Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Bab 10


Besoknya, Naura berangkat kuliah bersama Rizky. Selama di mobil, mereka tidak berbicara satu sama lain, tapi mereka malah bernyanyi mengikuti lagu yang diputar didalam mobil.


Naura tertawa saat melihat Rizky yang sedang lipsing, karena penjiwaannya sangat dapat sekali, seolah-olah Rizky sedang dikhianati oleh pasangannya.


Mungkin jika kaca mobil dibuka, orang-orang akan melihat kearah Rizky, karena suara Rizky sangat berisik. Sedangkan Naura, ia hanya menyanyi seperti biasa saja, tidak sampai teriak-teriak seperti Rizky.


Tidak seperti dulu. Waktu dulu Naura sama sekali tidak jaga image, tapi karena sekarang Naura mulai menyukai Rizky, ia jadi sedikit jaga image.


Jujur kurang mengenakkan, karena Naura merasa tidak menjadi dirinya sendiri. Tetapi ia ingin Rizky melirik Naura selayaknya perempuan, jadinya Naura terpaksa menjaga image. Karena biasanya cowok lebih suka cewek yang lemah lembut dan menjaga image.


"Nyanyi dong! diam-diam mulu."


"Perasaan tadi aku nyanyi."


"Masa nyanyi gak kedengeran suaranya."


"Bukan gak kedengeran, tapi karena suara kamu aja yang terlalu berisik. Makanya suara aku jadi gak terdengar."


Sesampainya di kampus, Naura dan Rizky berpisah karena beda jurusan. Saat masuk kedalam kelas, Naura bertemu dengan teman sekelasnya yang bernama Nafisa.


Nafisa menyapa Naura. Begitupun sebaliknya, Naura juga menyapa Nafisa.


"Ra, aku boleh ngomong sesuatu gak?"


"Boleh. Mau ngomong apa?"


Nafisa menuduh Naura yang memberikan nomer teleponnya kepada Rizky, padahal Naura sama sekali tidak memberitahu nomer Nafisa.


Naura jadi curiga kalau ternyata orang yang disukai Rizky adalah Nafisa. "Emang di nge-chat apa ke kamu?"


"Biasalah kayak orang yang pertama kali mau kenalan."


"Btw, Rizky bukan pacar kamu, kan?" tanya Nafisa memastikan.


"Bukan kok, dia cuma sahabat aku."


"Syukur deh, aku kira dia pacar kamu."


"Emang kalau dia pacar aku kenapa?"


"Kalau dia pacar kamu, berarti dia udah ada niat buat selingkuh. Karena kan dia chat aku."


...****************...


Karena pelajaran terakhir tidak ada dosen, akhirnya Naura memilih untuk pulang dengan ojek online. Tadinya ia akan menunggu Rizky, tapi karena Naura merasa sakit hati, jadinya ia lebih memilih untuk pulang duluan.


Selama diperjalanan, tanpa sadar Naura meneteskan air mata. Jika kalian bilang kalau Naura baperan, memang ia sangat baperan. Apalagi jika cowok itu terus memperhatikannya. Lagipula bagaimana cewek tidak baper jika cowok tersebut selalu ada untuknya.


Memang, sebagai sahabat harus selalu ada, tapi setidaknya dia tidak melakukan skinship dengan Naura.


Apalagi waktu itu Rizky tidak sengaja mencium Naura. Walaupun Rizky tertidur, namun tetap saja Naura jadi terbawa perasaan.


Beberapa menit kemudian, Naura telah sampai di rumah. Ia turun dari motor, lalu membayar ongkos kepada tukang ojek.


Lalu, Naura masuk kedalam rumah dan pada saat masuk ke rumah, ia berpapasan dengan mamah.


"Ra, tolong beliin obat dong! soalnya Mamah sakit kepala," suruh Mamah.


"Sebentar, Naura mau simpan tas dulu di kamar," ujar Naura sambil pergi menuju kamar.


Memang benar bahwa Naura dan mamah tirinya telah berdamai setelah papah menasehati mamah. Sekarang mamah jauh lebih baik kepada Naura dan tidak sering marah-marah seperti dulu.


Dan mungkin mamah sering marah kepada Naura karena Naura bukan anaknya. Walaupun dulu mamah begitu, namun sebenarnya Naura sangat menyayanginya. Terlebih dia sudah merawat Naura dari kecil.


Sesudah menyimpan tas, Naura pergi menuju warung dengan berjalan kaki, karena warungnya tidak terlalu jauh. Ketika sampai di warung, Naura membeli obat sakit kepala dan beberapa cemilan.


Karena pemilik warung itu teman Naura, akhirnya Naura mengobrol sebentar dengannya, karena tidak enak juga kalau tidak saling mengobrol.


Setelah cukup lama berbincang-bincang, akhirnya Naura memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia segera memberikan obat itu ke mamah tirinya.


...****************...


Saat memainkan ponsel, Naura sangat kesal karena Rizky terus-menerus menelepon. Naura memang sengaja tidak menjawab panggilan telepon darinya, soalnya Naura sangat kesal kepadanya. Bukan kesal, lebih tepatnya Naura ingin menghindar dari Rizky.


Harusnya sih Naura tidak perlu sampai kesal begini, lagian Rizky berhak mencintai wanita lain. Tapi entah kenapa setelah dipikir-pikir, lebih baik menghindarinya untuk saat ini.


Dengan menghindarinya siapa tahu Naura bisa berhenti mencintai Rizky.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Naura.


Tok! Tok Tok!


"Masuk aja!"


Cklek


Naura mengira yang mengetuk pintu kamarnya adalah mamah atau papah, tapi ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Rizky.


"Kamu ngapain kesini?"


"Mau ngajak kamu main."


"Baru juga jam 8 malam."


"Aku gak mau, soalnya gak enak badan," bohong Naura.


"Alasan," ujar Rizky sambil duduk dipinggir kasur.


"Ajak aja sana gebetan kamu!"


"Gebetan?"


"Iya gebetan."


"Aku gak punya gebetan."


"Alah! bohong!"


"Serius, aku gak punya."


"Terus Nafisa?"


Rizky baru ingat bahwa kemarin dia mengirim pesan kepada Nafisa. "Dia bukan gebetan aku."


"Terus kamu kenapa nge-chat dia?"


"Aku mau tanya sesuatu ke dia, makanya aku chat dia."


"Mau tanya apa?"


"Aku mau nanya tentang kegiatan hiking. Tadinya aku mau ikutan."


"Jadi kamu gak ngedeketin dia?"


"Enggak lah."


"Tapi katanya kamu kayak yang ngedeketin dia di chat."


"Ih pede banget itu orang. Aku kan cuma nanya-nanya tentang hiking doang."


"Oh gitu ya."


"Kamu cemburu ya?"


"Ih! enak aja! mana ada aku cemburu."


"Kirain kamu cemburu sama dia."


"Enggak kok."


"Ya udah ayo pergi!" ajak Rizky.


"Mau pergi kemana sih?"


"Ke suatu tempat."


"Yang jelas dong!"


"Ke restoran."


"Ditraktir gak?"


"Iya, nanti aku traktir."


"Ya udah kalau gitu aku ganti baju dulu."


"Ya udah cepat!"


Naura mengganti pakaian di kamar mandi. Ia mengganti pakaiannya sebab tadi Naura menggunakan pakaian untuk tidur.


Selesai berganti pakaian, Naura menghampiri Rizky. "Ayo pergi!"


Rizky menyuruh Naura untuk berdandan, tetapi Naura


Dengan terpaksa, Naura harus menuruti perkataan Rizky. Ia berdandan senatural mungkin agar tidak dekil-dekil banget. Setelah itu, mereka segera berpamitan kepada mamah dan papah, karena takutnya mamah marah lagi jika Naura pergi tanpa ijin.


Skip


Sekarang, Naura dan Rizky sedang berada di mobil. Rizky mendekat ke arah Naura, sontak membuat tubuh Naura membeku.


Naura mengira Rizky akan mencium Naura, tapi ternyata Rizky mendekat karena dia sedang memakaikan Naura seatbelt.


Rizky memegang kening Naura. "Katanya tadi gak enak badan, tapi kok keningnya gak panas."


"Itu cuma alasan doang."


"Saking gak mau sampai segitunya."


"Ya iyalah, sebenarnya aku malas pergi malam-malam kayak gini."


"Kalau sakit itu jangan dipakai sebagai alasan. Nanti gimana coba kalau ternyata ucapan kamu itu menjadi kenyataan."