Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 15


Hari ini Naura akan bertemu dengan teman kuliahnya di cafe, karena aku ia teman-temannya akan mengerjakan tugas kelompok.


Saat diperjalanan menuju cafe, ia melihat Rizky bersama pacarnya yang sedang naik motor. Sedikit sedih melihat Rizky bersama pacarnya, tapi disisi lain seharusnya Naura senang karena bisa melihat sahabatnya bahagia.


Naura ingat katanya hari ini pacar Rizky berulang tahun dan pasti sekarang Rizky mengajaknya jalan-jalan karena ingin memberikan surprise kepada pacarnya.


Jujur saja, Naura sangat iri, karena sebentar lagi ia juga berulang tahun. Tapi Rizky sepertinya tidak ingat dengan ulang tahun Naura, sebab Rizky sama sekali tidak bertanya kepada Naura.


Biasanya dulu satu Minggu sebelum Naura ulang tahun, Rizky selalu bertanya tentang kado apa yang Naura inginkan. Tapi sekarang, sepertinya dia tidak ingat.


Sedih sekali, padahal Naura dan Rizky telah lama sahabatan. Namun sekarang, dia tidak ingat sama sekali ulang tahun Naura.


Padahal yang kenal lebih dulu dengan Rizky adalah Naura, tapi Rizky tidak mengingatnya. Rizky malah mengingat ulang tahun pacarnya, orang yang tidak lama kenal dengannya.


Sejujurnya dalam waktu dekat ini, Naura ingin sekali mengungkapkan isi hatinya. Bukannya ia ingin menghancurkan hubungan Rizky dan pacarnya yang sekarang. Cuma Naura hanya ingin jujur kepada Rizky.


Naura tahu bahwa Rizky tidak akan menerima Naura. Tapi setidaknya dia tahu bahwa Naura mencintainya. Tetapi disisi lain, Naura juga takut kalau itu akan merusak persahabatan dengannya. Namun jika tidak diungkapkan, Naura tidak akan lega.


Karena kebanyakan melamun, Naura tidak sadar bahwa ia telah sampai di cafe. Sebenarnya Naura malas bertemu di cafe ini, karena waktu itu ia pernah bekerja di cafe ini. Tapi karena teman-teman sekelompoknya ingin bertemu disini, dengan terpaksa Naura harus kesini.


Pada saat masuk kedalam cafe, ternyata teman-temannya belum sampai. Ingin rasanya Naura mengumpat kepada teman-temannya, padahal katanya mereka sepakat untuk datang jam 1.


Tapi ternyata mereka belum datang. Padahal tadinya Naura sengaja melambatkan laju motornya supaya ia tidak datang pertama.


"Naura!" panggil Zidny sambil menghampiri Naura.


"Kenapa baru kesini lagi?"


"Soalnya aku lagi sibuk sama tugas-tugas kuliah."


"Oh iya, mau pesen apa?"


"Aku pesen vanilla latte."


"Ya udah kalau gitu aku buatin dulu ya." Zidny pergi untuk membuatkan pesanan ku.


Ting!


Naura membaca pesan dari grup kelompoknya. Dan teman-temannya bilang katanya tempat kumpulnya diganti. Disitu rasanya Naura sangat kesal, ia sudah capek-capek datang kesini dan memesan minuman, tetapi tempatnya malah diganti.


Jika bertanya kenapa mereka mengganti tempat, karena katanya ada cafe yang lebih aesthetic dibandingkan dengan cafe ini. Naura pun heran, sebenarnya ini akan mengerjakan tugas atau cuma mau foto-foto doang sih?


Rasanya Naura ingin sekali berpindah kelompok, tapi jika pindah, nanti dosen akan memarahinya.


Seseorang datang menghampiri Naura. "Hai," sapanya.


Naura tahu itu suara siapa, ia menoleh kearah samping. Dan benar saja bahwa itu adalah mantan bosnya.


"Hai." Naura menyapa balik, karena tidak mungkin ia tidak menyapanya balik. Nanti yang ada Naura bisa dicap sombong.


"Sendirian?"


"Iya."


"Tumben, biasanya sama Rizky."


Naura hanya diam saja. Tak lama Zidny datang dengan membawa vanilla latte. "Ini minumannya."


"Makasih."


"Iya sama-sama." Zidny pergi menghampiri pelanggan yang lain.


Naura buru-buru menghabiskan minuman tersebut. Karena alasan yang pertama yaitu karena ia ingin buru-buru pergi ke cafe yang lain dan alasan yang kedua karena ia tidak ingin mengobrol dengan Dimas.


"Buru-buru banget, Ra," ujar Dimas.


"Iya soalnya mau pergi lagi."


"Mau pergi kemana?"


"Ke cafe anggrek."


Naura buru-buru pergi ke kasir untuk membayar minumannya. Sesudah itu, ia pergi menuju cafe anggrek.


Saat di cafe anggrek, ia turun dari motornya. Lalu, ia terdiam sejenak saat ada motor Rizky yang terparkir didepan cafe anggrek.


Perasaan Naura tidak karuan, Naura malas jika bertemu dengannya, apalagi Rizky bersama pacarnya.


Trining! Trining!


Teman sekelompok Naura menelepon. Pasti mereka akan menanyakan kapan Naura datang. Karena sudah sampai, Naura tolak saja panggilan telepon tersebut. Lalu, ia masuk kedalam cafe dan buru-buru menghampiri teman-temannya.


Sudah kuduga, pasti tiga temannya bukan berniat untuk belajar, tapi mereka berniat untuk foto-foto.


"Hai guys," sapa Naura.


Tak ada satu orangpun yang menyapa balik. Sedih pastinya, karena sepertinya Naura tidak beruntung dalam pertemanan.


Entah kenapa orang-orang jarang menganggap Naura, seolah-olah Naura tidak terlihat. Kadang Naura berpikir, sepertinya ia harus sempurna dulu untuk mendapatkan banyak teman.


Ketika teman-temannya selesai berfoto, akhirnya Naura dan teman-teman mengerjakan tugas kelompok.


Ting!


Naura melihat ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Rizky. Dia bilang katanya dia juga berada di cafe yang sama dengan Naura, tapi dia tidak ingin menghampiri Naura karena dia sedang bersama pacarnya.


Naura melihat kesekitar. Ia maupun Rizky saling menatap satu sama lain. Lalu Rizky tersenyum kepada Naura. Sedangkan Naura malah mengalihkan pandangannya.


Tak lama, Rizky mengirim pesan lagi dan katanya setelah Naura kerja kelompok, Rizky ingin mengajak Naura pergi.


Naura menatap datar kearah Rizky. Padahal dia sedang bersama pacarnya, tapi dia malah chat dengan Naura.


Tiba-tiba Naura melihat pacar Rizky yang sepertinya akan pulang. Naura melihat kearah Rizky, entah kenapa Naura merasa bahwa Rizky terlihat sedih.


Sepertinya Rizky dan pacarnya habis bertengkar, makanya tadi Naura melihat mereka berdua hanya diam saja dan sibuk pada handphone masing-masing.


Skip


Kerja kelompok sudah selesai, kini Naura berjalan menghampiri Rizky yang dari tadi setia menungguku. "Kamu kenapa?"


"Aku lagi sedih, jadi temenin aku jalan-jalan yuk."


"Mau kemana?"


"Ke pantai."


"Ya udah ayo berangkat."


Sebagai sahabat yang baik dan sebagai orang yang mencintai Rizky, tidak mungkin Naura menolak ajakannya. Mereka langsung saja pergi ke pantai dengan mengendarai motor masing-masing.


Setibanya di pantai, mereka turun dari motor. Lalu, mereka duduk ditempat yang telah disediakan. Karena memang di pantainya telah disediakan tempat duduk untuk orang-orang yang sedang nongkrong.


"Kamu kenapa sih?" bingung Naura karena Rizky hanya diam saja.


"Aku udah putus sama pacar aku."


"Kok putus lagi? perasaan baru satu Minggu pacaran."


"Katanya dia mau dijodohin sama orang tuanya."


Naura menahan senyumnya, karena akhirnya Rizky putus dengan pacarnya. Sebenarnya jika putus, memang belum tentu juga Naura akan jadian sama Rizky. Tapi disisi lain, Naura senang mendengarnya.


"Kamu kok diam aja sih, bukannya semangati aku gitu."


"Semangati gimana maksudnya?"


"Misalnya bilang yang sabar atau enggak bilang semoga kamu cepet punya pacar lagi gitu."


"Emang kamu mau punya pacar lagi?"


"Ya iyalah harus. Biar aku tidak terlihat sadboy."


"Nanti kalau ditinggal nikah lagi gimana?"


"Jangan ngomong kayak gitu dong," keluh Rizky.