naura, yang Naura yakin bahwa orang itu berusia 30 tahun keatas.


Naura tidak menjawab pertanyaannya, karena ia tidak mau memberitahu namanya kepada orang asing, apalagi orang ini sedikit mencurigakan.


Tak lama Rizky datang dengan membawa dua botol air mineral. Rizky melihat Naura yang tampak tidak nyaman karena ada orang yang duduk disampingnya.


"Sayang, ayo!" ajak Rizky.


Naura terkejut, ia meresapi kata-kata Rizky tadi, takutnya ia salah dengar.


"Ayo kesini," ujar Rizky, lalu Naura segera menghampirinya.


Rizky menyuruh Naura untuk duduk di kursi lain, tapi masih dekat dengan bapak-bapak itu.


"Ini minum dulu, biar gak mual lagi," kata Rizky sambil memberikan air mineral kepada Naura. Lalu Naura meminum air mineral tersebut.


"Gak sabar deh, pingin cepet anak ini lahir," ujar Rizky sambil mengelus perut Naura.


Uhuk! Uhuk!


Naura tersedak saat mendengar perkataan Rizky. Sedangkan disisi lain, bapak itu langsung pergi. Mungkin karena mendengar perkataan Rizky juga.


"Ky, apa-apaan sih?"


"Aku ngomong gitu supaya orang tadi pergi," ujar Rizky.


"Dari tadi dia lihatin kamu mulu loh, emang kamu gak takut apa?" tanya Rizky.


"Ya takut lah."


"Nah! makanya itu aku ngomong kayak gitu."


Sehabis pusingnya hilang, Naura mengajak Rizky menaiki bianglala. Karena ia sangat ingin melihat pemandangan di malam hari.


Pada saat diatas, Naura memotret pemandangan dengan handphonenya.


Rizky tersenyum kearah Naura. "Naura" panggilnya. Lalu Naura menoleh kearah Rizky. "Iya, kenapa?"


"Kalau misalnya ada seseorang yang suka sama kamu gimana?"


Jantung Naura berdegup kencang. Ia berpikir, apakah orang yang menyukainya itu Rizky?


"Jawab! kok kamu malah bengong sih."


"Ya gak apa-apa, malah aku senang kalau misalnya ada orang yang suka sama aku."


"Kalau orang itu gak berani mengungkapkan perasaannya ke kamu gimana?"


"Emang dia kenapa gak berani ngungkapin perasaan ke aku?"


"Ya dia gak berani aja."


"Kalau gak berani gak apa-apa sih. Yang penting kan dia suka sama aku."


Naura bertanya kepada Rizky tentang siapa orang yang menyukai Naura. Tetapi Rizky tidak mau menyebutkan orangnya.


"Kenapa gak mau ngasih tahu orangnya?"


Rizky tersenyum. "Karena ini rahasia."


"Ungkapin aja kali orangnya."


"Gak mau!"


Naura tersenyum karena ia sangat yakin bahwa orang itu adalah Rizky. Karena jika itu orang lain, mungkin Rizky akan menyebutkan namanya.